Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: BPOM Bongkar Praktik Berbahaya, 15 Obat Tradisional Ditarik dari Peredaran
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

BPOM Bongkar Praktik Berbahaya, 15 Obat Tradisional Ditarik dari Peredaran

Langkah tegas BPOM ini menjadi peringatan penting bagi produsen nakal dan konsumen yang lengah. Di tengah maraknya produk herbal di pasaran, hanya kehati-hatian dan kesadaran akan risiko yang bisa melindungi masyarakat dari bahaya tersembunyi.

Nugroho P.
Last updated: Juli 21, 2025 6:24 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
ilustrasi obat herbal
SHARE

NARAKITA, JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keselamatan konsumen. Sepanjang bulan Juni 2025, lembaga ini menarik 15 produk obat tradisional dari pasaran karena terbukti mengandung bahan kimia berbahaya yang semestinya hanya digunakan atas resep dan pengawasan dokter.

Penelusuran BPOM menemukan bahwa obat-obat tradisional tersebut dijual bebas, terutama secara online, dengan janji manfaat instan seperti memperkuat stamina, menurunkan berat badan, atau meningkatkan vitalitas. Namun di balik iming-iming tersebut, tersimpan ancaman serius bagi kesehatan.

Dalam uji laboratorium, beberapa produk terdeteksi mengandung zat seperti sildenafil, deksametason, sibutramin HCI, hingga parasetamol dan klorfeniramin maleat—seluruhnya tergolong sebagai obat keras. Zat-zat ini, apabila dikonsumsi tanpa pengawasan tenaga medis, dapat memicu kerusakan organ vital.

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menjelaskan bahwa praktik oplosan ini sengaja dilakukan untuk menciptakan efek cepat. “Tujuannya memberi sensasi langsung bagi pengguna, tetapi bahayanya besar. Bisa menyebabkan gangguan jantung, gagal ginjal, hingga risiko stroke,” ungkapnya dalam keterangannya.

Ia menegaskan bahwa obat tradisional seharusnya menjadi alternatif yang aman berbasis bahan alami, bukan kendaraan untuk menyelundupkan obat kimia keras. Jika kandungan alami dicampur dengan bahan sintetis, bukan manfaat yang diperoleh, melainkan mudarat yang mengintai.

Taruna juga menyebut bahwa modus penjualan kini semakin sulit dilacak. Banyak pelaku yang memasarkan produk berbahaya tersebut melalui toko daring, media sosial, hingga jalur distribusi tertutup. Hal ini memperparah ancaman bagi konsumen yang tergoda oleh iklan yang menyesatkan.

Gejala awal akibat konsumsi produk oplosan ini bisa sangat beragam, seperti nyeri di dada, jantung berdetak tak beraturan, tekanan darah anjlok, bahkan berujung pada serangan jantung atau stroke. Bahaya makin besar jika dikonsumsi oleh penderita penyakit kronis seperti hipertensi atau gangguan jantung.

BPOM pun mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur oleh label “herbal” atau klaim seperti “kuat seketika” dan “langsing dalam seminggu”. Label tersebut seringkali menjadi kedok untuk menyembunyikan kandungan berbahaya.

Masyarakat diminta untuk memverifikasi keaslian dan izin edar setiap produk melalui aplikasi Cek BPOM atau situs resmi BPOM. Produk tanpa nomor registrasi resmi sebaiknya dihindari, terlebih bila informasi produsen dan komposisinya tidak jelas.

“Jadilah konsumen yang kritis. Jangan korbankan kesehatan demi khasiat instan. Kesehatan adalah karunia yang tak ternilai,” kata Taruna dengan tegas.

Ia juga menyoroti pentingnya edukasi publik. Masyarakat harus menyadari bahwa tidak semua produk yang tampak alami benar-benar aman. Banyak produk justru berisiko tinggi karena manipulasi bahan aktif.

