Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Jelang Puncak Haji, Suhu Makkah Tembus 46 Derajat
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Jelang Puncak Haji, Suhu Makkah Tembus 46 Derajat

Menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Mina, dan Muzdalifah (Armuzna), peringatan keras disampaikan oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Suhu udara yang menyengat, mencapai 46 derajat Celsius, dinilai menjadi ancaman serius bagi kesehatan jemaah, terutama yang sudah lanjut usia atau memiliki penyakit penyerta.

Nugroho P.
Last updated: Mei 20, 2025 1:10 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Ilustrasi jemaah sedang melalukan ritual ibadah haji di Masjidil Haram.
Ilustrasi jemaah sedang melalukan ritual ibadah haji di Masjidil Haram.
SHARE

NARAKITA, MAKKAH –  Menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Mina, dan Muzdalifah (Armuzna), peringatan keras disampaikan oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Suhu udara yang menyengat, mencapai 46 derajat Celsius, dinilai menjadi ancaman serius bagi kesehatan jemaah, terutama yang sudah lanjut usia atau memiliki penyakit penyerta.

Cuaca ekstrem yang kini melanda Makkah berbarengan dengan lonjakan jumlah jemaah dari seluruh dunia, termasuk Indonesia. Kepala Bidang Kesehatan PPIH Arab Saudi, Imran, menyebut kondisi tersebut meningkatkan risiko kelelahan dan dehidrasi, bahkan bisa berujung pada komplikasi fatal.

“Dalam dua hari terakhir, suhu tercatat berkisar antara 42 hingga 46 derajat Celcius, dan diprediksi akan terus naik seiring mendekatnya musim panas. Jumlah jemaah juga terus berdatangan,” kata Imran dalam konferensi pers di Makkah, Senin (19/5/2025).

Hingga saat ini, sebanyak 71 ribu jemaah haji asal Indonesia telah berada di Makkah. Angka itu akan terus bertambah hingga mencapai lebih dari 203 ribu orang, seiring berakhirnya fase kedatangan jemaah dari Madinah dan Tanah Air.

Menurut Imran, padatnya aktivitas fisik dalam suhu tinggi membuat jemaah rentan mengalami gangguan kesehatan. Gejala ringan seperti batuk dan pilek bisa berkembang menjadi gangguan serius seperti pneumonia atau penyakit jantung jika tidak ditangani dengan cepat.

“Kami mencatat 1.167 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) hingga 18 Mei. Selain itu, hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung koroner juga mendominasi daftar keluhan,” ungkap Imran.

Situasi makin mengkhawatirkan dengan wafatnya 28 jemaah haji Indonesia sejauh ini. Mayoritas meninggal dunia akibat gangguan jantung dan infeksi berat yang menyerang sistem imun yang sudah lemah.

Berdasarkan pantauan di lapangan, banyak jemaah masih memaksakan diri untuk melaksanakan umrah sunah atau berjalan jauh tanpa pelindung diri yang cukup, meskipun kondisi tubuh mereka tidak ideal.

PPIH mengimbau para jemaah, khususnya lansia, agar menunda aktivitas berat. Istirahat cukup, menghindari terik siang hari, dan menjaga asupan cairan menjadi kunci utama menjaga stamina.

“Jangan menunggu haus. Idealnya minum 200 cc air setiap satu jam, khususnya saat di luar ruangan. Gunakan masker jika batuk atau flu untuk mencegah penularan,” ucap Imran.

Selain itu, jemaah dengan penyakit kronis dianjurkan untuk menghindari kegiatan fisik berlebihan. Fokuskan ibadah pada zikir, tadarus, dan amal sosial dari dalam hotel.

Penggunaan kursi roda sangat dianjurkan bagi lansia atau jemaah disabilitas saat melaksanakan tawaf dan sa’i. Imran juga menyarankan agar mereka selalu didampingi jemaah yang lebih bugar.

