BACAAJA, JAKARTA – Drama OTT KPK di Pati akhirnya makin terang. Bupati Pati Sudewo kabarnya telah ditetapkan sebagai tersangka, bareng tiga orang lainnya, dalam kasus dugaan jual beli jabatan perangkat desa.
Penetapan ini jadi kelanjutan dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK yang digelar sejak Minggu (18/1/2026) di wilayah Pati dan Kudus, Jawa Tengah.
Kasusnya bukan main-main, nilainya disebut-sebut tembus miliaran rupiah.
Bacaaja: Bupati Pati Tersandung saat Keluar Polres Kudus, Malang-malang Putung, Wahaye Sudewo Digulung
Bacaaja: Heboh! Bupati Pati Sudewo Dikabarkan Kena OTT KPK, Camat & Kades Ikut Terseret?
Dari total delapan orang yang diamankan, empat orang naik status jadi tersangka, termasuk Sudewo.
“Empat tersangka termasuk bupati,” kata sumber KPK, Selasa (20/1/2026).
Jabatan perangkat desa dipatok harga
Menurut KPK, praktik ini berkaitan dengan jual beli posisi di pemerintahan desa. Mulai dari kaur, kasi, sampai sekretaris desa, semuanya diduga punya “tarif khusus”.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo bilang, ada pengaturan dan patokan harga buat siapa pun yang mau duduk di jabatan tertentu.
“Setiap jabatan punya nilai yang harus dibayar,” ujar Budi.
Dalam OTT itu, penyidik juga mengamankan uang tunai miliaran rupiah yang diduga bagian dari aliran suap, termasuk ke kepala daerah.
Sudewo digiring ke KPK cuma pakai sandal
Saat digiring ke Gedung Merah Putih KPK, Selasa pagi, Sudewo tampil santai tapi super irit bicara.
Pakai kaus putih, jaket hitam, celana jeans, dan sandal. Di tangan kirinya, dia pegang topi hitam.
Ditanya wartawan? No comment. Dia cuma jalan cepat sambil sesekali kasih gesture namaste.
Pernah dikaitkan kasus korupsi lainnya
Nama Sudewo juga sempat muncul di kasus lain, yaitu dugaan korupsi di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA). Tapi sejauh ini statusnya masih saksi.
KPK bilang, fokus utama sekarang tetap di kasus OTT jual beli jabatan desa ini.
Sore ini, KPK dijadwalkan bakal buka-bukaan soal kronologi lengkap dan barang bukti dalam konferensi pers resmi. (*)


