BACAAJA, JAKARTA – Indonesia tiba-tiba jadi sorotan global. Board of Peace (BoP), lembaga perdamaian anyar bentukan Presiden AS Donald Trump, resmi menyambut Indonesia sebagai founding member alias anggota pendiri.
BoP atau Dewan Perdamaian Trump diluncurkan dalam seremoni di sela World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1).
Presiden RI Prabowo Subianto ikut tanda tangan langsung, barengan dengan sejumlah pemimpin dunia lainnya.
Bacaaja: Beda Sikap! China Tolak Keras Dewan Perdamaian Trump, Indonesia Manut Amerika
Bacaaja: Indonesia Gabung Dewan Keamanan Trump Bayar Rp16,9 Triliun? Nurut Banget Sama Amerika
Misinya terdengar besar: dorong gencatan senjata Gaza, rekonstruksi wilayah, dan perdamaian berbasis hukum internasional.
Yang bikin ramai, dengan tanda tangan ini Indonesia satu barisan dengan Israel di dalam Board of Peace. Tak hanya itu, Presiden Prabowo setuju untuk bayar iuran sukarela sebagai anggota dengan nomial mencapai hampir Rp17 triliun, tepatnya Rp16,7 triliun.
Selain Indonesia, negara lain yang ikut jadi anggota pendiri antara lain Arab Saudi, Qatar, UEA, Turkiye, Pakistan, Argentina, hingga Israel.
Beberapa hari setelah peluncuran, tepatnya Rabu (28/1/2026), akun X resmi @BoardOfPeace mengunggah sambutan khusus untuk Indonesia.
Postingan itu menampilkan bendera Merah Putih berdampingan dengan bendera AS, lengkap dengan tulisan:
“Indonesia has joined the Board of Peace.”
Tak cuma itu, Board of Peace juga menyebut Indonesia sebagai founding member dalam organisasi internasional yang mereka klaim “terus berkembang”.
Uniknya, sampai Rabu sore, Israel justru belum mendapat sambutan khusus serupa, padahal sama-sama anggota dan dikenal sebagai sekutu dekat AS.
Logo Board of Peace sendiri juga ikut disorot. Bentuknya globe berpusat di Amerika Serikat, hanya menampilkan belahan bumi barat, diletakkan di atas perisai dengan ranting zaitun berwarna emas. Logo ini sudah dipakai sejak acara peluncuran di Swiss.
Sambutan ini muncul sehari setelah Menlu RI Sugiono mengonfirmasi bahwa Indonesia akan ikut berkontribusi dana secara sukarela ke Board of Peace. Tapi, ia menegaskan Indonesia tidak membayar iuran permanen US$1 miliar (sekitar Rp17 triliun) yang jadi syarat anggota tetap.
“Ini bukan membership fee,” tegas Sugiono. Menurutnya, kontribusi Indonesia lebih diarahkan untuk rekonstruksi Gaza dan penyelesaian konflik Palestina. Semua negara undangan, termasuk Indonesia, otomatis jadi anggota selama tiga tahun tanpa biaya wajib.
Soal nominal kontribusi? Pemerintah masih rapat-rapat.
Singkatnya:
- Indonesia resmi masuk Board of Peace
- Prabowo teken langsung di Davos
- Iuran sifatnya sukarela, nilainya mencapai Rp17 triliun
Dan posisi Indonesia kini ada di forum global yang sensitif, plus penuh sorotan. (*)


