Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Kemiskinan Jateng Turun Jadi 9,48 Persen, Wagub Minta OPD Tak Bekerja Sektoral
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Kemiskinan Jateng Turun Jadi 9,48 Persen, Wagub Minta OPD Tak Bekerja Sektoral

Pemprov Jawa Tengah mencatat penurunan angka kemiskinan menjadi 9,48 persen per Maret 2025. Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menyebut capaian ini hasil kerja lintas sektor, namun mengingatkan masih banyak pekerjaan rumah dalam memastikan intervensi benar-benar menyentuh akar persoalan.

T. Budianto
Last updated: Juli 26, 2025 12:27 am
By T. Budianto
2 Min Read
Share
Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen. (Foto: Ist)
SHARE

NARAKITA, SEMARANG- Pemprov Jateng mencatat kemajuan dalam penanggulangan kemiskinan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng, persentase penduduk miskin per Maret 2025 mencapai 9,48 persen, atau turun 0,10 persen poin dibandingkan periode September 2024 yang tercatat sebesar 9,58 persen.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menegaskan, penurunan ini merupakan hasil dari intervensi di berbagai bidang seperti pendidikan, kesehatan, serta bantuan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH).

“Kemiskinan itu indikatornya banyak. Kita sudah mulai kerjakan semua, tapi tetap harus ditingkatkan dan diperkuat lewat kolaborasi lintas sektor,” ujar Gus Yasin, sapaan akrabnya, di Semarang.

Ia menilai bahwa upaya pengentasan kemiskinan tidak bisa dilakukan oleh satu instansi atau dinas saja. Semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta ikut bertanggung jawab terhadap seluruh indikator kemiskinan.

“Kalau ketemu satu keluarga miskin, jangan dilihat dari satu sisi saja. Harus dicek juga apakah keluarganya sehat, anaknya sekolah atau tidak, rumahnya layak atau tidak. Kalau belum tersentuh, berarti ego sektoral masih terjadi,” tegasnya.

Akurasi Data

Untuk mendukung penanganan kemiskinan yang lebih tepat sasaran, ia juga menyoroti pentingnya akurasi data. Ia menyebut saat ini tengah dilakukan transisi dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) menuju Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DT-SEN) yang diinisiasi Kementerian Sosial.

“Kita harus kawal proses perubahan data ini agar penyaluran bantuan benar-benar menyasar yang membutuhkan,” katanya.

Selain mengandalkan intervensi dari pemerintah daerah, Gus Yasin juga mengajak berbagai elemen masyarakat seperti perguruan tinggi dan organisasi kemasyarakatan untuk ikut andil dalam pengentasan kemiskinan.

Menurut data BPS, jumlah penduduk miskin di Jateng pada Maret 2025 tercatat sebanyak 3,37 juta orang, turun 29,65 ribu orang dibandingkan September 2024. Penurunan terjadi baik di perkotaan maupun perdesaan.

Di wilayah perkotaan, jumlah penduduk miskin turun dari 1,84 juta orang menjadi 1,75 juta orang, sedangkan di perdesaan turun dari 1,87 juta menjadi 1,62 juta orang. Persentase kemiskinan di kota tercatat 9,10 persen, dan di desa 9,92 persen.

Meski tren menurun, Pemprov Jateng menilai angka tersebut belum ideal dan perlu terus ditekan dengan pendekatan terintegrasi. (*)

You Might Also Like

Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, Ahmad Luthfi Raih Penghargaan

Surat Cinta dari Pemuda Semarang untuk Wali Kota

Pemprov Luncurin Aplikasi “Ayo Kerjo”, Cari Loker Jadi Gampang 24 Jam Nonstop

Bikin Naik Bus Makin Praktis, Pemprov Luncurkan Sistem Pembayaran Digital Trans Jateng

Walhi: Banjir Itu Bukan Takdir

TAGGED:kemiskinan jatengpemprov jatengwagub jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Jelang Pemilu 2029, Golkar Jateng Siapkan Peta Jalan Konsolidasi
Next Article Tol Bawen-Yogyakarta Ditarget Beroperasi 2026

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Meriah, Lomba Senam Lansia se-Kecamatan Banyumanik, Agustina: Semua Jadi Juara

Bimtek Aswakada, Iswar Bawa Misi Borong Ide untuk Semarang

Bayar Pajak Kendaraan di Jateng Bisa Dapat Cashback Rp50.000, Begini Caranya

PROGRES PENGERJAAN - Progres pembangunan proyek infrastruktur Tol Semarang-Demak Seksi I mencapai 79,42 persen pada 22 Oktober 2026. (ist)

WNI Susah Cari Kerja, Proyek Tol Semarang-Demak Malah Digarap TKA Ilegal dari Tiongkok

Klaim Fiktif Rp 22 Miliar, BPJS Buka-bukaan soal RS Padma Lalita

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Gubernur Ahmad Luthfi meninjau kondisi Kota Pekalongan usai aksi demonstrasi didampingi Wakil Walikota.Foto: dok.
Daerah

Gaspol Recovery! Gubernur Jateng Cek Langsung Kondisi Pekalongan Pasca Kebakaran

September 2, 2025
Hukum

OTT Guncang Sukoharjo, Gubernur: “Pelayanan Publik Jangan Tumbang”

Juli 11, 2026
Lulusan SMP yang baru diterima di SMA mengikuti orientasi awal sekolah. (humas pemprov)
Daerah

72.460 Siswa Miskin di Jateng Bisa Bersekolah Gratis Melalui Skema Ini

Juli 11, 2025
Info

Dari Lawang Sewu Sampai Borobudur dalam Satu Kayuhan

Juni 22, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kemiskinan Jateng Turun Jadi 9,48 Persen, Wagub Minta OPD Tak Bekerja Sektoral
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?