BACAAJA, KUBU RAYA– Pembangunan kota tak cukup bermodal rapat, anggaran, dan sederet program kerja. Kadang, ide segar justru datang dari daerah lain.
Inilah yang dibidik Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, saat menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) Nasional Asosiasi Wakil Kepala Daerah Indonesia (Aswakada) di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, 4-6 November 2026.
Bukan sekadar hadir memenuhi undangan, Iswar membawa misi berburu praktik baik alias best practices dari berbagai daerah. Harapannya, ide-ide yang dianggap cocok bisa dibawa pulang dan diadaptasi untuk mempercepat pembangunan serta meningkatkan pelayanan publik di Kota Semarang.
Menurut Iswar, setiap daerah punya persoalan dan potensi berbeda. Karena itu, pemerintah daerah tak boleh merasa paling tahu atau hanya berkutat dengan pengalaman sendiri.
Baca juga: Pemkot Gaungkan Gerakan Selamatkan Heritage Maritim
“Setiap daerah tentu memiliki tantangan dan potensi masing-masing. Melalui forum ini, kita bisa saling belajar, bertukar pengalaman, dan melihat berbagai praktik baik yang mungkin dapat diterapkan di daerah kita,” ujarnya.
Ia berharap, pengalaman dari daerah lain bisa menjadi tambahan referensi untuk merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran. Namun, penerapannya tetap harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Kota Semarang.
“Harapannya, apa yang kita dapatkan dari kegiatan ini bisa menjadi tambahan wawasan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pembangunan bagi masyarakat Kota Semarang,” tambahnya.
Koordinasi Pemerintahan
Forum Aswakada sendiri menjadi ruang pertemuan para wakil kepala daerah dari berbagai penjuru Indonesia. Agendanya tak cuma memperluas jejaring, tetapi juga memperkuat kapasitas kepemimpinan, koordinasi pemerintahan, serta harmonisasi hubungan kerja di lingkungan pemerintah daerah. Sebab, program pembangunan yang bagus sekalipun bisa mandek jika koordinasi antarpemangku kepentingan berjalan tersendat.
Menariknya, agenda Aswalada tak melulu bicara birokrasi dan tata kelola. Para wakil kepala daerah juga turun langsung melakukan penanaman pohon di kawasan Bundaran Gaforaya, Kubu Raya, Kamis (5/11/2026).
Iswar menilai kegiatan penghijauan tersebut sejalan dengan komitmen Pemkot Semarang untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik dan kelestarian lingkungan.
“Pembangunan dan pelestarian lingkungan harus berjalan beriringan. Menanam pohon mungkin terlihat sederhana, tetapi manfaatnya bisa dirasakan hingga generasi berikutnya,” jelasnya.
Baca juga: Iswar Dorong ITMI Perjuangkan Hak Tunanetra
Menurut dia, pembangunan tidak semestinya hanya mengejar hasil yang bisa dinikmati hari ini. Aspek keberlanjutan juga harus menjadi pertimbangan agar generasi mendatang tetap mendapatkan lingkungan yang sehat. Iswar berharap, pengalaman dan jejaring yang terbangun selama mengikuti forum tersebut bisa ditindaklanjuti melalui program konkret di Semarang.
“Pada akhirnya, tujuan kita sama, yaitu bagaimana pemerintah bisa terus hadir memberikan pelayanan terbaik dan manfaat nyata bagi masyarakat. Semakin banyak kita belajar dan berkolaborasi, semakin besar kesempatan menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi daerah,” pungkasnya.
Tentu, pulang dari Kubu Raya nanti, pekerjaan rumah sesungguhnya baru dimulai. Sebab, ide bagus tak cukup hanya dikumpulkan dalam catatan perjalanan, sementara pohon yang ditanam tak boleh berhenti menjadi dokumentasi seremoni. Semarang butuh inovasi yang benar-benar tumbuh, bukan sekadar foto kegiatan yang subur di media sosial. (tebe)

