Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Fakta Menarik Gus Baha, Ternyata Tidak Suka Tangannya Dicium Saat Salaman, Ini Alasannya
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Fakta Menarik Gus Baha, Ternyata Tidak Suka Tangannya Dicium Saat Salaman, Ini Alasannya

Gus Baha mengaku tidak terlalu suka kalau setiap kali salaman tangannya dicium. Bukan karena merasa risih, tapi karena khawatir muncul penyakit hati, baik dari yang mencium maupun dari dirinya sendiri.

Nugroho P.
Last updated: September 15, 2025 9:00 am
By Nugroho P.
2 Min Read
Share
KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Tradisi salaman sambil mencium tangan kiai sudah jadi pemandangan biasa di pesantren dan majelis taklim. Biasanya, itu dianggap wujud hormat dari santri kepada guru. Tapi, sebagai kieia besar KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau akrab disapa Gus Baha justru punya pandangan unik yang bikin banyak orang kaget sekaligus kagum.

Dalam sebuah ceramah yang dikutip dari di kanal YouTube Santri Gayeng, Gus Baha mengaku tidak terlalu suka kalau setiap kali salaman tangannya dicium. Bukan karena merasa risih, tapi karena khawatir muncul penyakit hati, baik dari yang mencium maupun dari dirinya sendiri.

“Yang mencium rawan hina, yang dicium rawan ujub,” begitu kata Gus Baha lugas. Ia menekankan, sunnah Rasulullah memang membolehkan salaman dengan mencium tangan, tapi niatnya harus lurus. Kalau sampai bikin orang merasa lebih mulia atau lebih rendah, itu justru berbahaya.

Murid kinasih Mbah Maimoen Zubair ini  bahkan menyinggung teladan Uwais Al-Qarni, tokoh besar dalam sejarah Islam yang terkenal rendah hati. Uwais disebut pernah menolak salaman agar terhindar dari rasa bangga yang bisa merusak keikhlasan. Dari situlah Gus Baha belajar, bahwa kadang menolak cium tangan justru lebih selamat bagi hati.

Menurutnya, adab kepada ulama tidak melulu soal simbol fisik seperti salaman dan mencium tangan. Menghormati guru juga bisa lewat hal sederhana: mendoakan, menyimak ilmunya, dan mengamalkan ajaran dalam kehidupan sehari-hari.

Menariknya, Gus Baha tidak serta-merta melarang orang bersalaman dengannya. Ia memilih jalan tengah: salaman boleh, tapi tidak selalu disertai dengan cium tangan. Sikap itu ia sebut sebagai “madzhab pribadi” yang lahir dari pertimbangan panjang demi menjaga kejernihan hati.

Pesan dari Gus Baha ini sederhana tapi dalam: hormat itu penting, tapi jangan sampai cara kita menunjukkan hormat justru menjerumuskan pada kesombongan atau merendahkan diri sendiri. Bagi Gus Baha, menjaga hati tetap bersih jauh lebih berharga daripada sekadar mempertahankan tradisi yang bisa bikin lalai. (*)

You Might Also Like

Layaknya Bom, Ledakan di SMA 72 Bikin Panik, Asap, dan Suara Menggelegar di Tengah Pelajaran

Si Bawor dari Banyumas, Perjalanan Sapi Kurban Presiden Prabowo hingga ke Meja Warga

Luthfi Klaim Koperasi Merah Putih di Jateng Mampu Serap 68.000 Tenaga Kerja, Bagaimana Perhitungannya?

Ketahuan Palak Cewek, Polisi Pangkat Aiptu Dihukum Guling di Aspal

Puan Maharani Diminta Berpidato Dalam Forum Global di Kampus CSUS Amerika

TAGGED:berita islamiceramah gus bahacium tangancium tangan kiaigus bahakajian islami
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Saat Walikota Se,arang Agustina Wilujeng memerankan tokoh Sang Hyang Wenang dalam lakon Sang Panilih dalam gelaran Wayang On The Street di Kota Lama Semarang bersama Wayang Orang Ngesti Pandowo. Foto: dok/humas Wayang Orang On The Street Kota Lama: Walikota Agustina jadi Sang Hyang Wenang
Next Article Friendship Run Borobudur Marathon 2025 di Surakarta jadi bukti sport tourism mampu mendongkrak ekonomi daerah. Sekda Jateng Sumarno dorong UMKM terlibat maksimal. Dengan dukungan Bank Jateng dan Pemprov, event ini siap jadi mesin penggerak ekonomi berbasis wisata olahraga.. Foto: dok/humas Borobudur Marathon Bukan Sekadar Lari: Sport Tourism Jadi Mesin Ekonomi Jawa Tengah

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

SINDIR PEMERINTAH--Warga Kandri saat upacata HUT RI cosplay mengkritik ucapan Prabowo soal pengupas bawang. (bae)

Warga Kandri Cosplay Jadi Juragan Bawang saat HUT RI, Sindir Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu

BANGUNAN ROBOH - Sebuah bangunan di NTT roboh setelah diguncang gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8/2026).

Update Gempa NTT: BNPB Nyatakan Korban Tewas Bertambah Jadi 68 Jiwa

UPACARA UNIK--Emak-emak Kampung Gang Presiden, Kelurahan Ngijo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, mengenakan kostum daur ulang sampah plastik saat menggelar upacara bendera HUT Kemerderkaan ke-81 Republik Indonesia (RI), Senin (17/8/2026). (ist)

Bukan Upacara Biasa! Emak-emak Gang Presiden Puntan Pakai Kostum Daur Ulang Sampah

Bidan Ngada Berjuang Terangi Persalinan Pakai HP

Kenapa Perempuan Lebih Rentan Cedera ACL?

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Tiga pejabat Bapenda Kota Semarang bersaksi di sidang korupsi Mbak ita di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (7/7/2025). (bae)
Unik

Cerita Pejabat Bapenda Semarang Diperintah Atasan Bakar Catatan Iuran Setoran Mbak Ita

Juli 8, 2025
Unik

Banjir Ganas di Pakistan: Ratusan Nyawa Melayang, 200 Orang Masih Hilang

Agustus 18, 2025
Unik

Mantan Presiden AS Joe Biden Diduga Kena Kanker Prostat Agresif, Kondisi Mengkhawatirkan

Mei 19, 2025
Tips

Anak Ogah Makan Sayur? Trik Santai Ini Malah Lebih Ngena

Juli 5, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Fakta Menarik Gus Baha, Ternyata Tidak Suka Tangannya Dicium Saat Salaman, Ini Alasannya
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?