Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Berikut Pemimpin Negara Yang Meletakkan Diri di Atas Hukum Negara
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Berikut Pemimpin Negara Yang Meletakkan Diri di Atas Hukum Negara

Apakah yang dimaksudkan SBY dalam pernyataannya. Mungkinkah itu menyindir Presiden Prabowo Subianto yang baru saja memberikan ablosi kepada Tomas Trikasih Lembog dan amnesti untuk politisi PDI Perjuangan Hasto Kristianto?

baniabbasy
Last updated: Agustus 4, 2025 12:54 am
By baniabbasy
3 Min Read
Share
Presiden ke-6 RI, Bambang Susilo Yudhoyono (SBY).
Presiden ke-6 RI, Bambang Susilo Yudhoyono (SBY).
SHARE

Pernyataan Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), bahwa “negara akan runtuh apabila pemimpin meletakkan diri di atas hukum negara” bukan sekadar opini pribadi, tetapi peringatan yang telah terbukti secara historis di banyak negara.

Dalam sistem demokrasi dan negara hukum, pemimpin adalah pelayan konstitusi, bukan pengecualian dari hukum. Ketika kepala negara mulai merasa dirinya kebal hukum, maka awal kehancuran negara sudah dimulai.

Beberapa contoh pemimpin dunia yang mengabaikan hukum negaranya sendiri memberi pelajaran nyata:

  1. Robert Mugabe (Zimbabwe)
    Selama hampir 40 tahun memimpin, Mugabe menjalankan kekuasaan otoriter, memanipulasi konstitusi, dan menggunakan aparat untuk menindas oposisi. Akibatnya, Zimbabwe mengalami krisis ekonomi parah, hiperinflasi, dan runtuhnya kepercayaan rakyat terhadap negara.
  2. Ferdinand Marcos (Filipina)
    Marcos mengumumkan darurat militer pada 1972 dan memerintah di luar kerangka hukum. Ia mengubah konstitusi untuk memperpanjang kekuasaan dan mengeruk kekayaan negara untuk kepentingan pribadi dan keluarganya. Pemerintahannya yang represif berujung pada revolusi rakyat tahun 1986.
  3. Vladimir Putin (Rusia)
    Meskipun secara formal memegang jabatan sesuai hukum, Putin telah mengubah undang-undang dasar dan sistem pemilu untuk memperpanjang kekuasaan hingga 2036. Ia juga menggunakan hukum secara selektif untuk memberangus oposisi dan membungkam media independen, menciptakan sistem pemerintahan yang tunduk pada satu orang, bukan hukum.
  4. Donald Trump (Amerika Serikat)
    Meski AS memiliki sistem checks and balances yang kuat, masa jabatan Trump memperlihatkan bahaya ketika seorang pemimpin mencoba mengabaikan norma hukum. Upayanya untuk membatalkan hasil pemilu 2020, hingga serangan 6 Januari 2021 ke Capitol Hill oleh pendukungnya, menjadi bukti bagaimana pengabaian hukum oleh seorang presiden bisa mengguncang demokrasi bahkan di negara maju.
  5. Pervez Musharraf (Pakistan)
    Jenderal Musharraf mengambil alih kekuasaan melalui kudeta militer dan menggantung konstitusi. Ia kemudian memecat hakim Mahkamah Agung yang menentangnya dan memberlakukan keadaan darurat. Tindakannya menjadi preseden buruk atas subordinasi hukum di bawah kekuasaan militer.

Kasus-kasus tersebut membuktikan bahwa ketika pemimpin meletakkan diri di atas hukum, maka negara tak hanya kehilangan arah, tetapi juga menghadapi krisis legitimasi, ekonomi, hingga konflik sipil. Inilah konteks penting dari peringatan SBY.

