BACAAJA, JAKARTA- Ketua DPR RI, Puan Maharani bersuara keras soal gugurnya prajurit Indonesia dalam misi perdamaian di Lebanon. Ia mendorong komunitas internasional untuk bertanggung jawab atas serangan terhadap pasukan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) yang diduga kuat melibatkan Israel.
Puan juga mendukung langkah pemerintah Indonesia yang meminta investigasi menyeluruh atas insiden tersebut. “Negara berhak meminta pertanggungjawaban komunitas internasional sebagai bentuk perlindungan bagi setiap tumpah darah Indonesia,” tegasnya.
Baca juga: 2 Prajurit TNI Kembali Gugur di Lebanon, Total 3 TNI Gugur Diserang Militer Israel
Ia pun menyampaikan duka mendalam atas gugurnya para prajurit yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan. Menurut Puan, pengorbanan ini jadi pengingat keras bahwa posisi Indonesia di panggung global bukan cuma soal diplomasi di meja rapat, tapi juga keberanian hadir langsung di tengah konflik. “Ini bukan sekadar simbol. Ini nyata, dan ada risiko besar di baliknya,” ujarnya.
Ia menilai, penghormatan terbaik untuk para prajurit yang gugur bukan hanya seremoni, tapi memastikan pengabdian mereka berdampak, baik bagi kesadaran nasional maupun internasional soal pentingnya perdamaian.
Mandat Internasional
Lebih jauh, Puan juga menyoroti bahwa misi perdamaian dunia kini bukan lagi “zona aman”. Menurutnya, konflik global makin kompleks dan berbahaya, bahkan bagi pasukan yang berada di bawah mandat internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa.
“Ketika prajurit kita gugur dalam misi damai, itu bukti bahwa komitmen ini dibayar mahal,” katanya. Ia pun mengingatkan pentingnya keseimbangan antara peran aktif Indonesia di dunia internasional dan perlindungan maksimal terhadap prajurit di lapangan.
Nama-nama prajurit yang gugur pun jadi pengingat nyata dari harga sebuah perdamaian: Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan. Sementara beberapa lainnya mengalami luka dalam dua insiden berbeda di Lebanon selatan.
Baca juga: Militer Israel Serang Sesama Anggota BoP, Satu Personel TNI di Lebanon Gugur
Menutup pernyataannya, Puan menyerukan agar konflik segera dihentikan dan mendesak PBB bertindak lebih tegas. “Perang harus dihentikan. Sudah terlalu banyak korban berjatuhan,” pungkasnya.
Dunia sering bilang “pasukan perdamaian”, tapi realitanya tetap kirim mereka ke tengah perang. Dan ironisnya, saat korban jatuh, yang ribut cuma berita, sementara keadilan masih antre panjang di meja internasional. (tebe)


