BACAAJA, SEMARANG- Di tengah momen penuh haru menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, Ahmad Luthfi secara simbolis menyalurkan zakat fitrah kepada sekitar 2.000 mustahiq di Masjid Raya Baiturrahman, Jumat (20/3/2026).
Total zakat yang disalurkan nggak main-main, mencapai 4 ton. Nggak cuma zakat fitrah, tapi juga ada fidyah, infak, sedekah, sampai zakat maal yang dihimpun panitia zakat masjid.
Baca juga: Bolehkah Zakat Fitrah Diwakilkan?
Menurut Luthfi, zakat bukan sekadar kewajiban tahunan, tapi juga cara buat “bersih-bersih diri” sekaligus berbagi kebahagiaan. Harapannya sederhana tapi dalam: yang hari ini menerima, tahun depan bisa jadi yang memberi.
“Semoga ini jadi amal soleh dan solehah. Mudah-mudahan yang sekarang menerima, ke depan sudah bisa bayar zakat sendiri,” ujarnya.
Angka Kemiskinan
Ia juga menyinggung upaya Pemprov Jateng dalam menekan angka kemiskinan. Per September 2025, angka kemiskinan tercatat di 9,39 persen, turun tipis dari 9,48 persen di Maret 2025. Nggak besar, tapi tetap jadi sinyal ada progres.
Kegiatan ini sendiri bukan hal baru. Ketua YPKPI Masjid Raya Baiturrahman, Ahmad Darodji, bilang tradisi penyerahan zakat oleh gubernur sudah berlangsung sejak era Ismail.
Baca juga: Mau Bayar Zakat Fitrah? Jangan Lupa Niat dan Bacaan Lengkapnya Berikut Ini
Tahun ini ada sentuhan tambahan, bukan cuma paket zakat, tapi juga sarung dari gubernur buat para penerima. Simpel, tapi meaningful.
Di saat sebagian orang sibuk update “THR cair belum?”, di sudut lain ada yang cuma berharap bisa makan enak di hari Lebaran. Dan di momen seperti ini, zakat bukan soal angka, tapi soal siapa yang benar-benar merasa cukup untuk berbagi. (tebe)


