BACAAJA, SEMARANG – Natal selalu punya cara sendiri buat bikin orang pengin pulang. Momen ini identik dengan kumpul keluarga, cerita lama, tawa kecil, dan rumah yang terasa lebih hidup dari biasanya. Nggak heran kalau banyak orang mulai sibuk mendandani rumah jelang hari raya.
Dekorasi Natal nggak harus ribet atau mahal. Sentuhan sederhana justru sering jadi penentu suasana. Perpaduan warna merah, hijau, emas, atau putih saja sudah cukup bikin rumah terasa hangat dan penuh rasa.
Yang paling ikonik tentu pohon Natal. Mau ukuran besar atau mini, pohon Natal selalu jadi pusat perhatian. Hiasan bola warna-warni, pita, dan lampu kecil bikin sudut rumah langsung terasa beda.
Lampu hias juga nggak kalah penting. Lampu kelap-kelip yang dipasang di pohon, jendela, atau sudut ruang tamu bisa menghadirkan nuansa damai, apalagi saat malam tiba.
Bola-bola Natal sering jadi andalan karena fleksibel. Selain digantung di pohon, ornamen ini bisa diletakkan di vas bening, meja, atau rak untuk aksen tambahan yang manis.
Pintu rumah pun bisa ikut berdandan. Karangan bunga Natal atau wreath jadi simbol hangatnya sambutan. Begitu pintu dibuka, nuansa Natal langsung terasa.
Di puncak pohon Natal, biasanya ada bintang atau ornamen khusus. Selain mempercantik tampilan, hiasan ini sering dimaknai sebagai simbol harapan dan cahaya.
Buat yang suka sentuhan klasik, lonceng Natal bisa jadi pilihan. Digantung di pintu atau dirangkai dengan pita, lonceng memberi kesan tradisional yang nggak pernah gagal.
Kalau di rumah ada anak-anak, figur Santa Claus hampir selalu jadi favorit. Sosok ini identik dengan keceriaan dan hadiah, bikin suasana rumah makin hidup.
Stoking Natal juga seru dijadikan hiasan. Digantung di dinding atau dekat pohon, stoking sering diisi permen atau hadiah kecil yang bikin senyum makin gampang muncul.
Terakhir, meja makan jangan dilupakan. Hiasan meja sederhana seperti lilin, rangkaian bunga, atau ornamen kecil bisa jadi pelengkap saat makan bersama. Natal pun terasa lebih hangat, meski dirayakan dengan cara yang santai dan apa adanya. (*)


