Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Baru, Prediksi Idul Fitri 2026 NU, Muhammadiyah, dan Lembaga Pemerintah 
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Info

Baru, Prediksi Idul Fitri 2026 NU, Muhammadiyah, dan Lembaga Pemerintah 

Dari berbagai perhitungan yang ada, terlihat kemungkinan adanya perbedaan tanggal Lebaran. Muhammadiyah memperkirakan Idul Fitri pada 20 Maret 2026, sedangkan prediksi berbasis kriteria MABIMS mengarah pada 21 Maret 2026. Perbedaan ini muncul karena metode yang digunakan memang tidak sama.

Nugroho P.
Last updated: Maret 13, 2026 9:39 am
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
ilustrasi Idul Fitri.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Menjelang akhir bulan puasa, pembahasan soal perkiraan Lebaran 2026 makin sering muncul di berbagai obrolan. Banyak orang mulai mencari tahu kapan tepatnya Hari Raya Idul Fitri akan dirayakan tahun ini. Hal itu wajar karena penentuan tanggal Lebaran di Indonesia sering melibatkan beberapa metode dan lembaga berbeda.

Contents
Cara Penentuan Awal Syawal di IndonesiaPeran Pemerintah dalam Penentuan LebaranSikap Nahdlatul UlamaPenetapan Versi MuhammadiyahPrediksi dari Lembaga IlmiahMenunggu Keputusan Resmi

Cara Penentuan Awal Syawal di Indonesia

Di Indonesia, penentuan awal bulan Syawal biasanya menggunakan dua pendekatan utama, yakni hisab dan rukyat. Hisab merupakan metode perhitungan astronomi untuk menentukan posisi bulan secara matematis. Sementara rukyat adalah proses pengamatan langsung hilal ketika matahari terbenam.

Kedua metode ini sama-sama memiliki dasar ilmiah dan keagamaan yang kuat. Namun cara penerapannya bisa berbeda antara satu lembaga dengan lembaga lain. Karena itu, setiap tahun selalu ada kemungkinan muncul perbedaan dalam penetapan Hari Raya Idul Fitri.

Peran Pemerintah dalam Penentuan Lebaran

Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia akan menetapkan tanggal 1 Syawal melalui sidang isbat. Sidang ini dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 19 Maret 2026 yang bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 Hijriah. Hasil sidang tersebut nantinya menjadi keputusan resmi negara.

Sidang isbat biasanya digelar di Auditorium HM Rasjidi di kantor Kementerian Agama Jakarta. Dalam prosesnya, pemerintah menggabungkan data hisab dengan laporan rukyat dari berbagai titik pemantauan hilal di Indonesia. Setelah semua data dianalisis, Menteri Agama akan menyampaikan pengumuman resmi kepada masyarakat.

Sikap Nahdlatul Ulama

Organisasi Islam Nahdlatul Ulama juga menggunakan metode rukyat yang dikombinasikan dengan hisab. Karena pendekatan yang dipakai hampir sama dengan pemerintah, NU biasanya mengikuti hasil sidang isbat dalam penetapan awal Syawal. Dengan begitu, keputusan yang diambil dapat menjadi acuan bersama bagi masyarakat.

Pengamatan hilal oleh NU biasanya dilakukan di berbagai lokasi yang telah ditentukan. Hasil pengamatan tersebut kemudian menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam sidang isbat pemerintah. Cara ini dianggap sebagai bentuk kehati-hatian dalam menentukan awal bulan Hijriah.

Penetapan Versi Muhammadiyah

Sementara itu, Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan perkiraan Idul Fitri melalui metode hisab. Berdasarkan maklumat yang dikeluarkan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, 1 Syawal 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Penentuan ini dilakukan jauh hari sebelumnya.

Perhitungan tersebut disusun oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah menggunakan konsep Kalender Hijriah Global Tunggal. Dalam hitungan tersebut, ijtimak menjelang Syawal terjadi pada 19 Maret 2026 sehingga awal bulan Syawal diperkirakan dimulai pada 20 Maret.

