Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Anak Marbot Masjid Ini Lolos UGM Tanpa Tes, Kuliah Hampir Gratis Berkat Ini
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Anak Marbot Masjid Ini Lolos UGM Tanpa Tes, Kuliah Hampir Gratis Berkat Ini

Kisah Elsa menjadi pengingat bahwa pendidikan bisa ditembus bukan hanya oleh mereka yang punya harta, tapi juga oleh mereka yang punya tekad dan keyakinan.

Nugroho P.
Last updated: Juni 12, 2025 10:24 am
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Elsa, Anak Marbot Masjid Lolos Masuk UGM Tanpa Tes dan Beasiswa Subsidi UKT (ugm.ac.id)
SHARE

DI BALIK lantunan azan dan debu lantai masjid yang saban hari dibersihkan sang ayah, Elsa Yuliana menanam impiannya dalam-dalam: kuliah di perguruan tinggi terbaik di Indonesia, Universitas Gadjah Mada.

Meski berasal dari keluarga sederhana, semangat belajar Elsa tidak pernah padam. Kini, impian itu telah digenggamnya.

Elsa, remaja 18 tahun asal Sentolo, Kulon Progo, Yogyakarta, berhasil menembus UGM tanpa tes melalui jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP). Ia diterima di Program Studi Pembangunan Wilayah, Fakultas Geografi. Tak hanya itu, ia juga mendapat subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar 75 persen—membuat beban keuangan keluarganya jauh lebih ringan.

Elsa adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Ayahnya, Sudiyana, sehari-hari menjadi marbot masjid dan juga buruh serabutan. Penghasilan yang tak menentu membuat Elsa sejak awal sadar bahwa perjuangan menembus bangku kuliah harus dimulai dari kerja keras, bukan kemewahan.

“Orang tua saya tidak bisa membiayai les, jadi saya belajar mandiri,” ungkap Elsa dengan mata berkaca-kaca saat ditemui di rumahnya, dikutip ugm.ac.id  Kamis (12/6). Sejak duduk di bangku kelas 10 SMA, ia mantap membidik jalur SNBP sebagai tumpuan harapannya.

Selama bersekolah di SMA Negeri 1 Wates, Elsa tak hanya unggul secara akademis. Ia aktif di kegiatan Pramuka dan kerap mengikuti lomba hingga tingkat kabupaten. Berbagai prestasi itulah yang mendukungnya diterima di UGM tanpa melalui tes tertulis.

Parjiyah, sang ibu, mengenang bagaimana anaknya begitu gigih. “Elsa itu kalau punya keinginan selalu diiringi usaha. Dari awal sudah ngomong ingin kuliah di UGM. Kami dukung sebisanya,” tutur Parjiyah sambil menahan haru.

Kabar kelolosan Elsa disambut bahagia seisi rumah. Namun di balik senyum mereka, terselip kekhawatiran soal biaya. Maklum, penghasilan ayah Elsa tak tetap. Tetapi takdir baik seolah menjawab doa mereka—subsidi UKT sebesar 75 persen menjadi jawaban dari langit.

“Senang, tapi ya sempat kepikiran. Kalau cuma lulus, oke. Tapi kuliahnya gimana? Syukurlah dapat subsidi UKT dari UGM,” ujar Sudiyana, sang ayah, yang tetap membersihkan masjid tiap hari meski di tengah perasaan campur aduk.

Sebagai anak marbot, Elsa tak pernah merasa malu. Bahkan, ia kerap membantu ayahnya membersihkan masjid saat libur sekolah atau akhir pekan. “Bapak capek, saya bantu. Saya nggak malu. Justru itu motivasi saya,” ucapnya.

Baginya, kampus bukan sekadar tempat belajar, tapi jembatan untuk mengangkat derajat keluarga. Ia bertekad untuk lulus tepat waktu dan segera bekerja agar bisa membiayai adik bungsunya yang masih duduk di bangku SD.

“Adik saya juga ingin saya sekolahkan nanti. Jadi saya harus bisa. Biar keadaan keluarga kami berubah,” tegas Elsa.

Di UGM nanti, Elsa membawa tekad besar. Ia tidak ingin menyia-nyiakan kepercayaan yang diberikan. Dengan hati penuh syukur, ia berharap bisa menjadi contoh bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi.

Kisah Elsa menjadi pengingat bahwa pendidikan bisa ditembus bukan hanya oleh mereka yang punya harta, tapi juga oleh mereka yang punya tekad dan keyakinan.

“Untuk teman-teman yang sedang berjuang juga, jangan menyerah hanya karena soal ekonomi. Kalau kita yakin dan terus berusaha, insya Allah ada jalannya,” pungkas Elsa. (*)

You Might Also Like

Film Pesta Babi, Pemerintah Bilang Jangan Keburu Panik Dulu

Mengapa Tanggul Laut Pelabuhan Tanjung Emas Bisa Jebol?

Lorong Pocong dan Boneka Gantung, Menyibak Museum Santet

Raisa–Hamish, Romansa yang Retak di Ujung Cerita

Rahasia Burung Migran Tetap Melaju, Tidur Pun Bisa Dilakukan di Langit

TAGGED:anak marbot masjidmarbot masjidmasuk ugm
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article BLACKPINK Siap Guncang GBK Jakarta November 2025, Ini Info Tiket dan Jadwal Penjualan Lengkapnya
Next Article Pompa portabel dioperasikan untuk menangani banjir rob di Sayung, Demak. (humas pemprov jateng) Pemprov Jateng Perbanyak Pompa di Pantura Sayung, Efektif Tangani Rob?

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Tak Sekadar Touring, NECI 04 Semarang Bawa Misi Merah Putih ke Astana Giribangun

Pelat Nomor Diakali, Kamera ETLE Dibikin Bingung

Polisi Ungkap Napi Lapas Sragen Kendalikan Peredaran Sabu di Solo

ANJING RAKSASA - Denver seekor anjing berjenis Alaskan Malamute berusia 2 tahun asal Semarang dengan bobot sekitar 70 kilogram Foto bersama pemilik Lily Harts, Minggu (27/9/2026). (dul)

Denver si Selebdog Malamute Raksasa Asal Semarang, Popularitasnya Jadi Jalan Berbagi

PENIPUAN - Ilustrasi pelaku penipuan sedang beraksi.

Sial! Rela Bayar Rp380 Juta Demi Anak Masuk UI, Ujungnya Kena Tipu

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Viral

Rekahan Baru Mengintai, Ancaman Banjir Pandanarum Menggila

November 21, 2025
Kasi Penyidikan Pidana Khusus Kejati Jateng, Leo Jimmy Agustinus (depan) memimpin penahanan tersangka kasus korupsi Plasa Klaten. foto: bae
Unik

Kejaksaan Bidik Tersangka Baru Korupsi Pengelolaan Plasa Klaten

Juni 27, 2025
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, memaparkan upaya Pemkot Semarang, entaskan kemiskinan.
Unik

Agustina Wali Kota Semarang Paparkan Upaya Pemkot Tangani Kemiskinan

Juni 21, 2025
Sururi, pendekar penggerak penanaman mangrove di pesisir Semarang.
Lakon Lokal

Kenalan Sama Pak Sururi, Orang Biasa dengan Aksi Luar Biasa Jaga Pesisir Semarang

Januari 4, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Anak Marbot Masjid Ini Lolos UGM Tanpa Tes, Kuliah Hampir Gratis Berkat Ini
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?