BACAAJA, SEMARANG – Baru beli HP dan sudah nggak sabar ingin langsung memakainya? Sebagian orang mungkin masih menyarankan untuk mengecas ponsel sampai penuh sebelum digunakan, bahkan membiarkannya tersambung ke charger selama berjam-jam agar baterainya awet.
Kebiasaan ini sudah lama beredar dan diwariskan dari satu pengguna ke pengguna lainnya. Ada anggapan bahwa pengisian daya pertama bakal menentukan kualitas baterai untuk pemakaian selanjutnya.
Namun, apakah cara tersebut masih berlaku untuk smartphone zaman sekarang? Faktanya, HP baru bisa langsung digunakan tanpa harus dicas terlebih dahulu, karena teknologi baterai yang dipakai saat ini sudah berbeda dari ponsel generasi lama.
HP Baru Nggak Perlu Nunggu Dicas Penuh
Anggapan bahwa HP baru harus dicas sebelum digunakan sebenarnya berasal dari kebiasaan memperlakukan ponsel pada masa lalu. Saat itu, pengguna kerap dianjurkan mengosongkan baterai terlebih dahulu, kemudian mengisinya sampai 100 persen sebelum mulai memakai perangkat.
Bahkan, ada saran untuk mengecas HP baru selama tiga hingga delapan jam. Tujuannya agar kapasitas baterai tetap maksimal dan daya tahannya terjaga untuk penggunaan jangka panjang.
Namun, cara tersebut sudah tidak relevan untuk sebagian besar smartphone modern. Ponsel yang baru dibuka dari kotaknya bisa langsung dinyalakan dan digunakan sesuai kebutuhan, tanpa harus menunggu baterainya penuh.
Perubahan ini berkaitan dengan perkembangan teknologi baterai. Smartphone modern umumnya menggunakan baterai lithium-ion (Li-ion) yang memiliki karakteristik berbeda dari baterai ponsel generasi lama.
Karena itu, pengguna tidak perlu repot menghabiskan daya baterai sampai nol, lalu mengecasnya selama berjam-jam hanya untuk pengisian pertama. Cukup gunakan HP seperti biasa dan isi daya ketika memang diperlukan.
Kenapa Dulu HP Baru Harus Dicas Lama?
Anjuran mengecas HP baru selama beberapa jam tidak muncul tanpa alasan. Pada ponsel lawas, baterai yang digunakan umumnya berbahan nickel-cadmium (NiCd), yang memiliki karakteristik berbeda dari baterai modern.
Baterai NiCd dapat mengalami efek memori dalam kondisi tertentu. Fenomena ini membuat kapasitas yang bisa digunakan seolah berkurang ketika baterai berulang kali diisi sebelum benar-benar habis, meskipun efek tersebut tidak selalu terjadi pada setiap baterai.
Kondisi itu membuat cara pengisian daya pada ponsel lama berbeda dengan kebiasaan yang dianjurkan untuk smartphone masa kini.
Sementara itu, baterai lithium-ion tidak memiliki efek memori seperti baterai NiCd. Teknologi ini memungkinkan pengguna mengisi daya sesuai kebutuhan tanpa harus mengosongkan baterai terlebih dahulu.
Dengan perbedaan tersebut, kebiasaan mengecas HP baru selama delapan jam bukan lagi syarat untuk menjaga kapasitas baterai smartphone modern.
Kapan Sebaiknya HP Mulai Dicas?
Meski bisa langsung dipakai, pengguna tetap perlu memperhatikan kebiasaan mengisi daya agar baterai lebih awet. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah mengecas ponsel sebelum kapasitas baterainya terlalu rendah.
Pengguna dapat mulai mengisi daya ketika baterai mendekati 20 persen atau saat muncul peringatan baterai lemah. Dengan begitu, ponsel tidak perlu terus digunakan sampai kehabisan daya.
Selain itu, pengguna tidak harus selalu menunggu baterai benar-benar penuh hingga 100 persen. Pengisian daya bisa disesuaikan dengan kebutuhan sehari-hari, termasuk jika ponsel perlu segera digunakan kembali.
Untuk menjaga kesehatan baterai dalam jangka panjang, hindari kebiasaan membiarkan ponsel terlalu panas saat digunakan atau dicas. Suhu tinggi dapat mempercepat penurunan kapasitas baterai, sehingga pengelolaan suhu menjadi salah satu hal penting dalam perawatan smartphone.
Pengguna juga bisa memanfaatkan fitur perlindungan baterai atau pengisian daya yang dioptimalkan jika tersedia pada perangkat. Fitur tersebut dirancang untuk membantu mengatur proses pengisian daya sesuai kemampuan dan pengaturan ponsel.
Begini Cara Menghitung Siklus Baterai HP
Baterai lithium-ion memiliki mekanisme penghitungan siklus pengisian daya yang berbeda dari anggapan bahwa satu kali mengecas sama dengan satu siklus.
Siklus baterai dihitung berdasarkan akumulasi penggunaan daya yang setara dengan 100 persen kapasitas baterai. Artinya, penggunaan tersebut tidak harus berlangsung sekaligus dalam satu kali pemakaian.
Sebagai contoh, pengguna menghabiskan 75 persen daya baterai pada hari pertama, sehingga kapasitasnya tersisa 25 persen. Setelah mengisi daya hingga penuh, pengguna kemudian memakai lagi 25 persen kapasitas baterai pada kesempatan berikutnya.
Jika diakumulasikan, penggunaan 75 persen dan 25 persen tersebut setara dengan satu siklus penuh. Penghitungan siklus tidak ditentukan hanya berdasarkan berapa kali kabel charger dipasang ke ponsel.
Mekanisme ini menunjukkan bahwa pengguna tidak perlu sengaja menghabiskan baterai hingga nol demi memenuhi satu siklus pengisian. Kebiasaan tersebut justru tidak diperlukan dalam penggunaan normal smartphone dengan baterai lithium-ion.
Kesimpulan: Cas HP Baru 8 Jam Cuma Mitos?
Jadi, anggapan bahwa HP baru wajib dicas selama tiga hingga delapan jam sebelum digunakan termasuk mitos untuk sebagian besar smartphone modern. Ponsel dengan baterai lithium-ion bisa langsung digunakan setelah dikeluarkan dari kotak, tanpa harus menjalani pengisian daya khusus.
Pengguna cukup mengecas ponsel sesuai kebutuhan dan mengikuti petunjuk dari produsen perangkat. Tidak perlu sengaja mengosongkan baterai sampai nol atau membiarkannya tersambung ke charger selama berjam-jam hanya karena baru dibeli.
Intinya, HP baru boleh langsung dipakai tanpa dicas terlebih dahulu. Yang lebih penting adalah menjaga suhu perangkat, menghindari kebiasaan menguras baterai hingga habis, dan memanfaatkan fitur pengelolaan daya yang tersedia agar baterai tetap sehat dalam pemakaian jangka panjang. (*)