Prediksi dari Lembaga Ilmiah

Selain organisasi keagamaan, sejumlah lembaga ilmiah juga memberikan analisis astronomi. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memprediksi konjungsi atau ijtimak terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 sekitar pukul 08.23 WIB. Data ini menjadi salah satu rujukan dalam memperkirakan kemungkinan terlihatnya hilal.

Menurut analisis BMKG, posisi hilal saat matahari terbenam pada tanggal tersebut kemungkinan masih berada di bawah kriteria visibilitas hilal MABIMS. Jika syarat tinggi hilal dan elongasi belum terpenuhi, maka Ramadan berpotensi digenapkan menjadi 30 hari. Dalam kondisi itu, Idul Fitri diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Prediksi serupa juga disampaikan peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional. Berdasarkan kajian astronomi, posisi hilal pada 19 Maret 2026 kemungkinan belum memenuhi standar MABIMS. Karena itu, ada kemungkinan besar Lebaran berlangsung pada 21 Maret 2026.

Menunggu Keputusan Resmi

Dari berbagai perhitungan yang ada, terlihat kemungkinan adanya perbedaan tanggal Lebaran. Muhammadiyah memperkirakan Idul Fitri pada 20 Maret 2026, sedangkan prediksi berbasis kriteria MABIMS mengarah pada 21 Maret 2026. Perbedaan ini muncul karena metode yang digunakan memang tidak sama.

Meski begitu, masyarakat tetap diminta menunggu keputusan resmi pemerintah. Hasil sidang isbat pada 19 Maret 2026 nantinya akan menjadi penetapan resmi Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di Indonesia. Sampai saat itu tiba, pembahasan soal perkiraan Lebaran 2026 masih akan terus jadi topik hangat di tengah masyarakat. (*)

You Might Also Like

Saat Pejabat Ramai-ramai Sapa Jemaat Natal di Katedral Semarang

Dukun Iskandar Comeback: Duit Nggak Nambah, Korban Bertambah

ASN Cilacap Bubar Rumah, Ternyata Bukan Cuma Orang Ketiga

Megawati Hadiri Rakernas Hari Kedua

Pesantren Nggak Jalan Sendiri Lagi, Pemkot Semarang Ikut Turun Tangan

TAGGED:idul fitrikapan idul fitriprediksi idul fitri
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Semarang Bersiap Hadapi Gelombang Pemudik
Next Article Polda Petakan 4 Zona “Lampu Merah” di Jateng

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ketua Komite Pendidikan DPC PERADI SAI Semarang, Imam Setiadi saat paparan dalam diskusi dan buka bersama di kantor bacaaja.co, Jumat (13/3/2026). (bae)

Peradi SAI Semarang Dukung Larangan Anak Punya Akun Medsos, Cegah Paparan Radikalisme

Ilustrasi Operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK).

2026 Belum Tiga Bulan Berjalan Tiga Bupati di Jateng Terjaring OTT KPK, Apa yang Salah?

Katim Semarang Raya Satgaswil Jateng Densus 88 Polri, Iptu Yusuf saat diskusi dan buka bersama di kantor bacaaja.co, Jumat (13/3/2026). (bae)

Cerita Densus 88 Gagalkan Aksi Anak SMP di Jateng Mau Serang Teman

Dari Kantor Kecamatan ke Kursi Bupati Cilacap, Kini di OTT KPK

Jalan Semarang-Godong Rampung Diperbaiki

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Berompi Oranye, Fadia Bantah Terjerat OTT: “Demi Allah, Enggak Ada Serupiah pun”

Maret 4, 2026
Nasional

HUT ke-80, Puan Ingatkan TNI: Setia Sama Rakyat, Melek Teknologi

Oktober 5, 2025
Hukum

Bareng Buruh dan Ojol, Polisi Banjarnegara Rawat Guyub Kamtibmas

November 3, 2025
Presiden China Xi Jinping.
Info

Macan Asia Beneran! Xi Jinping Pecat 9 Jenderal Busuk di Lingkaran Elit China

Oktober 21, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Baru, Prediksi Idul Fitri 2026 NU, Muhammadiyah, dan Lembaga Pemerintah 
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?