BACAAJA, SEMARANG – Wakil Ketua DPRD Jateng, M Saleh, mengapresiasi capaian kinerja Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen.
Saleh bilang, sebenarnya kinerja Luthfi-Yasin ‘cukup nendang’. Menurutnya, mayoritas target pembangunan sudah on track sesuai indikator RPJMD.
Menurut Saleh, secara angka dan capaian, performa Pemprov Jateng bisa dibilang positif. Tapi, semuanya belum selesai.
Bacaaja: Dukung Program Sumur Resapan, Saleh: Solusi Sederhana untuk Cegah Banjir
Bacaaja: Apresiasi Penurunan Angka Kemiskinan di Jateng, M Saleh: Kabar Baik, tapi Jangan Kendor!
Masih ada PR besar yang harus dikejar, terutama soal pemerataan pembangunan dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Secara indikator, mayoritas target terpenuhi. Tapi tantangan berikutnya itu pemerataan. Jangan sampai cuma numpuk di wilayah tertentu,” kata Saleh, yang juga Ketua DPD Golkar Jateng itu, belum lama ini.
PAD nggak bisa cuma andalin pajak

Saleh juga ngingatin, buat ngejar PAD, pemerintah nggak bisa terus-terusan bergantung sama pajak. Harus lebih kreatif, termasuk ngoptimalin aset daerah dan BUMD biar bisa jadi mesin duit baru.
“Kita nggak bisa cuma bertumpu pada pajak. Aset daerah dan BUMD harus dimaksimalkan biar kontribusinya kerasa,” tegasnya.
Nggak cuma itu, Saleh juga nyinggung soal polemik opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang sempat bikin warga keberatan. Menurutnya, langkah cepat Ahmad Luthfi yang kasih diskon pajak jadi bukti kalau pemerintah responsif dan mau denger suara rakyat.
“Artinya Pak Luthfi cukup demokratis. Cepat merespons aspirasi masyarakat,” katanya.
Menariknya, diskon pajak ini juga dinilai bukan sekadar meringankan beban, tapi bisa jadi strategi jitu buat ningkatin kepatuhan wajib pajak.
“Kalau masyarakat ngerasa diuntungkan, mereka lebih mau bayar. Ini bisa berdampak ke penerimaan daerah juga,” lanjutnya.
Terakhir, Saleh ngasih catatan penting: kepemimpinan itu nggak cuma soal angka dan laporan. Kehadiran langsung di tengah masyarakat juga penting.
Ia mencontohkan gaya Luthfi yang turun langsung ke lapangan, mulai dari cek jalan rusak sampai penanganan bencana.
“Kepemimpinan itu ada aspek humanisnya. Hadir di tengah masyarakat itu penting. Bahkan, komunikasi lewat media sosial juga perlu,” pungkasnya.
Intinya, kinerja sudah oke, tapi masih banyak ruang buat digeber. Pemerataan dan kreativitas cari sumber pendapatan bakal jadi kunci ke depan. (*)


