Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Air Terjun Darah, Keajaiban Beku yang Tak Masuk Akal
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Air Terjun Darah, Keajaiban Beku yang Tak Masuk Akal

Air terjun ini dikenal dengan nama Blood Falls atau Air Terjun Darah, terletak di Lembah Kering McMurdo, dekat Gletser Taylor. Dari kejauhan, semburat merahnya tampak seperti luka terbuka di permukaan bumi yang membeku.

Nugroho P.
Last updated: November 4, 2025 5:32 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
Air terjun ini dikenal dengan nama Blood Falls atau Air Terjun Darah, terletak di Lembah Kering McMurdo, dekat Gletser Taylor.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Di tengah hamparan es yang seolah tak berujung, ada satu titik di Antartika yang bikin siapa pun merinding kagum — air terjun berwarna merah darah yang mengalir dari gletser beku. Fenomena ini bukan cuma langka, tapi juga terlihat seperti adegan dari film fiksi ilmiah.

Air terjun ini dikenal dengan nama Blood Falls atau Air Terjun Darah, terletak di Lembah Kering McMurdo, dekat Gletser Taylor. Dari kejauhan, semburat merahnya tampak seperti luka terbuka di permukaan bumi yang membeku.

Lokasinya memang jauh dari jangkauan. Biasanya, peneliti atau wisatawan yang nekat datang harus menempuh perjalanan panjang, bahkan terbang dengan helikopter dari Stasiun McMurdo — salah satu pangkalan penelitian Amerika di Pulau Ross.

Buat yang beruntung bisa melihat langsung, pemandangan ini benar-benar bikin speechless. Di antara putihnya salju dan birunya es, air merah itu mengalir pelan tapi menawan. Sebuah kontras yang aneh tapi indah, seolah bumi ingin menunjukkan sisi misteriusnya.

Tapi apa sebenarnya yang bikin air itu merah? Ternyata bukan darah atau efek cahaya matahari, melainkan hasil reaksi kimia alami yang sudah ribuan tahun terjadi.

Air yang keluar dari gletser itu berasal dari danau purba di bawah lapisan es setebal hampir setengah kilometer. Airnya super asin dan kaya zat besi, terperangkap selama jutaan tahun tanpa sinar matahari.

Ketika air ini akhirnya menemukan jalan keluar dan bersentuhan dengan udara, zat besinya langsung teroksidasi — atau berkarat. Nah, proses inilah yang menciptakan warna merah khas seperti darah.

Fenomena ini pertama kali ditemukan lebih dari seabad lalu, dan sejak itu bikin banyak ilmuwan penasaran. Sebab, di balik warnanya yang “menakutkan”, Air Terjun Darah justru menyimpan kehidupan.

Para peneliti menemukan mikroba purba hidup di dalam air super asin itu — tanpa cahaya, tanpa oksigen, tapi tetap bertahan. Temuan ini membuka pandangan baru tentang kemungkinan kehidupan di planet lain seperti Mars atau Europa.

Bayangin aja, di tengah kondisi ekstrem minus puluhan derajat, ternyata masih ada kehidupan mikro yang bertahan ribuan tahun. Gila kan?

Airnya sendiri tiga kali lebih asin dari air laut. Jadi meski suhu di sana bisa turun sampai di bawah nol derajat, air itu nggak bisa membeku.

Uniknya, air terjun ini nggak pernah berhenti mengalir. Walau volumenya kecil, alirannya tetap konsisten sepanjang tahun — seperti napas kecil yang terus hidup di tengah dunia yang membeku.

Setiap tetes yang jatuh dari Gletser Taylor seakan membawa pesan dari masa lalu Bumi, dari zaman purba ketika danau itu belum terperangkap es.

Banyak peneliti menyebutnya “waktu yang membeku”. Air yang mengalir hari ini mungkin telah terperangkap selama jutaan tahun di bawah lapisan es — sebelum akhirnya muncul kembali ke permukaan.

