BACAAJA, SEMARANG- Pemprov Jateng mulai memperketat langkah antisipasi potensi lonjakan kasus Campak. Fokus utamanya jelas: memperkuat imunisasi dan edukasi ke masyarakat.
Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, mengingatkan bahwa campak bukan penyakit sepele karena daya tularnya sangat tinggi. “Penguatan imunisasi jadi kunci, bukan hanya untuk campak tapi juga penyakit menular lain seperti TBC,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Baca juga: Indonesia Masuk 2 Besar Kasus Campak Tertinggi Dunia, IDAI: Jangan Tunda Imunisasi Anak
Saat ini, Kejadian Luar Biasa (KLB) campak tercatat terjadi di tiga wilayah: Cilacap, Klaten, dan Pati. Sementara Brebes dan Kudus masuk kategori suspek. Meski sebagian besar daerah masih terkendali, potensi penyebaran tetap jadi perhatian serius.
Menurut Taj Yasin, lonjakan kasus ini nggak lepas dari dampak pandemi Covid-19 yang sempat mengganggu layanan imunisasi. Sekarang, Pemprov lagi kejar ketertinggalan. “Ini momentum untuk mengejar. Kita genjot lagi imunisasi dan edukasi ke masyarakat,” tegasnya.
Titik Penyebaran
Secara umum, capaian imunisasi di Jateng cukup oke. Tahun 2025, vaksinasi MR bayi bahkan tembus 106,7 persen, di atas target. Namun, masih ada kantong wilayah dengan cakupan rendah yang berpotensi jadi titik penyebaran.
Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes, Maria Endang Sumiwi, mengapresiasi capaian ini. “Dengan populasi besar, Jateng bisa menjaga cakupan di atas 95 persen di sebagian besar wilayah,” jelasnya.
Baca juga: Lebaran Seru Jalan, Awas Campak Diam-Diam Ikut Ngintip Anak
Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, menilai langkah Pemprov sudah tepat, tapi perlu dorongan lebih luas. Menurutnya, edukasi harus melibatkan banyak pihak, mulai dari guru, orang tua, sampai influencer.
Dirinya juga menyoroti masih adanya penolakan imunisasi oleh sebagian orang tua yang bisa memperbesar risiko penularan. Campak itu cepat banget nular, lebih cepat dari hoaks di grup chat keluarga. Jadi kalau imunisasi masih ditunda-tunda, yang kena bukan cuma satu anak… tapi bisa satu kampung. (tebe)


