Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Drama Korupsi Sritex Setelah Tutup Operasional
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Drama Korupsi Sritex Setelah Tutup Operasional

Meskipun resmi ditutup 1 Maret 2025, PT Sritex menyisakan sejumlah persoalan hukum. Terakhir, eks Dirut Sritek Iwan Setiawan Lukminto yang sekarang menduduki jabatan komisaris utama ditangkap Kejaksaan Agung, Selasa 20 Mei 2025 lalu ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan.

baniabbasy
Last updated: Mei 23, 2025 4:16 pm
By baniabbasy
4 Min Read
Share
Iwan Setiawan Lukminto, Komisaris Utama (Komut) Sritex.
Iwan Setiawan Lukminto, Komisaris Utama (Komut) Sritex.
SHARE

PENAHANAN eks Dirut PT Sri Rejeki Isman Tbk. (PT. Sritek) Iwan Setiawan Lukminto menjadi drama penutup perusahaan yang memproduksi pakaian khusus untuk tentara tersebut.

PT Sritex sendiri tutup secara resmi 1 Maret 2025 setelah dinyatakan pailit dan tidak mampu menuup hutang-hutangnya pada Oktober 2024. Meskipun resmi ditutup, namun perusahaan tersebut menyisakan sejumlah persoalan hukum. Terakhir, eks Dirut Sritek Iwan Setiawan Lukminto ditangkap Kejaksaan Agung, Selasa 20 Mei 2025 dan sehari setelahnya naik status ditahan.

Sebelum dinyatakan pailit, PT Sritex terjerembab pada hutang bank yang cukup besar. Selain pada bank swasta seperti BCA, Permata, juga Bank Muamalat, perusahaan tekstil yang ada di Sukoharjo, Jawa Tengah ini juga terlilit hutang di bank plat merah yaitu BNI, Bank BJB, Bank Jateng, dan Bank DKI.

Total hutang Sritek ke bank plat merah tersebut mencapai Rp 4,2 triliun. Rinciannya Rp 2,9 triliun di BNI, Rp 611 miliar di Bank Jabar Banten (BJB), Rp 502 miliar di Bank Jateng dan Rp 185 miliar di Bank DKI. Sayangnya, pemberian kredit oleh bank-bank plat merah ini menjadi kredit macet.

Keberanian bank-bank pemerintah mengucurkan kredit ke Sritex ini menjadi tanya besar. Mengingat kredit itu diberikan kepada perusahaan yang sedang dalam proses pailit di pengadilan.

Apalagi jika melihat kewajiban keuangan (liabilitas) Sritek sangat tinggi mencapai Rp 25 triliun, dengan kondisi aset dan modal (ekuitas) yang dimilikinya hanya Rp 16 triliun, mengapa kredit itu diloloskan. Hasil kurasi tim kurator jelas menunjukkan bahwa modal dan aset Sritek jauh dibawah kewajiban dan tanggungan hutangnya.

Kejaksaan Agung diharapkan mengusut tuntas kasus ini. Desas-desus yang berkembang, ada dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan  Iwan Setiawan. Sejumlah dugaan tindak pidana yang dilakukan yaitu penggunaan dokumen palsu, menggelembungkan nilai piutang, mengagunkan aset yang sebelumnya sudah diagunkan, penggunaan utang tidak sesuai dengan peruntuknya, dan dugaan tindak pidana pencucian uang.

Jika dugaan-dugaan tindak pidana itu benar adanya, maka kejahatan ini sangat jelas sudah direncanakan sejak awal. Artinya sebelum Sritex mengajukan kredit ke BNI, BJB, Bank Jateng dan Bank DKI, bisa jadi Iwan Setiawan sudah menyiapkan dokumen-dokumen palsu agar pengajuan kredit disetujui.

Terkait dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU), Kejagung tinggal mengusut catatan keuangan di masing-masing bank dan PT Sritek sendiri. Apakah benar, besaran nominal kredit yang diberikan, itu sama persis dengan nominal kredit yang diterima dan dicatat dalam keuangan perusahaan. Sebab isu yang beredar, ada selisih angka dalam buku catatan keuangan pihak bank dengan Sritek. Catatan Bank Jabar Banten misalnya. Dalam catatan keuangan BJB, kredit yang diajukan Sritex dan disetujui sebesar Rp 611 miliar. Namun dalam catatan Sritex, mereka hanya menerima sekitar Rp 570 miliar.

