Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Gebyuran Bustaman 2026: Ragam Tradisi Unik Sambut Ramadan di Semarang
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Gebyuran Bustaman 2026: Ragam Tradisi Unik Sambut Ramadan di Semarang

R. Izra
Last updated: Februari 15, 2026 5:43 pm
By R. Izra
2 Min Read
Share
Warga yang membungkus air warna warni buat gebyuran Bustaman. Minggu (15/02/2026). (dul)
Warga yang membungkus air warna warni buat gebyuran Bustaman. Minggu (15/02/2026). (dul)
SHARE

BACA AJA, SEMANGANG – Menyambut bulan suci Ramadan terasa berbeda di Kampung Bustaman, Semarang. Warga dan pengunjung dari luar kota berkumpul penuh antusias untuk meramaikan tradisi tahunan Gebyuran Bustaman, yang kali ini telah memasuki pelaksanaannya yang ke–14 sejak dibangkitkan kembali pada tahun 2012.

Sejak siang hari, suasana kampung berubah riuh. Beragam warna tampak pada wajah dan tubuh warga yang mencorat-coretkannya dengan adonan bedak berwarna hijau, merah, biru, putih, dan kuning sebelum acara gebyuran dimulai.

Mereka bercanda, tertawa, dan saling mewarnai sebagai simbol “dosa dan kesalahan” yang akan “dibersihkan”.

Bacaaja: Lebih dari Sekadar Tradisi, Dugderan Semarang Diperjuangkan Jadi Warisan Budaya Nasional
Bacaaja: Imlek dan Ramadan Datang Bersamaan, Agustina: Momentum Perkuat Toleransi

“Sebenarnya acara ini adalah bentuk menyambut bulan Ramadhan,” ujar Santoso (41), salah satu warga, Minggu (15/02/2026)

“Coret-coret wajah itu simbol dosa yang akan dibersihkan saat gebyuran nanti, maka dari itu setiap orang wajib ikut acara tersebut.” tambahnya sambil tertawa kecil.

Suasana santai dan penuh canda seperti inilah yang justru menjadi ciri khas tradisi ini bagi warga kampung.

Menurut Wawan (31), tradisi unik ini terinspirasi dari kebiasaan Kyai Bustaman, tokoh spiritual setempat, yang dahulu sering memandikan anak-anaknya sebagai bentuk penyucian menjelang Ramadhan.

“Awalnya Kyai Bustaman memandikan cucunya sebelum puasa, dan kini itulah yang kita lakukan bersama dalam bentuk gebyuran,” tambahnya. Minggu (25/02/2026)

Tidak hanya warga setempat, tradisi ini juga menarik perhatian masyarakat dari luar daerah. Ribuan orang berbaur bersama, saling menyiram air yang sudah disiapkan dalam bungkusan plastik warna-warni, ember, dan bahkan selang dari atas loteng rumah.

Air yang diguyurkan hingga basah kuyup bukan sekadar seru-seruan, tetapi juga diartikan sebagai pembersihan spiritual diri sebelum memasuki bulan puasa.

Sebelum perang air dimulai, warga juga melakukan nyadran di makam Kyai Bustaman sebagai wujud penghormatan dan rasa syukur.

Tradisi Gebyuran Bustaman telah menjadi bagian penting dari identitas budaya Kota Semarang. Meskipun sempat berhenti karena corona, semangat warga untuk menghidupkannya kembali telah membuat acara ini terus tumbuh dan makin ramai setiap tahunnya. (dul)

You Might Also Like

Robots in Workplaces: Future or Fad?

Isu BBM Bogor Tercampur Air, Setelah Dicek Hasilnya Cuma Begini…

Menilik Gunung Busuk yang Terus Bertumbuh di Jatibarang Semarang

Gempa 4,9 Guncang Bekasi: Jakarta Ikut Kaget, KRL Sempat Tersendat

Kesaksian Pengunjung Semarang Zoo: Makin Rapi, Satwa Tampak Lebih Sehat

TAGGED:bustamangebyurangebyuran bustamansambut ramadanSemarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article PSIS Ogah Degradasi, Persela Siap Ganggu Pesta
Next Article Gol Telat Rafinha Selamatkan Mahesa Jenar

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Guru Nggak Cuma Ngajar, Tapi Juga “Nahan” Medsos

April, Semarang Disulap Jadi “Arena Nasional”, Dari Balap Sampai Padel

Takut Di-Merger, Nggak Jadi Join: LPM Esensi Resmi “Pause” di 2026

Merger Jalan, Kaderisasi Jalan di Tempat: Persma UIN Walisongo Mulai Sepi Peminat

Antrean panjang warga di sebuah SPBU di kawasan Ngaliyan, Kota Semarang, Selasa (31/3/2026). Isu kenaikan harga BBM membuat warga panic buying.

BBM Aman, Elpiji Nggak Langka, Pemprov: Tenang, Nggak Usah Panik

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Unik

Jateng Gandeng Uni Eropa Kembangkan Produksi Beras Rendah Karbon

Juli 1, 2025
Viral

Ruang Laktasi Kok Buat Ngrokok, Satpol Kena Denda Deh

Februari 20, 2026
Viral

Rekahan Baru Mengintai, Ancaman Banjir Pandanarum Menggila

November 21, 2025
Gubernur Sumatra Utara (Sumut), Bobby Nasution.
Unik

Setelah OTT KPK di Sumut, Bobby Minta Kantor Pemerintah-Swasta Putar Lagu Indonesia Raya : Nasionalisme

Juli 2, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Gebyuran Bustaman 2026: Ragam Tradisi Unik Sambut Ramadan di Semarang
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?