Sebagai langkah penindakan, 15 produk yang terbukti berbahaya telah ditarik dari peredaran dan dilarang dijual dalam bentuk apapun. Berikut daftarnya:

  1. Bubalus – mengandung nortadalafil

  2. Linzi Don Mai Dan – mengandung klorfeniramin maleat

  3. Sultan – mengandung deksametason dan parasetamol

  4. Raja Jahanam – mengandung deksametason dan parasetamol

  5. Kapsul Tradisional Spontan – mengandung parasetamol

  6. Daun Mujarab – mengandung natrium diklofenak

  7. Pusaka Dayak X-tra Strong – mengandung sildenafil sitrat

  8. New Gali-gali – mengandung sildenafil sitrat

  9. New Urat Kuda Formula Plus – mengandung sildenafil sitrat

  10. Sari Daun Kelor – mengandung parasetamol

  11. Slim Ty – mengandung sibutramin HCI

  12. Kopi Cleng – mengandung sildenafil sitrat

  13. Kopi Arab Platinum – mengandung sildenafil sitrat

  14. Madu Kuat – mengandung sildenafil sitrat dan tadalafil

  15. Surya Sehat Jawa Dwipa 2 – mengandung kafein dan parasetamol

Langkah tegas BPOM ini menjadi peringatan penting bagi produsen nakal dan konsumen yang lengah. Di tengah maraknya produk herbal di pasaran, hanya kehati-hatian dan kesadaran akan risiko yang bisa melindungi masyarakat dari bahaya tersembunyi.

Dengan meningkatnya penjualan produk kesehatan lewat jalur digital, upaya perlindungan masyarakat juga harus ditingkatkan. Pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama untuk memastikan hanya produk yang aman dan legal yang dikonsumsi.

Taruna pun berharap seluruh elemen masyarakat tidak lagi memandang enteng bahaya dari konsumsi produk tradisional ilegal. “Kesehatan bukan tempat untuk coba-coba. Apa pun yang masuk ke tubuh harus dipastikan keamanannya,” pungkasnya. (*)

You Might Also Like

Mark Zuckerberg Bagi Berkat ke Tetangga, Isinya Bikin Melongo

Agustina Wali Kota Semarang Paparkan Upaya Pemkot Tangani Kemiskinan

Soal Rencana Bansos Permanen untuk Tiga Golongan, Puan Ingatkan Perkara Validasi Data

10 Oleh-Oleh Cilacap, Enak Dibawa Pulang

Tips Memilih Hewan Kurban Idul Adha 2025, Jangan Sampai Salah

TAGGED:BPOMObat tradiosonalproduk berbahayaproduk oplosan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Indonesia Juara di Rumah Sendiri, Timnas Voli Putra Borong Kemenangan di SEA V League 2025
Next Article Gus Baha: Haji, Ibadah yang Mengguncang Dunia dan Menyaingi Gemerlap Maksiat

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PENIPUAN - Ilustrasi pelaku penipuan sedang beraksi.

Sial! Rela Bayar Rp380 Juta Demi Anak Masuk UI, Ujungnya Kena Tipu

BANTAL KUCING - Dina memegang bantal bergambar kucing buatan tangannya sendiri, Minggu (27/9/2026). Sebagian keuntungan dari jualan bantal kucing itu digunakan untuk memberi makan kucing jalanan. (dul)

Kisah Dina Rawat Kucing-kucing Terlantar, Andalkan Cuan dari Jualan Bantal Bergambar Meong

Gubes UGM: Kuliah Gratis Jangan Cuma PTN

Blue Fire Papandayan Bukan Sekadar Api Biru, Ini Penjelasan Badan Geologi

Bung Sis Pimpin PA GMNI Demak, Siapkan Konsolidasi Alumni hingga Aksi Nyata

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Unik

AI in the Workplace: Industries and Reshaping Careers

Juni 3, 2023
Tips

Lagi Puasa Napas Bau, Ini Solusinya!

Februari 24, 2026
Puan Maharani bertemu dengan pimpinan parlemen Qatar di sela gelara PUIC ke-19 di Gedung DPR RI.
Unik

Puan Jajaki Peluang Kerjasama Bidang Pertahanan Dengan Parlemen Qatar

Mei 14, 2025
Tim SAR Gabungan mengevakuasi korban longsor tambang Galian C Gunung Kuda, Cirebon.
Unik

Polisi Tetapkan Dua Tersangka Longsor Gunung Kuda, Tragedi Tambang Telan 19 Korban Jiwa

Juni 1, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: BPOM Bongkar Praktik Berbahaya, 15 Obat Tradisional Ditarik dari Peredaran
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?