Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Dampak KDMP! Dana Desa di Jateng Susut Parah, Sekitar 70 Persen
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Info

Dampak KDMP! Dana Desa di Jateng Susut Parah, Sekitar 70 Persen

R. Izra
Last updated: Januari 10, 2026 3:53 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
Ilustrasi rekening bank.
Ilustrasi rekening bank.
SHARE

SEMARANG, BACAAJA – Kabar kurang enak datang dari desa-desa di Jawa Tengah. Nominal dana desa yang biasanya tembus Rp1 miliar lebih, kini menyusut drastis.

Tahun ini, rata-rata desa cuma kebagian sekitar Rp300 juta. Turunnya bukan tipis-tipis, tapi langsung bikin kaget.

Dengan kata lain, dana desa di Jateng berkurang sekitar 70 persen dari sebelumnya. Penurunan ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispermadesdukcapil) Jateng, Nadi Santoso.

Bacaaja: Mendes Minta Warga Ikhlaskan Lahan untuk Bangun Koperasi Desa Merah Putih
Bacaaja: Bikin Geger! Baru Sehari Diresmikan, Koperasi Merah Putih Percontohan di Tuban Langsung Tutup

Menurutnya, hampir semua desa di Jateng terdampak kebijakan ini. Kalau dulu dana desa bisa di kisaran Rp1 miliar, sekarang angkanya turun ke Rp300–400 juta, bahkan ada yang belum nyentuh Rp400 juta.

“Sekarang cuma Rp300 juta per desa. Awalnya Rp1 miliar lebih. Sekarang Rp300–400 juta, ada yang Rp400 nggak sampai. Semua desa dapat,” ujar Nadi, Selasa (6/1/2026).

Turunnya jatah tiap desa ini nggak lepas dari menyusutnya total dana desa untuk Jawa Tengah. Pada 2025 lalu, dana desa Jateng masih berada di angka Rp7,9 triliun.

Tapi di 2026, setelah dipotong untuk program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), totalnya tinggal Rp2,1 triliun.

“Awalnya Rp7,9 triliun, setelah dikurangi KDMP, totalnya jadi Rp2,1 triliun untuk 2026,” jelas Nadi.

Skema pencairannya sendiri masih dibagi dua tahap: 60 persen di tahap pertama dan 40 persen di tahap kedua, yang biasanya cair sekitar Maret dan Juli.

Tapi dengan dana yang jauh lebih kecil, Nadi mengakui bakal ada dampak, terutama untuk proyek-proyek fisik desa yang sudah direncanakan.

“Pasti ada kegiatan, terutama fisik, yang mungkin agak tertunda,” katanya.

Meski begitu, penggunaan dana desa tetap harus mengacu pada Permendesa Nomor 16 Tahun 2025 dan 2026.

Fokusnya tetap di pengentasan kemiskinan ekstrem, ketahanan pangan, penanganan stunting, hingga perubahan iklim. Bedanya, di 2026 dana desa nggak lagi diikat persentase tertentu seperti tahun sebelumnya.

Namun ada catatan penting: dana desa nggak boleh dipakai untuk perjalanan dinas, honorarium, bimtek, sampai bantuan hukum bagi kepala desa, perangkat desa, maupun BPD.

Soal dampak ke pengentasan kemiskinan, Nadi berharap penurunan dana desa ini nggak terlalu berpengaruh besar, karena masih ada sokongan dari APBD kabupaten dan provinsi.

“Semoga nggak ya. Kan masih ada APBD dan sumber lain,” pungkasnya.

Sebagai pengingat, Nadi juga menekankan agar desa lebih tertib administrasi. Ia mengingatkan laporan pertanggungjawaban desa (LPD) 2025 harus selesai tepat waktu supaya pencairan tahap pertama tahun ini bisa lancar di bulan Maret. (*)

You Might Also Like

Prabowo Maunya Petugas Haji Mayoritas Dikasih ke TNI-Polri Saja

Rumah Rehabilitasi PGOT di Banyumas Diresmikan

Bye-bye Tunjangan Rumah, Gaji DPR Sekarang “Cuma” Rp65 Juta per Bulan

Netizen Rame-rame Mau Patungan Beli Hutan, Tamparan Keras untuk Pemerintah

Rekening Pejabat Makin Gendut! Presiden Teken Perpres Kenaikan Gaji Pejabat, ASN, dan TNI-Polri

TAGGED:berkurangdana desaheadlinejatengkdmpkoperasi desa merah putihmenyusut
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article PDIP Haramkan Korupsi, Kader Bandel Langsung Out
Next Article Bantuan Operasional RT Sisa, Fraksi PDIP Buka Suara

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Tragedi Kaca Transparan

Ilustrasi tindak pidana suap dan korupsi. (narakita/grafis/tera)

Indonesia Juara Korupsi? IPK Anjlok: Lebih Buruk dari Timor Leste, Kalah Saing di ASEAN

Wali Kota Solo melantik pengurus DPC Gekrafs Surakarta periode 2026–2029, sekaligus peluncuran Project Solo Tourism Directory, Selasa (10/2/2026) malam di Taman Balekambang.

Respati Dorong Gekrafs Jadi Motor Ekonomi Kreatif Solo, Bukan Organisasi Seremonial

Wakil Ketua DPRD Jateng M Saleh (kanan), meminta pemerintah dan pihak terkait memperkuat mitigasi bencana.

Dampak Bencana Beruntun di Jateng Kian Luas, Saleh Minta Mitigasi Diperkuat

Praktisi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Ester Terviana, memberi pemaparan tentang fungsi eksekutif anak.

Praktisi PAUD: Fungsi Eksekutif Anak Dibentuk dari Pengalaman Hidup

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Mahfud MD Ungkap Mark-up Proyek Kereta Cepat Whoosh, Singgung Jokowi

Oktober 16, 2025
Olahraga

Fun Yoga for Charity, Kolaborasi dengan Sedekah Sepatu untuk Anak Purbalingga

Oktober 2, 2025
Presiden Venezuela Nicolas Maduro ditangkap militer Amerika Serikat (AS).
Info

Blak-blakan! Alasan Trump Serang Venezuela: Mari Kita Hasilkan Uang!

Januari 4, 2026
Ekonomi

Dapur MBG di Semarang Upgrade Skill, Belajar Ngolah Makanan Halal dan Aman dari Ahlinya!

Oktober 11, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Dampak KDMP! Dana Desa di Jateng Susut Parah, Sekitar 70 Persen
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?