BACAAJA, SEMARANG – Kekalahan PSIR Rembang atas Persak Kebumen tak berhenti di papan skor. Skor 0-2 justru jadi pemantik emosi. Kericuhan tak bisa dibendung.
Begitu peluit panjang berbunyi, suasana mendadak pecah. Teriakan dari tribun makin keras. Raut kecewa berubah jadi amarah.
Sebagian suporter PSIR bergerak ke depan. Pagar pembatas dijebol, memaksa turun ke lapangan. Mereka menyasar wasit pertandingan bernama Dwi Purba Adi Wicaksana.
Bacaaja: PSIS Kunci Skuad: Thaufan-Kristof Jadi Puzzle Terakhir
Bacaaja: Keren Nih! BRI Resmi Jadi Sponsor Barcelona sampe 2027, Fans Indonesia Akses Eksklusif
Dalam rekaman video amatir, sang pengadil berkaus putih tampak menjadi objek amukan. Dorongan, tendangan, hingga pukulan melayang ke arah wasit.
Wasit tampak berlari menjauh. Ia berusaha mencari celah di tengah lapangan.
Namun massa keburu mendekat. Dorongan datang dari berbagai arah. Wasit sempat kehilangan keseimbangan dan jatuh.
Belum sempat berdiri, serangan kembali datang. Ia dipukul lagi, lalu ditendang. Lapangan hijau berubah jadi arena kekacauan.
Aparat keamanan sebenarnya sudah masuk. Lebih dari 20 polisi dengan tameng dan pentungan berusaha mengurai kericuhan. Mereka mencoba membuka jalan dan melindungi wasit.
Tapi jumlah aparat kalah jauh. Massa terus menekan. Situasi sulit dikendalikan dalam waktu singkat.
Dari tribun, emosi juga tak kalah panas. Botol minum dan barang apa saja yang ada di tangan melayang ke lapangan. Lemparan menyasar ke arah wasit dan petugas.
Bahkan, kericuhan tak cuma terjadi di dalam stadion. Di luar pagar, situasi juga memanas. Adu mulut hingga dorong-dorongan terjadi di beberapa titik. (*)