Bank Jateng yang dalam catatan keuangannya menyetujui dan memberikan kredit ke Sritex sebesar Rp 502 miliar, dalam catatan keuangan Sritex hanya menerima Rp 450-an miliar. Jika ini benar, maka sangat tidak mungkin Iwan Setiawan menjalankan kejahatannya sendirian.

Bahkan jika tidak ada jaminan keamanan dari petinggi negeri dan petinggi bank-bank tersebut, sangat tidak mungkin Iwan Lukminto melangkah mulus dalam menjalankan niat jahatnya. Apakah para pimpinan bank-bank negara ini juga berani memberikan kredit ke perusahaan yang sudah di ujung ajalnya?

Secara logika, tentu tidak akan berani, kecuali pejabat pemegang saham utama merestui pengucuran kredit tersebut. Kita tunggu saja pengusutan yang dilakukan Kejagung. Sementara ini, selain Iwan, Kejagung turut menetapkan tersangka Pemimpin Divisi Korporasi dan Komersial PT BJB Tahun 2020 berinisial DS dan Direktur Utama PT DKI Jakarta Tahun 2020 berinisial ZM.

You Might Also Like

Pemprov Jateng Perbanyak Pompa di Pantura Sayung, Efektif Tangani Rob?

Science Spotlight: Diving into Fascinating Scientific Discoveries

Kapolri Mundur? Atau Drama Sinetron Politik 17+8 Kembali Menggema?

Ada Masalah Apa dengan Putusan Kasus Agnez Mo?

KLH Akui Keanekaragaman Hayati di Indonesia Terus Menurun, Bagaimana dengan Raja Ampat?

TAGGED:dirut sritex ditangkap kejagungKomut Sritex Ditahan Kejagung
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Iwan Setiawan Lukminto, Komisaris Utama (Komut) Sritex. Bos Sritex Iwan Setiawan Lukminto Ditahan Kejagung, Tersangka Kredit Fiktif Rp692 Miliar
Next Article Komisaris Utama (Komut) PT Sritex, Iwan Setiawan Lukminto. Tersangka Kredit Fiktif, Iwan Lukminto Pernah Singgung Permendag Era Jokowi Bikin Sritex Bangkrut

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PEMER MEDALI--Nava (dua dari kiri) dan koleganya pamer medali usia mengikuti Soekarno Run SOC 2026. (bae)

Kesaksian Wabup Purworejo hingga Pelari Pemula: Soekarno Run 2026 Bikin Ketagihan

OMZET MENINGKAT--Kedai Bunzen Coffee di kawasan Alun-Alun Utara Keraton Surakarta dipenuhi konsumen yang habis ikut Soekarno Run SOC 2026. (bae)

Berkah Soekarno Run 2026: UMKM Solo Ketiban Rezeki, Dagangan Laris Sejak Subuh

PAPARAN - Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar, Andhika Satya Wasistho menyampaikan pemaparan terkait tanggung jawab industri saat Kunjungan Kerja Panitia Khusus DPR RI dalam rangka pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Desain Industri ke Provinsi Jawa Tengah.

Usul Progresif Legislator Muda Andhika Satya: Industri Abaikan Warga dan UMKM Kena Sanksi

KOSTUM UNIK--Pelari bersayap mengikuti Soekarno Run SOC 2026 di Surakarta, Minggu (28/6/2026). (bae)

Peri Bersayap hingga Trio Manekin Ikut Ramaikan Soekarno Run 2026

Kota Semarang Siap Sambut 8.000 Kafilah

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Unik

Kombinasi Warna Terbaik untuk Cat Hijau, Inspirasi Segar untuk Rumah Idaman

Juni 13, 2025
Ketua DPR RI Puan Maharani menerima dokumen laporan hasil investigasi dugaan penyelewengan penyelenggaraan haji tahun 2025 dari Ketua Timwas Haji DPR RI Cucu Ahmad Syamsurijal. Foto: dok/humas
Unik

KPK Segera Panggil Gus Yaqut Terkait Indikasi Jual Beli Kuota Haji

Juli 26, 2025
Tips

Rekomendasi Sepatu Wanita Paling Nyaman untuk Jalan Kaki

September 17, 2025
Sururi sang 'Profesor Mangrove' berbincang dengan host Lakol Lokal Bacaajadotco.
Lakon Lokal

Sururi ‘Profesor Mangrove’ Semarang: Wariskan Kelestarian Alam untuk Anak-Cucu

Januari 6, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Drama Korupsi Sritex Setelah Tutup Operasional
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?