BACAAJA, JAKARTA- Kiprah Bunda PAUD Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, mendapat apresiasi dari Direktorat Jenderal PAUD Dikdasmen Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI. Direktur PAUD Kemendikdasmen, Nia Nurhasanah, terang-terangan memuji langkah konkret dan program unggulan yang dijalankan Nawal dalam membina dan mengembangkan PAUD di Jawa Tengah.
Data terbaru menunjukkan, angka partisipasi anak usia 0-6 tahun di satuan PAUD Jateng naik dari 47 persen pada 2024 menjadi 53 persen di 2025. Lonjakan ini dinilai bukan kebetulan. “Bunda sangat memahami bagaimana kondisi penyelenggaraan PAUD. Saya sangat mengapresiasi Bunda PAUD Jawa Tengah ini, sangat aware terhadap PAUD,” ujar Nia usai audiensi di Kantor Kemendikdasmen RI, Jumat (13/2/2026).
Baca juga: Praktisi PAUD: Fungsi Eksekutif Anak Dibentuk dari Pengalaman Hidup
Menariknya, secara kewenangan, PAUD ada di tangan pemerintah kabupaten/kota. Tapi Nawal dinilai tetap aktif mengoordinasikan, merangkul, dan menggerakkan ekosistemnya di level provinsi.
Apresiasi itu makin lengkap karena Nawal sebelumnya juga menerima penghargaan Apresiasi Bunda PAUD Nasional 2025 kategori Wiyata Dharma Madya. Menurut Nia, penghargaan itu sepadan dengan kerja nyata yang dilakukan.
Kemendikdasmen berharap program-program Bunda PAUD Jateng tak berhenti di level provinsi. Harus “turun gunung” sampai desa. “Yang sudah diinisiasi di provinsi harus in line sampai kabupaten, kota, kecamatan, dan desa,” tegasnya.
Program Unggulan
Dalam audiensi tersebut, Nawal memaparkan lima program unggulan yang jadi motor penggerak PAUD Jateng, yakni Jateng Sayang PAUD (Jateng Semangat Nyokong PAUD), PAUD Emas (PAUD Berbasis Masyarakat), Sedulor PAUD (Siji Desa Loro PAUD), Cilukba (Cerita lan Dolanan Karo Bapak) dan Kemitraan Semesta.
Program-program itu dirancang bukan cuma buat nambah angka partisipasi, tapi juga memperkuat kualitas layanan, lebih holistik, integratif, dan inklusif. Nawal menegaskan, audiensi ini juga jadi momen sinkronisasi dengan program prioritas kementerian, terutama soal revitalisasi dan digitalisasi pembelajaran PAUD.
Baca juga: Ngasuh Anak Zaman Now Ala Bunda PAUD Jateng
Langkah ini sejalan dengan program Pemprov Jateng yang mendorong wajib belajar satu tahun prasekolah lewat visi “Ngopeni Bocah Nglakoni Wajib Setahun Prasekolah”. “Revitalisasi dan digitalisasi PAUD jadi prioritas yang bisa kita sinergikan dengan kementerian,” kata Nawal.
Kadang yang paling menentukan masa depan bangsa bukan rapat besar atau proyek triliunan, tapi ruang kelas kecil penuh gambar warna-warni. Ketika PAUD naik 6 persen, itu bukan cuma angka statistik, itu tanda makin banyak bocah yang dapat start lebih adil. Karena generasi emas 2045 nggak lahir mendadak… dia dibentuk sejak belajar bilang “cilukba”. (tebe)


