BACAAJA, SEMARANG- Jumlah orang yang bakal masuk ke Semarang saat libur Natal dan Tahun Baru diprediksi tembus 2,5 juta jiwa. Iya, dua koma lima juta. Kebayang kan betapa “riuhnya” kota ini nanti?
Makanya, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng langsung tancap gas memimpin Rapat Koordinasi Forkopimda, Kamis (11/12), demi memastikan Nataru tahun ini berjalan aman, tertib, dan nggak bikin warga geleng-geleng kepala.
Rakor ini ngumpulin semuanya: Polrestabes, TNI, Dishub, Pertamina, Bulog, Bank Indonesia, BMKG, camat, lurah, sampai OPD se-kota. Intinya, semua yang bisa bikin Nataru lancar, dihadirkan.
Agustina menekankan, akhir tahun itu “paket lengkap”: arus manusia naik, cuaca nggak menentu, banjir bisa mampir, dan longsor suka numpang lewat. Belum lagi drama sampah yang sempat nyangkut di pompa air sampai dua unit mesin jadi KO gara-gara nyedot ban sama kasur.
Baca juga: Siap-Siap, Kemenhub Bilang 24 Desember Bakal Jadi Hari Paling Ramai Se-Indonesia
“Pokoknya, di mana ada sungai, di situ harus ada satgas sampah. Nggak usah nunggu ketahuan siapa yang buang,” tegas Agustina, yang langsung memerintahkan pembentukan Satgas Kebersihan Sungai di tiap wilayah.
Bukan cuma sampah, sistem pengawasan truk angkutan sampah juga dibenerin. Sekarang mekanisme ACC ada di tangan lurah dan camat biar pengawasannya lebih “nempel tanah” dan nggak asal lewat.
Di sektor transportasi, polisi, TNI, dan Dishub sudah memetakan titik rawan serta menyiapkan posko-posko lancar supaya arus mudik dan wisata nggak jadi bottleneck di mana-mana. Pertamina diminta memastikan stok BBM aman, sementara Bulog dan Bank Indonesia diminta pasang radar harga, terutama cabai yang tiap Nataru selalu punya hobi naik.
Jaga Reputasi
“Kita pernah masuk kota besar paling berhasil menekan inflasi. Reputasi itu harus kita jaga,” kata Agustina. Tak ketinggalan, posko kesehatan dan pelayanan masyarakat juga diperkuat. Makanan dan minuman yang dibagikan saat Nataru pun wajib lolos standar keamanan pangan, nggak boleh yang asal bagi tapi bikin perut tiba-tiba ‘demo’.
Menutup rakor, Agustina mengingatkan satu PR besar: tahun 2026 bakal ada kontraksi anggaran lebih dari Rp440 miliar. Artinya, Semarang harus makin efisien, makin strategis, dan makin hemat, terutama di pembangunan infrastruktur dan penanganan bencana.
Baca juga: Semarang Wegah Nyampah: Agustina Salut Warga Kreatif Ubah Sampah Jadi Cuan
“Semarang harus tetap aman, nyaman, dan njawani. Dengan kolaborasi, kita bisa melewati akhir tahun ini dan menyambut 2026 dengan optimisme baru,” tutupnya. Aspal bisa diratakan, harga bisa ditekan, tapi kalau sampah masih ‘ngantor’ di sungai, ya wassalam. (tebe)