“Setidaknya konsultasi dengan dokter kloter seminggu sekali. Jangan lupa minum obat teratur dan segera lapor jika ada gejala,” imbuhnya.

Tim medis PPIH yang siaga di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan rumah sakit rujukan Arab Saudi terus bekerja keras memberikan pelayanan terbaik.

Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan RI juga terus mengkoordinasikan sistem pelayanan jemaah agar ibadah haji berjalan aman, nyaman, dan selamat hingga puncaknya.

Imran berharap para jemaah bisa menyadari bahwa menjaga kesehatan adalah bagian dari ibadah. Fisik yang prima menjadi syarat penting untuk menjalankan wukuf di Arafah dan rangkaian ibadah lainnya dengan sempurna.

“Keselamatan jemaah adalah prioritas utama kami. Haji bukan soal kuat atau tidak kuat, tapi soal kesiapan fisik dan mental yang seimbang,” pungkasnya.

You Might Also Like

Tunjangan Sultan, Rakyat Kelimpungan: Saat Elit Politik Lupa Caranya Turun ke Bumi

Nyeri Sehabis Makan Santan? Bisa Jadi Empedu Lagi Kasih Kode

Ihwal Kasus Covid-19, Wali Kota Solo Sebut Belum Berencana Aktifkan Tempat Karantina

Luthfi Ingin Ajang ‘Soloraya Great Sale’ jadi Pemacu Ekonomi Aglomerasi

Jokowi Tegaskan Dukung Penuh PSI

TAGGED:cuaca ekstrimcuaca makkahcuaca makkah saat inihaji indonesiaibadah hajikondisi makkah terbarupuncak ibadah haji
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Kaprodi PPDS Undip, Taufik Eko Nugroho keluar ruang kejaksaan dengan kondisi tangan terborgol dan memakai rompi tahanan, Kamis (15/5/2025). Babak Baru Kasus Bullying PPDS Undip, Segera Disidangkan di PN Semarang
Next Article Menapak Jejak Boedi Utomo, Menyalakan Api Kebangkitan Nasional

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Polisi Ungkap Napi Lapas Sragen Kendalikan Peredaran Sabu di Solo

ANJING RAKSASA - Denver seekor anjing berjenis Alaskan Malamute berusia 2 tahun asal Semarang dengan bobot sekitar 70 kilogram Foto bersama pemilik Lily Harts, Minggu (27/9/2026). (dul)

Denver si Selebdog Malamute Raksasa Asal Semarang, Popularitasnya Jadi Jalan Berbagi

PENIPUAN - Ilustrasi pelaku penipuan sedang beraksi.

Sial! Rela Bayar Rp380 Juta Demi Anak Masuk UI, Ujungnya Kena Tipu

BANTAL KUCING - Dina memegang bantal bergambar kucing buatan tangannya sendiri, Minggu (27/9/2026). Sebagian keuntungan dari jualan bantal kucing itu digunakan untuk memberi makan kucing jalanan. (dul)

Kisah Dina Rawat Kucing-kucing Terlantar, Andalkan Cuan dari Jualan Bantal Bergambar Meong

Gubes UGM: Kuliah Gratis Jangan Cuma PTN

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Viral

Rekahan Baru Mengintai, Ancaman Banjir Pandanarum Menggila

November 21, 2025
ISI BBM - Petugas SPBU sedang mengisi BBM.
Viral

Isu BBM Bogor Tercampur Air, Setelah Dicek Hasilnya Cuma Begini…

November 15, 2025
Aksi dr Erli Meichory Viorika di pesawat Citilink viral usai selamatkan balita kejang. (AI)
Viral

Viral! Detik-detik Dokter Selamatkan Nyawa Balita di Pesawat, IDAI Sampaikan Ini

Februari 3, 2026
Unik

Air Mata Buaya: Tangis Palsu atau Fakta Alam?

September 13, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Jelang Puncak Haji, Suhu Makkah Tembus 46 Derajat
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?