Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Sekolah Rakyat di Jateng Dibuka, 1.075 Siswa Kurang Mampu Siap Terima Pendidikan Gratis
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Sekolah Rakyat di Jateng Dibuka, 1.075 Siswa Kurang Mampu Siap Terima Pendidikan Gratis

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu melalui program Sekolah Rakyat. Tahun ini, sebanyak 1.075 siswa jenjang SMP dan SMA akan ditampung di berbagai lokasi sekolah yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota. Program ini menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif dan merata di seluruh pelosok Jawa Tengah.

T. Budianto
Last updated: Juli 5, 2025 8:54 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
DIALOG KEMENSOS: Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menghadiri acara Dialog Bersama Calon Siswa Sekolah Rakyat dan Orangtua yang digelar di Sentra Terpadu Kartini, Temanggung, Jateng, beberapa waktu lalu. (Foto: Kemensos)
SHARE

NARAKITA, SEMARANG- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Sosial mulai mengoperasikan program Sekolah Rakyat yang ditujukan khusus bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu.

Tahun ini, total 1.075 siswa akan ditampung di jenjang SMP dan SMA yang tersebar di berbagai daerah. Kepala Dinas Sosial Jawa Tengah, Imam Maskur, menyebutkan, hingga saat ini sudah ada 11 Sekolah Rakyat yang berdiri di sejumlah kabupaten/kota.

Jumlah rombongan belajar (rombel) yang disiapkan terdiri atas sembilan rombel untuk SMP dan 29 rombel untuk SMA.

“Sekolah Rakyat ini menjadi solusi pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin. Mereka akan mendapatkan akses belajar secara gratis dengan fasilitas memadai,” ujarnya di Semarang, Sabtu (5/7).

Lima lokasi utama yang telah siap menjalankan program ini adalah Sentra Terpadu Kartini Temanggung (125 siswa SMA), Sentra Antasena Magelang (100 siswa SMA), Sentra Satria Baturaden Banyumas (50 siswa SMP), Sentra Margo Laras Pati (100 siswa SMP), dan Sentra Terpadu Prof. Dr. R. Soeharso di Surakarta (200 siswa SMA).

Sekolah Rakyat juga telah tersebar di daerah lain seperti Magelang, Blora, Banjarnegara, Wonosobo, Kendal, dan Wonogiri. Namun, Imam menyebutkan belum semua daerah bisa membuka sekolah ini karena masih terkendala kesiapan infrastruktur dan fasilitas penunjang lainnya.

Sesuaikan Kebutuhan

Menurutnya, jenis jenjang pendidikan yang dibuka di setiap daerah disesuaikan dengan kebutuhan dan jumlah lulusan SD atau SMP di wilayah tersebut. Misalnya, di daerah dengan lebih banyak lulusan SMP, maka sekolah menyediakan jenjang SMA atau SMK.

Dalam hal seleksi siswa, Dinas Sosial menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk menyaring calon penerima manfaat. Selanjutnya, dilakukan verifikasi langsung oleh pendamping sosial dengan melihat kondisi tempat tinggal dan ekonomi calon siswa.

“Tidak semua pendaftar bisa langsung diterima. Harus ada verifikasi lapangan agar benar-benar tepat sasaran, sesuai dengan kondisi keluarga yang memang membutuhkan,” tegas Imam.

Ia memastikan seluruh Sekolah Rakyat yang beroperasi telah dilengkapi sarana dan prasarana, termasuk guru yang direkrut oleh pemerintah pusat. Jumlah guru yang ditempatkan akan disesuaikan dengan jumlah rombel di masing-masing sekolah. (*)

You Might Also Like

Maaf Lebaran Lewat Chat, Cukup Nggak Sih Sebenarnya?

Puan Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Ojol Meninggal Terlindas Barracuda: “Jangan Sampai Terjadi Lagi!”

Detail Mewah Seserahan Al Ghazali untuk Alyssa Daguise: Mulai dari Cincin Cartier hingga High Heels Valentino

Giliran Jam Mewah, Daftar Termahal Dunia, Punya Ahmad Sahroni Masuk Gak?

Menjelang Kongres PWI, Suasana Dibikin Guyub: Integritas Jadi Janji Bareng

TAGGED:dinsos jatengkemensospemrov jatengsekolah rakyat jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Jasad Notaris Perempuan Ditemukan di Sungai Citarum, Polisi Amankan Dua Terduga Pelaku
Next Article Ilustrasi kantor pusat Google. Google Dihukum Bayar Denda Rp 5 Triliun kepada Pengguna Android, Ini Kasusnya

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Jateng Mau Sulap 70 Persen Sampah Jadi Listrik, Mimpi atau Jalan Keluar?

96 Ribu Pejabat “Belum Lapor”, MAKI: KPK Jangan Cuma Kasih Angka, Spill Namanya!

MBG Lima Hari Aja? Santai, Daerah 3T Dapat “Bonus Sabtu”

Bukan Sekadar Haul, Ini “Push Rank” KH Sholeh Darat Jadi Pahlawan Nasional

Haji 2026 Tetap Berangkat, Meski Timur Tengah Lagi Panas-Panasnya

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Unik

Wamenparekraf Tinjau Kekuatan Wisata Penyangga Danau Toba

Juli 11, 2025
Unik

Lebaran di Balai Kota: Bukan Cuma Salat, Tapi Ajang Ngumpul Tanpa Sekat

Maret 21, 2026
Sejumlah pejabat memukul gong sebagai pembuka gelaran Munas BEM SI. Kehadiran para pejabat dalam Munas BEM SI membuat sejumlah BEM keluar dari keanggotaan BEM SI. 15 BEM kampus Jateng-DIY menuntut BEM SI kembali ke marwah. Foto:dok/ist
Unik

Berikut 7 Tuntutan 15 BEM Kampus Jateng-DIY Kepada BEM SI

Juli 26, 2025
Unik

Rayakan HUT Jateng, Ini Gaya Baznas Bantu UMKM dan Sajikan Bakso Gratis

Agustus 22, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Sekolah Rakyat di Jateng Dibuka, 1.075 Siswa Kurang Mampu Siap Terima Pendidikan Gratis
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?