BACAAJA, SEOUL- Nggak cuma ngomongin drama dan skincare, kali ini hubungan Indonesia dan Korea Selatan naik level ke arah yang lebih “green”. Ketua DPR RI, Puan Maharani, ngajak Korsel buat kolaborasi di investasi hijau dan kerja sama budaya yang lebih berkelanjutan.
Dalam pertemuan sama Ketua Majelis Nasional Korsel, Woo Won-shik, Puan bilang kalau kerja sama dua negara ini bisa jadi mesin penggerak ekonomi hijau di kawasan Asia. Apalagi, Korsel termasuk negara yang rajin banget ngegas transisi ke ekonomi rendah karbon.
“Saya apresiasi banget komitmen Korea di transisi hijau, dan kita juga siap kolaborasi di energi terbarukan kayak tenaga surya, angin, sampai hidrogen,” kata Puan di sela Forum Konsultasi Ketua Parlemen MIKTA ke-11 di Seoul, Rabu (13/11).
Puan juga nyentil soal Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA) yang udah berlaku sejak 2023. Katanya, perjanjian itu jangan cuma di atas kertas, tapi harus banyak proyek nyata yang bisa dirasain langsung masyarakat dua negara.
Hubungan Budaya
Nggak cuma soal energi, Puan juga nyorot pentingnya hubungan budaya sebagai pondasi jangka panjang. Menurutnya, budaya tuh jembatan yang bikin dua bangsa makin deket, apalagi buat generasi muda.
“Bayangin aja kalau makin banyak anak muda Indonesia belajar bahasa Korea, dan sebaliknya. Itu bukan cuma soal bahasa, tapi juga soal saling ngerti satu sama lain,” ujarnya.
Ia juga dorong pertukaran anak muda, program kepemimpinan, sampai kolaborasi start-up biar hubungan dua negara ini nggak cuma formal, tapi juga produktif dan kreatif.
Puan percaya, parlemen punya peran penting buat nyambungin aspirasi rakyat dan bikin masa depan dua bangsa lebih berkelanjutan. “Mari saling dukung di forum internasional dan bikin aksi nyata, bukan cuma wacana,” tutupnya.
Diketahui, MIKTA merupakan grup negara-negara middle power (kekuatan menengah) yang terdiri dari Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, dan Australia. Sementara MIKTA Speakers’ Consultation merupakan forum konsultatif Ketua Parlemen anggota MIKTA. Diketahui pula, kehadiran Puan merupakan undangan agenda kenegaraan.
Kalau K-Pop udah sukses nyebarin budaya Korea ke seluruh dunia, semoga aja investasi hijaunya juga bisa “nular” ke Indonesia, biar yang hijau bukan cuma lightstick pas konser. (tebe)


