BACAAJA, SEMARANG – Atmosfer panas langsung terasa di partai final Liga 4 Jawa Tengah musim 2025/2026. Di Stadion GOR Jatidiri, Senin (16/2/2026), dua tim ngotot habis-habisan demi satu kata: juara.
Persibangga Purbalingga bentrok sengit dengan Persak Kebumen. Dari menit awal, tempo laga udah tinggi, duel keras di lini tengah nggak bisa dihindari.
Babak pertama berjalan ketat. Peluang ada, tapi penyelesaian akhir masih belum nemu celah. Skor kacamata bertahan sampai turun minum.
Masuk babak kedua, tensi makin naik. Persibangga akhirnya pecah telur lebih dulu lewat aksi Andre Aditya.
Pakai nomor punggung 7, Andre bikin stadion bergemuruh di menit ke-48. Umpan matang dari sisi lapangan langsung disambar tanpa ampun, bola meluncur deras dan gol!
Tapi Persak jelas nggak datang cuma buat jadi figuran. Menit ke-64, mereka balas lewat Ridwan Adimas Yudatama.
Golnya lahir dari lemparan ke dalam yang keras dan bikin lini belakang Persibangga kelabakan. Kiper Aldiano Sefiola gagal mengamankan bola, skor pun imbang 1-1.
Sisa waktu normal berlangsung tegang. Kedua tim saling serang, tapi nggak ada gol tambahan tercipta.
Menjelang injury time, pelatih Persibangga coba gambling. Yohan Patrick dimasukkan buat nambah daya dobrak di depan.
Namun sampai peluit panjang berbunyi, papan skor tetap 1-1. Final pun harus ditentukan lewat adu penalti, momen yang selalu bikin jantung serasa copot.
Satu per satu algojo maju. Eksekusi demi eksekusi berjalan dramatis, nggak ada yang mau kalah mental.
Total 12 penendang dari masing-masing tim harus turun tangan. Bahkan kiper pun ikut nendang, tekanan makin gila.
Akhirnya, momen penentu datang saat Aldiano Sefiola sukses menepis satu tendangan krusial. Stadion meledak, pemain Persibangga langsung berhamburan ke lapangan.
Skor adu penalti 12-11 jadi penutup malam penuh drama itu. Persibangga resmi keluar sebagai juara Liga 4 Jawa Tengah.
Usai laga, Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, nggak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Menurutnya, kemenangan ini lahir dari persiapan yang matang dan kerja keras semua elemen tim.
“Ini jadi bukti dari persiapan yang sangat baik. Ikhtiar yang maksimal,” ucapnya.
Ia juga mengapresiasi manajemen, pelatih, pemain, sampai suporter yang setia mendukung ke mana pun tim melangkah.
Tapi perjalanan belum selesai. Di depan mata sudah menunggu Liga 4 Nasional pada April–Mei.
Harapannya jelas, Persibangga nggak cuma numpang lewat. Target berikutnya adalah promosi ke Liga 3.
“Perjuangan belum selesai. Semoga Persibangga bisa terus sukses dan harapannya promosi ke Liga 3. Persibangga hari ini: membanggakan!” tegasnya.
Malam itu, bukan cuma soal trofi. Ini tentang mental baja, adu nyali dua belas penalti, dan nama Purbalingga yang bergema di Jatidiri. (?*)


