BACAAJA, SEMARANG- Sebanyak 65 rumah di RW 02 dan RW 03, Kelurahan Gedawang, Kecamatan Banyumanik, kena imbas puting beliung yang terjadi Senin (30/3/2026). Ada yang rusak ringan, ada juga yang cukup parah sampai bikin warga harus berjibaku beresin rumah.
Tapi nggak nunggu lama, Pemkot Semarang langsung gerak cepat alias “gercep”. Mulai dari pendataan, bersih-bersih lingkungan, sampai bantuan darurat langsung dikucurkan sejak hari kejadian.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, bahkan turun langsung ke lokasi buat nyalurin bantuan sembako ke warga, Senin (6/4/2026). Lokasinya di Balai Kelurahan Gedawang, jadi semacam titik kumpul bantuan sekaligus koordinasi.
Baca juga: Malam Panjang di Mangkang: Banjir Datang, Pantura Ikut Tersendat
“Begitu ada bencana, semua harus langsung gerak cepat. Laporan dari RT/RW masuk, langsung kita tangani,” tegas Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng.
Nggak cuma sembako, bantuan lain kayak selimut dan terpal juga udah dibagikan. Sementara urusan pohon tumbang, langsung ditangani bareng antara dinas terkait dan warga sekitar. Jadi nggak cuma nunggu pemerintah, tapi warga juga ikut turun tangan.
Kunci Penanganan
Agustina bilang, kunci dari penanganan cepat ini ada di kolaborasi. Mulai dari kelurahan, kecamatan, sampai dinas-dinas teknis kayak Perkim, PU, dan BPBD jadi garda depan buat urusan fisik. Sementara Dinas Sosial fokus ke dampak sosial yang muncul setelah bencana.
Yang bikin warga agak lega, Pemkot juga nyiapin bantuan stimulan Rp20 juta per rumah terdampak. Tapi tetap pakai proses verifikasi dari kelurahan dan OPD terkait, biar tepat sasaran.
Baca juga: Banjir yang Naik Kelas: Alarm Keras untuk Tata Ruang Kota Semarang
Harapannya, bantuan ini bisa bantu warga buat cepat bangkit dan balik lagi ke rumah masing-masing tanpa harus nunggu lama. Agustina juga berharap kejadian kayak gini nggak terulang lagi, tapi kalaupun terjadi, sistem respons cepat udah siap jalan.
Di saat angin bisa datang tiba-tiba dan bikin rumah porak-poranda, satu hal yang nggak boleh ikut “terbang” adalah respon cepat. Karena di negeri yang cuacanya makin susah ditebak, gercep bukan lagi pilihan, tapi kewajiban. (tebe)