Indonesia sebagai negara demokrasi yang menjunjung konstitusi harus menjadikan hukum sebagai panglima. Para pemimpin, terutama yang berada di lingkar kekuasaan tertinggi, harus menunjukkan keteladanan dalam menaati hukum—bukan menundukkannya untuk ambisi pribadi atau kelompok. Jika tidak, maka krisis kepercayaan publik hanyalah soal waktu. Dan seperti yang telah terjadi di negara-negara lain, ketika hukum runtuh, negara pun menyusul.

Lalu apa maksud daripada pernyataan SBY tersebut, dan menyindir siapakah? Mungkinkah itu menyindir Presiden Prabowo Subianto yang baru saja memberikan ablosi kepada Tomas Trikasih Lembog dan amnesti untuk politisi PDI Perjuangan Hasto Kristianto? Semoga saja ini hanya sebuah peringatan. Bukan suatu sindiran.(*)

You Might Also Like

Soloraya Great Sale 2025, Respati Ardi: UMKM Berperan Besar Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Sambut HUT ke-479 Kota Semarang, Taman Lele Semarang Bersolek

Nggak Cuma Healing, Traveling Juga Punya Banyak Bonus Buat Tubuh

Dewan Berencana Bentuk Pansus Haji 2025

Dear Jemaah Haji, Perhatikan Larangan Penting di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Berikut

TAGGED:abolisi tom lembongamnesti hastoHasto KristiantoSusilo Bambang YudhoyonoTom Lembong
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi: Bendera One Piece yang tiba-tiba marak berbarengan dengan pemasangan Bendera Merah Putih menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-80 tahun 2025 meresahkan pemerintah. Bendera ‘One Piece’ Luffy, Tanda Negara Tak Baik-Baik Saja
Next Article Ketua Umum PSSI Erick Tohir bersama Direktur PT. LIB Ferry Paulus dan mitra kompetisi saat peluncuran Super League Indonesia musim kompetisi 2025-2026 di Jakarta, Minggu (3/8/2025). foto: dok/PSSI Era Baru Sepak Bola Nasional: PSSI dan LIB Luncurkan Super League Indonesia

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

BANTAL KUCING - Dina memegang bantal bergambar kucing buatan tangannya sendiri, Minggu (27/9/2026). Sebagian keuntungan dari jualan bantal kucing itu digunakan untuk memberi makan kucing jalanan. (dul) The Best Contact Center Indonesia ALTERNATIF SOLUSI DIGITAL - Melalui booth “Digital Solution & Green Ecosystem” pada Electricity Connect 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, PLN Icon Plus memperkenalkan berbagai solusi digital dan energi hijau yang dapat diterapkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat, bisnis, dan industri.

Dari AI hingga Energi Bersih, PLN Icon Plus Tampilkan Inovasi di Electricity Connect 2026

HIP HOP: Pengunjung ARTOTEL Gajahmada Semarang menikmati rangkaian Street Sound & Hip Hop. (ist)

ARTOTEL Gajahmada Ramaikan Akhir September dengan Hip Hop hingga Karaoke

Ilustrasi penangkapan tersangka.

Pengusaha HT Jadi Tersangka Kasus Pajak, DJP Ungkap Modusnya

Semarang Lagi Panas-Panasnya, Suhu Capai 37,1 Derajat

Tak Sekadar Touring, NECI 04 Semarang Bawa Misi Merah Putih ke Astana Giribangun

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Tips

Gigi Susu Jangan Dianggap Cuma Numpang Lewat

Juli 25, 2026
Unik

3 Dapur SPPG di Purbalingga Diresmikan, Siap Layani Ribuan Siswa

Agustus 23, 2025
Kejagung pamerkan duit sitaan hasil korupsi CPO Wilmar Group.
Unik

Kejagung Pamerkan Duit Rp 11,8 Triliun Kasus Korupsi CPO Wilmar Group

Juni 17, 2025
Tips

Nyeri Dada Bikin Panik? GERD dan Jantung Sering Disalahpahami

Maret 30, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Berikut Pemimpin Negara Yang Meletakkan Diri di Atas Hukum Negara
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?