BACAAJA, SEMARANG – Menjelang sore sekitar pukul 16.30 WIB, suasana di sejumlah SPBU kawasan Krapyak dan Ngaliyan mendadak ramai banget. Antrean kendaraan, terutama motor, terlihat mengular panjang sampai keluar area SPBU.
Nggak cuma motor, mobil sampai truk juga ikut antre buat isi BBM. Dari pantauan di lapangan, hampir semua jalur pengisian penuh. Meski pengisian berjalan cepat, volume kendaraan yang tinggi bikin antrean tetap panjang.
Bahkan di beberapa titik, antrean sampai meluber ke akses keluar-masuk SPBU, yang akhirnya bikin arus lalu lintas di sekitar lokasi jadi melambat.
Bacaaja: Harga BBM Terbaru Per 1 April 2026: Perlatite Tidak Naik, tapi Dibatasi
Bacaaja: Gubernur Berencana Suruh ASN Pemprov Jateng Berangkat Kerja Gowes atau Lari, Dampak Kenaikan BBM?
Kepadatan ini diduga kuat gara-gara isu kenaikan harga BBM yang lagi ramai dibahas. Belakangan, wacana penyesuaian harga, khususnya untuk BBM non-subsidi seperti Pertamax, kembali mencuat seiring naik-turunnya harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah.
Walau belum ada pengumuman resmi, kabar yang beredar sudah cukup bikin warga waswas. Nggak sedikit yang akhirnya memilih isi BBM lebih awal, bahkan dalam jumlah lebih banyak dari biasanya alias panic buying.
Salah satu pengendara, Hanif (26), mengaku sengaja antre lebih awal karena khawatir harga bakal naik dalam waktu dekat.
“Padahal kita cari uang aja sudah susah. Pemerintah seenaknya menaikkan. Harusnya ada solusi lain yang nggak menekan ekonomi masyarakat,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Keluhan serupa juga datang dari Hartono (37), yang sehari-hari kerja mengandalkan motor.
“Saya nggak terlalu ngikutin isu, tapi kalau memang naik jelas berat. Soalnya kerja pakai motor, penghasilan juga nggak pasti tiap hari,” katanya.
BBM Isu Sensitif, Efeknya Bisa ke Mana-mana
Fenomena antrean panjang ini nunjukin kalau isu BBM itu sensitif banget buat masyarakat, terutama pekerja harian. BBM bukan cuma soal energi, tapi juga ngaruh langsung ke biaya hidup.
Kalau sampai benar naik, dampaknya nggak cuma ke pengguna kendaraan, tapi juga bisa bikin harga kebutuhan pokok ikut naik karena ongkos distribusi bertambah.
Sampai saat ini belum ada keputusan resmi soal kenaikan harga BBM. Masyarakat diimbau tetap tenang dan nggak perlu beli berlebihan.
Di sisi lain, pemerintah juga diharapkan bisa segera kasih kepastian biar situasi nggak makin bikin panik di lapangan. (*)


