Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Campak Lebih Nular dari Covid? Dinkes Jateng Siapkan Enam Jurus
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Info

Campak Lebih Nular dari Covid? Dinkes Jateng Siapkan Enam Jurus

Lagi-lagi kita diingetin buat nggak lengah soal penyakit menular. Kali ini bukan Covid-19, tapi campak yang diam-diam “comeback” dan ternyata level penularannya bikin geleng-geleng. Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng pun nggak tinggal diam, langsung tancap gas dengan enam langkah buat ngerem penyebarannya.

T. Budianto
Last updated: April 3, 2026 11:54 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
IMUNISASI RUBELLA: Dinkes Kota Pekalongan menggelar imunisasi Measles Rubella (MR) sebagai upaya pencegahan penyakit campak dan rubella, beberapa waktu lalu. (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng lagi ekstra waspada nih. Soalnya, kasus campak mulai naik dan disebut-sebut lebih gampang nular dibanding Covid-19. Yup, kamu nggak salah baca.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Jateng, Heri Purnomo ngungkapin, kalau sampai 31 Maret 2026 udah ada 1.797 kasus suspek campak yang tersebar di 30 kabupaten/kota di Jateng.

Dari jumlah itu, 144 kasus udah positif campak, dan 18 lainnya rubella. Yang bikin makin waswas, ada lima daerah yang trennya naik terus dan mulai mengarah ke kejadian luar biasa (KLB).

Baca juga: Campak Mulai Ngegas Lagi, Jateng Siaga Jangan Anggap Remeh

“Kalau Covid-19 bisa nular ke sekitar lima orang, campak ini bisa sampai 18 orang,” kata Heri. Gokil sih, penyebarannya jauh lebih cepat, apalagi buat anak-anak dan kelompok rentan.

Nggak cuma gampang nular, dampaknya juga nggak main-main. Campak bisa bikin komplikasi serius, mulai dari pneumonia, infeksi telinga, radang otak, sampai gangguan pencernaan. “Yang paling bahaya itu pneumonia, bisa fatal terutama buat anak-anak kalau nggak ditangani dengan cepat,” jelasnya.

Enam Langkah

Buat nge-rem penyebaran, Dinkes Jateng langsung gerak cepat dengan enam langkah utama. Mulai dari investigasi epidemiologi dan pelacakan kontak erat, biar kasus baru bisa cepat ketahuan.

Lalu ada pengambilan sampel buat memastikan diagnosis, serta penanganan pasien lewat isolasi minimal tujuh hari sejak muncul ruam. Nggak ketinggalan, pasien juga dikasih vitamin A dan terapi sesuai kondisi.

Selain itu, setiap kasus wajib dilaporkan maksimal 24 jam, sambil terus dipantau juga cakupan imunisasi di masyarakat. Terakhir, Dinkes juga fokus mencegah anak-anak yang belum lengkap imunisasinya alias “drop out” vaksin.

Baca juga: Lebaran Seru Jalan, Awas Campak Diam-Diam Ikut Ngintip Anak

“Intinya, kita pengin mutusin rantai penularan. Kuncinya tetap di imunisasi dan pola hidup bersih sehat,” tegas Heri. Masyarakat juga diminta nggak santai. Kalau ada gejala campak di sekitar, langsung lapor ke fasilitas kesehatan terdekat biar bisa cepat ditangani.

Di saat kita mulai santai karena Covid-19 udah nggak segalak dulu, eh malah campak diam-diam naik level. Jadi, mungkin bukan virusnya yang makin ganas, tapi kita yang mulai terlalu santai. (tebe)

You Might Also Like

Diterpa Isu Perselingkuhan, Pratama Arhan Ternyata Sudah Gugat Cerai Anaknya Andre Rosiade

BMKG Prediksi Kemarau 2026 Lebih “Kering dari Biasanya”

Awas!! Purbalingga Punya Pabrik Pencetak ‘Tukang Sodok’ Handal

Jadi Langganan Bencana Alam, Jateng Masuk Prioritas DPN

DPR Gaspol Dorong Energi Terbarukan Buat Wilayah 3T, Biar Gak Gelap Terus!

TAGGED:campakheadlinepemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Demi Keluarga Jateng Lebih Waras dan Sehat, PKK Jateng Gandeng BKKBN
Next Article Kredit Rumah di Jateng Tembus Rp2,3 Triliun

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Api melahap ruang lab SMK 5 Semarang. (ist)

SMKN 5 Semarang Terbakar, Seluruh Peralatan Praktik Siswa Ludes

Syawal Datang, Yuk Gas Pol Ibadah Enak-Enak!

Gunung Slamet Makin Hangat, Pendaki Diimbau Jaga Jarak Aman

Sepeda motor remuk dihantam KA Harina di perlintasan Kokrosono, Semarang, Jumat (3/4/3306) sore. (ist)

Sudah Diperingatin Tetap Nekat, Pemotor Tewas Ketabrak KA Harina di Kokrosono Semarang

Hati-Hati, Setan Lagi Intai Kita di Syawal

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ribuan pelajar dari belasan sekolah di Kabupaten Deiyai, Papua Tengah, menolak MBG, pada Rabu (26/2/2026).
Info

Ribuan Pelajar Papua Kembali Demo Tolak MBG, Serempak Bilang Setuju!

Februari 28, 2026
Kondisi hutan yang sudah diubah menjadi lahan sawit. Sayangnya, lahan-lahan ini dikuasai oligarki dan sekarang dalam kondisi mangkrak. Menteri Nusron hanya menonton?. Foto: Greenpeace Indonesia
Info

Prabowo Pengin Papua Jadi Kebun Sawit, Gak Belajar dari Bencana Sumatera?

Desember 17, 2025
Naufal Sebastian, perwakilan tim yang ditunjuk keluarga almarhum Iko untuk berbicara di media. (bae)
Daerah

Misteri Kematian Iko, Sempat Pamit Jemput Teman yang Ditahan Polda Jateng

September 2, 2025
Daerah

Wagub Minta Hutan Lindung Jangan Cuma Nama

Januari 26, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Campak Lebih Nular dari Covid? Dinkes Jateng Siapkan Enam Jurus
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?