BACAAJA, SEMARANG- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Semarang ngajuin diri buat ikut nyokong program Makan Bergizi Gratis (MBG). Katanya, fasilitas di dalam lapas mau disulap jadi dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kepala Lapas Semarang, Ahmad Tohari bilang, sarana dan orangnya sudah siap. Warga binaan atau napi bisa dilibatkan langsung buat operasional dapur. Salah satu gedung yang disiapkan ada di area Bimbingan Kerja. Lokasinya dinilai paling masuk akal buat dijadikan dapur MBG.
“Setelah kami lihat dan ukur, gedung di Bimker itu memungkinkan untuk pembuatan SPPG. Luasnya kurang lebih sekitar 390 meter persegi,” kata Tohari. Gedung itu sebelumnya dipakai buat produksi kursi sintetis. Tapi sekarang kegiatannya mandek dan sudah jarang dipakai.
Baca juga: 3 Napi Terorisme Lapas Magelang Ikrar Setia NKRI
Produksi kursi sempat jalan sekitar enam bulan. Lalu berhenti karena kebijakan ekspor bikin rekanan usaha kewalahan. “Karena ada kebijakan tertentu, rekanan kewalahan sehingga produksi berhenti cukup lama. Nah, ke depan gedung itu akan kita manfaatkan untuk mendukung MBG,” jelasnya.
Tinggal Koordinasi
Usulan dapur MBG ini sudah disampaikan ke Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Selanjutnya tinggal koordinasi dengan pihak MBG pusat soal penetapan titik SPPG.
Dari sisi tenaga, lapas mengklaim sangat siap. Total ada sekitar 1.500 warga binaan yang bisa dilibatkan. Mulai dari juru masak, pemotong bahan, sampai petugas cuci peralatan dapur. Semua bisa dipenuhi dari dalam lapas.
Baca juga: Mongol Bikin Natal Lapas Semarang Jadi Penuh Tawa
“Tenaga kami siap, SDM-nya ada dan tidak ke mana-mana. Jadi dari sisi gedung siap, SDM juga siap,” tegasnya. Untuk tenaga khusus seperti ahli gizi, lapas menyerahkan ke penyelenggara MBG. Pihak lapas fokus di tenaga operasional dapur.
Soal waktu pelaksanaan, Lapas Semarang berharap bisa segera jalan. Meski informasi terakhir, pembukaan SPPG di wilayah ini belum masuk agenda tahun ini. (bae)


