Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Gaji Cuma “Nempel” di Kalender
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Gaji Cuma “Nempel” di Kalender

Harga cabai makin pedas, tapi upah buruh masih hambar. Ratusan pekerja di Semarang akhirnya nggak tahan lagi. Mereka datangi DPRD Kota Semarang buat nuntut kenaikan upah 100 persen. Bukan buat foya-foya, tapi biar bisa hidup tanpa harus ngitung beras per sendok.

T. Budianto
Last updated: November 4, 2025 10:41 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
AUDIENSI BURUH: Sejumlah serikat buruh di Kota Semarang melakukan audiensi dengan DPRD Kota Semarang terkait kenaikan UMK 2026, Senin (3/11). (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Ratusan buruh di Kota Semarang kompak ndatengin Gedung DPRD Kota Semarang di Jl Pemuda, Senin (3/11). Tujuannya cuma satu: minta upah naik 100 persen. Katanya, gaji sekarang udah nggak nyelamatin isi dompet, apalagi harga kebutuhan terus ngegas tanpa rem.

“Upah di Semarang jauh banget ketinggalan dari ibu kota provinsi lain,” ujar Sumartono, perwakilan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jawa Tengah. Dari hasil hitung-hitungan mereka, UMK Semarang 2026 seharusnya Rp4,1 juta, biar buruh nggak cuma hidup ‘ngepas’ tiap tanggal muda.

FSPMI juga minta upah sektoral (UMSK) buat industri yang risikonya tinggi, kayak logam dan maritim, dikasih tambahan 6 persen dari UMK. “Farmasi, tekstil, dan alas kaki minta naik 4 persen, sektor agro 2 persen,” lanjutnya.

Kalau tuntutan ini nggak direspons, buruh janji bakal lanjut aksi. “Hari ini DPRD, besok wali kota. Kalau tetep adem ayem, ya siap-siap lihat kami di jalan lagi,” tegas Sumartono.

Ketua Federasi Serikat Pekerja Indonesia Perjuangan (FSPIP) Jawa Tengah, Karmanto, juga sepakat, perjuangan buruh bukan buat hidup mewah, tapi biar bisa makan enak tanpa utang. “Upah buruh sekarang belum nyentuh realitas hidup. Kami cuma minta keadilan, bukan kemewahan,” katanya.

Jadi Penengah

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman, berusaha jadi penengah. Ia janji bakal fasilitasi dialog antara buruh dan Pemkot. “Kita nggak mau suasana memanas. Jadi, kita buka ruang diskusi bareng Disnaker, Dinas Perindustrian, dan bagian hukum,” ujarnya.

Pilus, sapaan akrabnya bilang, komunikasi itu penting biar aspirasi bisa nyambung tanpa harus pakai toa dan spanduk. “Kalau tiap pihak punya versi sendiri tapi nggak duduk bareng, ya ujung-ujungnya nggak ketemu,” tambahnya bijak. (tebe)

You Might Also Like

Pemprov Bakal Cek MBG di SMA 2 Kudus

Bayi di Aceh Makan Mi Instan, Wartawan Menangis Saksikan Anak-anak Kelaparan

601 Kursi Desa di Pati Kosong, KPK: Ini Desa atau Ruang Tunggu?

Bikin Naik Bus Makin Praktis, Pemprov Luncurkan Sistem Pembayaran Digital Trans Jateng

Adu Tarik UMK Kota Semarang: Buruh di 3,72 Juta, Pengusaha Ngerem di 3,64 Juta

TAGGED:buruh semarangdprd kota semarangheadlineupah buruh
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article BNN: 50 Nyawa Hilang Tiap Hari Gara-Gara Narkoba
Next Article Ekonomi Kota Semarang Ngebut, Dompet Warga Ikut?

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Wakil Ketua DPRD Jateng dari Fraksi Golkar, M Saleh.

Wacana Peralihan LPG ke DME, M Saleh: Sosialisasi Dulu, Jangan Sampai Bikin Warga Kaget

Ketua DPP PDIP, Ganjar Pranowo.

Survei IPI: Ganjar Masuk Tiga Besar Kandidat Capres 2029, Ada Nama Baru Masuk Radar

Terdakwa Andhi Nur Huda duduk di kursi pesakitan saat sidang putusan kasus korupsi BUMD Cilacap, di Tipikor Semarang, Rabu (11/2/2026). (bae)

Ringan Banget Banyak Diskon! Dituntut 18 Tahun, Koruptor Cilacap hanya Dihukum 2 Tahun

Sejumlah bambu ditanam warga untuk menyangga jembatan akses keluar-masuk dari dan ke Deliksari, Rabu (11/02/2026).

Longsor Ancam Akses Warga Gunungpati, Jembatan Deliksari Nyaris Ambruk

Nurul, pria asal pesisir selatan Blitar, mencium sarang tawon vespa peliharaannya.

Kisah Nurul, Pawang Tawon Vespa dari Blitar: Dengungnya seperti Lagu Nostalgia

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, Rachmat Pambudy.
Unik

Menteri Perencanaan Pembangunan Bilang Lebih Penting MBG daripada Lapangan Kerja

Januari 29, 2026
Anies Baswedan ngajak foto bareng intel-intel yang membuntutinya di sebuah warung makan di Karanganyar.
Viral

Viral! Intel Buntuti Anies di Warung Makan Karanganyar, Eh Malah Diajak Foto Bareng

Februari 2, 2026
Info

DPRD Minta Plaza Simpang Lima Dihidupkan Lagi

Januari 31, 2026
Unik

Lampung Tuan Rumah Porwanas 2027

Februari 8, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Gaji Cuma “Nempel” di Kalender
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?