BACAAJA, SEMARANG- Aksi unjuk rasa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Semarang Raya di Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Kamis (22/10/2026), mengalami pergeseran dinamika.
Setelah sebelumnya memusatkan aksi di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah dengan berorasi dan membakar ban, massa mahasiswa kini mulai bergerak bergeser ke arah utara.
Namun, pergerakan massa menuju kawasan Lapangan Simpang Lima maupun ke arah Taman Indonesia Kaya langsung mendapat penghadangan ketat dari aparat kepolisian.
Dari pantauan di lapangan, petugas kepolisian berpakaian dinas lengkap dengan helm pengaman, pelindung badan, serta perisai transparan telah membentangkan barikade rapat di sepanjang badan jalan untuk menutup ruang gerak dan menahan laju massa.
Suasana Tegang
Suasana tegang mewarnai pertemuan tatap muka langsung antara barisan mahasiswa dan barikade polisi. Tampak sejumlah mahasiswa berdiri berhadapan sangat dekat dengan tameng petugas, bahkan sesekali melempar tendangan dan pukulan ke tameng aparat.
Dalam aksi ini, sebanyak 2.901 personel gabungan diterjunkan untuk mengamankan situasi. Pengamanan difokuskan di sejumlah titik strategis Kota Semarang, mulai dari Kantor Gubernur Jateng hingga kawasan Simpang Lima dan Tugu Muda.
Polrestabes Semarang bersama Polda Jateng, TNI, dan instansi terkait menyiapkan personel untuk menjaga keamanan lokasi aksi, mengantisipasi kepadatan lalu lintas, serta memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan aman. (bae)

