BACAAJA, TEMANGGUNG – Kabar baik buat warga Temanggung yang pengin jadi petugas haji. Meski sempat diwacanakan ditiadakan, Tim Petugas Haji Daerah (TPHD) tetap dibuka di musim haji 2026.
Bedanya, tahun ini formasi dipangkas. Kalau biasanya ada tiga posisi: Pembimbing Ibadah, Petugas Kesehatan, dan Layanan Umum, di 2026 TPHD cuma dibuka untuk Petugas Kesehatan dan Layanan Umum.
Kepala Bagian Kesra Setda Temanggung, Tulus Mardiyono, menyebut Temanggung mendapat kuota 5 petugas, terdiri dari 2 petugas kesehatan dan 3 petugas layanan umum.
Bacaaja: Arab Perketat Aturan Haji: Gak Sehat, Gak Boleh Berangkat
Bacaaja: Gak Punya Lahan Strategis, 14 Desa di Temanggung Pengin Sewa Aset Negara untuk KDMP
“Sekarang kami masih menunggu jadwal resmi rekrutmen dari Kementerian Haji dan Umrah. Untuk syarat, masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya,” kata Tulus.
Meski formasi lebih sedikit, seleksi dipastikan bakal super ketat. Soalnya, tantangan melayani jamaah haji di 2026 diprediksi makin kompleks.
Belajar dari musim haji 2025, petugas harus siap menghadapi berbagai skema baru.
Mulai dari pembagian syarikah, kemungkinan beda hotel dengan jamaah, sistem murur di Muzdalifah, tanazul di Mina, sampai penggunaan kartu nusuk untuk masuk ke Masjidil Haram, Arafah, dan lokasi ibadah lainnya.
Ketua KBIH Babusalam, KH Mustahal Nasuha, menambahkan, pemerintah Arab Saudi kini makin gencar menerapkan sistem digital di berbagai tempat ibadah.
“Petugas harus melek IT. Smartphone yang canggih dan kemampuan mengoperasikannya sangat menentukan kinerja di lapangan,” ujarnya.
Sementara itu, Kantor Kementerian Haji dan Umrah Temanggung memperkirakan sekitar 850 jamaah haji akan diberangkatkan tahun 2026.
Jemaah dibagi dalam dua kloter dan dijadwalkan berangkat di gelombang kedua melalui embarkasi YIA Yogyakarta. (*)


