BACAAJA, SEMARANG- Musim ini belum juga sampai separuh jalan, tapi PSIS Semarang sudah harus masuk mode “darurat perombakan”. Setelah serangkaian hasil yang bikin suporter geleng-geleng, manajemen akhirnya menekan tombol reset: melepas Ega Raka Ghalih dari kursi pelatih kepala.
Keputusan itu sekaligus mengakhiri perjalanan Ega yang cukup berliku. Datang sebagai asisten, kemudian naik jadi kartaker setelah Kahudi Wahyu didepak, dan tak lama kemudian diberi mandat pelatih kepala.
Sebuah proses yang cepat, tapi juga berakhir cepat. CEO PSIS, Datu Nova Fatmawati, menegaskan keputusan pemutusan kerja sama itu lahir dari evaluasi menyeluruh yang menurutnya tak bisa ditunda lagi.
“Setelah evaluasi menyeluruh, kami memutuskan mengganti pelatih kepala yakni Coach Ega,” jelas Datu Nova dalam rilis resmi, Rabu (19/11) malam.
PSIS sendiri memang sedang berada di titik paling sepi cahaya. Alih-alih bangkit dari keterpurukan di awal musim, performa Mahesa Jenar justru makin merosot tanpa tanda-tanda stabil.
Dasar Klasemen
Dua poin saja dari belasan laga membuat mereka terperosok ke dasar klasemen Championship 2025/2026. Kekalahan telak 0-4 dari Persipura Jayapura di Stadion Jatidiri, Selasa (18/11), menjadi laga pamungkas bagi Ega, momentum yang sekaligus menutup episode singkatnya sebagai nakhoda tim.
Tidak ingin larut dalam drama, manajemen langsung ambil langkah cepat. Datu Nova menegaskan PSIS sedang mengebut proses pencarian pelatih baru yang diharapkan bisa membawa perubahan nyata, bukan sekadar tambal sulam. “Pelatih kepala baru akan segera kami umumkan,” katanya. (tebe)


