BACAAJA, PONOROGO – Nama unik kadang muncul dari ide tak biasa. Tapi yang satu ini, benar-benar bikin publik berhenti scroll sejenak. Putri Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, sempat jadi perbincangan karena namanya terdengar puitis sekaligus nyentrik—Jian Ayune Sundul Langit.
Nama yang terkesan seperti bait tembang Jawa itu viral di media sosial, terutama setelah video kelulusannya dari Universitas Padjajaran diunggah sang ayah. Netizen pun langsung memenuhi kolom komentar, antara kagum, penasaran, hingga salah fokus.
Kang Sugiri, begitu Bupati Ponorogo ini akrab disapa, memang dikenal punya jiwa seni yang kuat. Ia bukan hanya pejabat yang sibuk di balik meja, tapi juga seorang budayawan yang berupaya keras menghidupkan kembali roh seni dan budaya khas Ponorogo.
Lihat saja bagaimana wajah kota itu kini berubah. Dulunya, Ponorogo didominasi ornamen gelap, cenderung suram. Namun di tangan Kang Sugiri, semuanya disulap jadi lebih berwarna tanpa kehilangan jati dirinya sebagai kota budaya.
Kecintaan itu ternyata menular sampai ke ranah keluarga. Nama anaknya saja sudah cukup menggambarkan betapa dalamnya rasa itu. “Asmo kinaryo jopo,” kata pepatah Jawa—setiap nama membawa doa dan harapan.
Jian Ayune Sundul Langit, jika diterjemahkan, berarti “kecantikannya menembus langit”. Sebuah nama yang menggambarkan pujian, doa, dan kekaguman yang melangit untuk sang putri.
Meski terkesan berlebihan di telinga sebagian orang, justru di situlah letak kekhasannya. Nama ini bukan sekadar rangkaian kata, tapi wujud cinta seorang ayah pada anaknya—dengan gaya khas Jawa yang puitis dan berkarakter.
Menariknya, Jian bukan hanya viral karena namanya. Ia juga dikenal cerdas dan berprestasi. Setelah menempuh pendidikan di Universitas Padjajaran jurusan Ilmu Politik, Jian menyelesaikan studinya dengan hasil membanggakan.
Sang ayah pun mengunggah momen wisuda itu di media sosial. Tapi ya, yang terjadi malah warganet fokus ke hal lain: nama putrinya yang dinilai “anti-mainstream” dan “nyeni banget”.
Komentar-komentar seperti “kayak nama tokoh legenda Jawa” hingga “bisa jadi judul sinetron fantasi” pun berseliweran. Tapi ada juga yang menilai, nama itu justru keren dan punya makna filosofis tinggi.
Tak sedikit juga yang bilang, nama itu mewakili karakter sang ayah yang selalu ingin menghidupkan kembali semangat budaya Jawa dalam setiap langkahnya. Dari cara bicara, cara memimpin, hingga memberi nama anak.
Nama tersebut juga dianggap sebagai bentuk perlawanan terhadap tren modern yang serba kebarat-baratan. Di tengah maraknya nama-nama modern berbahasa asing, Jian Ayune Sundul Langit hadir seperti napas segar.
Netizen lain menilai, nama itu punya daya magis. “Kalau dibacain pelan, kayak mantra,” tulis salah satu komentar yang viral di TikTok.
Dan memang, ada sesuatu yang musikal di sana. Empat kata yang mengalun indah, seperti larik puisi, atau tembang dolanan dari masa lalu.
Bupati Sugiri sendiri dikenal gemar bermain diksi dan filosofi dalam kehidupan sehari-hari. Ia sering mengutip pepatah Jawa di forum-forum publik, dan tak jarang menyisipkan humor khas Ponorogo dalam pidatonya.
Jadi, bukan hal aneh jika nama anaknya pun lahir dari imajinasi yang penuh makna dan keindahan. “Nama itu doa, bukan sekadar panggilan,” katanya dalam sebuah wawancara.
Kini, Jian tumbuh dewasa dan siap menapaki kariernya sendiri. Tapi satu hal yang pasti, namanya akan selalu jadi pembuka percakapan di mana pun ia pergi.
Viral atau tidak, “Sundul Langit” telah jadi simbol betapa bahasa Jawa masih hidup dan bisa disulap jadi sesuatu yang modern tanpa kehilangan pesonanya.
Dan mungkin, dari cerita kecil ini, publik bisa belajar bahwa di balik nama yang nyentrik, ada filosofi dan rasa cinta budaya yang mendalam. (*)