Kesan mistisnya makin kuat karena lokasinya di Lembah Kering McMurdo. Area ini disebut “tempat paling mirip Mars di Bumi” karena nyaris nggak ada salju atau hujan di sana.

Jadi nggak heran kalau NASA dan tim ilmuwan astrobiologi sering meneliti area ini buat memahami bagaimana kehidupan bisa bertahan di planet lain.

Namun, di balik sisi sainsnya, banyak juga yang melihat Air Terjun Darah sebagai simbol keajaiban alam — sesuatu yang nggak bisa dijelaskan hanya dengan logika.

Pemandangan itu seakan jadi pengingat: bahkan di tempat yang tampak mati sekalipun, alam tetap punya cara untuk menunjukkan kehidupan dan keindahannya.

Dari ketinggian, semburat merah di tengah lanskap putih itu terlihat seperti goresan lukisan besar, karya alam yang nggak pernah gagal bikin kagum.

Fenomena ini juga bikin banyak fotografer dan penjelajah penasaran, meski cuma sedikit yang benar-benar bisa menginjakkan kaki di sana.

Hingga kini, Air Terjun Darah tetap menjadi salah satu rahasia terbesar di Antartika — misterius, dingin, tapi memikat.

Di ujung dunia yang beku dan sunyi, air merah itu terus mengalir, membawa cerita lama yang belum selesai. Sebuah kisah tentang ketabahan, sains, dan keindahan alam yang melampaui nalar manusia. (*)

You Might Also Like

Wali Kota Agustina Gaspol Kembangkan Wisata Pantai Mangunharjo

PDIP Paling Populer tapi Elektabilitas Gerindra Tak Tertandingi, Simak Selengkapnya

Skandal Terbaru Meta: Aplikasi Facebook dan Instagram Diduga Intip Aktivitas Browser Pengguna Android

Tragedi di Rinjani, Kementerian Pariwisata Tegaskan SOP Wajib Ditegakkan

Rekomendasi Sepatu Wanita Paling Nyaman untuk Jalan Kaki

TAGGED:air terjun darahair terjun merahunik
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Hari Pertama Langsung Gaspol, Jateng Borong Empat Emas di Popnas
Next Article Gubernur Riau Terjaring OTT, KPK Didesak Nggak Setengah Hati

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Jateng Mau Sulap 70 Persen Sampah Jadi Listrik, Mimpi atau Jalan Keluar?

96 Ribu Pejabat “Belum Lapor”, MAKI: KPK Jangan Cuma Kasih Angka, Spill Namanya!

MBG Lima Hari Aja? Santai, Daerah 3T Dapat “Bonus Sabtu”

Bukan Sekadar Haul, Ini “Push Rank” KH Sholeh Darat Jadi Pahlawan Nasional

Haji 2026 Tetap Berangkat, Meski Timur Tengah Lagi Panas-Panasnya

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi (kanan depan) berbincang dengan warga saat meninjau banjir rob di Sayung, Demak, Minggu (25/5/2025).
Unik

Luthfi: Normalisasi Sungai jadi Solusi Jangka Pendek Atasi Banjir Rob di Sayung Demak

Mei 25, 2025
Terdakwa Rachmat Utama Djangkar (kepala pelontos di layar monitor) terlihat tertuntuk menyeka air mata saat membaca nota pembelaan sidang yang berpusat di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (11/6/2025). (bai)
Unik

Penyuap Mbak Ita Menangis saat Sidang: Saya Menderita secara Psikis

Juni 11, 2025
Unik

Jangan Musnahkan Si Wajah Seram, Sahabat Setia Petani

Mei 4, 2025
Unik

Long Weekend Nggak Harus Bikin Kantong Kering, Begini Caranya!

September 5, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Air Terjun Darah, Keajaiban Beku yang Tak Masuk Akal
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?