Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Dari Lawang Sewu ke Layar Dunia, Agustina Bidik Semarang Jadi Kota Sinema
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Dari Lawang Sewu ke Layar Dunia, Agustina Bidik Semarang Jadi Kota Sinema

T. Budianto
Last updated: Oktober 24, 2026 3:30 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
PIDATO WALI KOTA: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menyampaikan pidato sambutan di atas panggung Malam Anugerah (Awarding) Lawang Sewu Short Film Festival (LOFF) 2026 di Gedung Ki Narto Sabdo, Semarang, Jumat (23/10/2026). (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Semarang punya banyak cerita. Dari bangunan bersejarah, gang-gang kampung, kehidupan pesisir, sampai kisah warga yang mungkin selama ini cuma lewat di obrolan warung.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti ingin semua itu tak sekadar menjadi kenangan, tetapi menjelma karya yang bisa ditonton hingga ke panggung dunia.

Lewat Lawang Sewu Short Film Festival (LOFF), Agustina membidik Semarang menjadi kota dengan ekosistem perfilman yang hidup, mulai dari lahirnya ide cerita, tumbuhnya sineas, proses produksi, hingga karya bertemu penontonnya.

Pesan itu disampaikan dalam Awarding Lawang Sewu Short Film Festival 2026 di Gedung Ki Narto Sabdo, Semarang, Jumat (23/10/2026). Menurut Agustina, LOFF tak boleh berhenti sebagai lomba yang ramai saat pengumuman pemenang, lalu senyap setelah panggung dibongkar.

Baca juga: Saat Anak Muda Semarang Diajak Bikin Film

“Semoga LOFF menjadi bagian dari perjalanan panjang untuk membangun Semarang sebagai kota yang ekosistem sinemanya terbangun. Tempat gagasan lahir, talenta-talenta tumbuh, produksi berlangsung, dan setiap karya bertemu dengan penontonnya,” ujarnya.

Mengusung tema Seribu Pintu Menuju Sinema Dunia dan tagline Semarang Berkisah untuk Cerita Dunia, LOFF 2026 dirancang sebagai ruang belajar, produksi, kolaborasi, sekaligus promosi film.

LOFF tahun ini mencatat 167 film pendek dari berbagai daerah di Indonesia. Tak hanya berkompetisi, sineas lokal juga mendapat ruang untuk mengembangkan gagasan. Sebanyak 31 proposal cerita dari komunitas film Semarang diseleksi, dengan delapan tim mengikuti pembinaan intensif melalui workshop dan mini lab bersama praktisi perfilman.

Pengembangan Cerita

Selama sekitar lima bulan, festival ini juga menghadirkan Lawang Talks bagi pelajar dan mahasiswa, Film Fund untuk komunitas lokal, pemutaran film, kompetisi nasional, serta LOFF Film Week yang menayangkan tujuh film terkurasi dari Prancis, India, dan Indonesia.

Bagi Agustina, bertemu karya dari negara lain bukan sekadar menambah daftar tontonan. Sineas lokal juga bisa belajar tentang pengembangan cerita, penyutradaraan, teknik produksi, hingga cara mengolah gagasan menjadi film yang kuat.

Modal Semarang sendiri tak sedikit. Lawang Sewu, keragaman budaya, kampung-kampung dengan karakter khas, kawasan pesisir, hingga cerita keseharian masyarakat bisa menjadi sumber ide yang nyaris tak ada habisnya.

Baca juga: Semarang Buka Jalan ke Panggung Dunia

Menariknya, urusan film juga disambungkan dengan ekonomi lokal. Melalui LOFF Market, pelaku UMKM dan Dekranasda dilibatkan agar geliat festival ikut membuka peluang usaha.

Pemkot juga menyiapkan sejumlah langkah lanjutan, mulai dari menjaga keberlanjutan LOFF dan Film Fund, mempermudah izin syuting, membuka peluang pemanfaatan aset pemerintah sebagai lokasi produksi, hingga meningkatkan kapasitas kru lokal lewat kolaborasi dengan kampus dan komunitas film.

“Saya selaku wali kota menjaminkan diri atas kemudahan-kemudahan tersebut. Jadi, tunggu apa lagi? Ayo produksi film di Kota Semarang,” ajak Agustina. Regenerasi pun disiapkan sejak bangku sekolah.

Pemkot telah menggelar lomba menulis cerita pendek bagi pelajar SD, SMP, SMA, hingga kategori umum. Cerita terpilih berpeluang dikembangkan menjadi film pendek. Salah satu karya yang diperkenalkan dalam rangkaian festival adalah Canting untuk Lampion, yang berawal dari gagasan cerita pendek.

Memasuki tahun kedua, LOFF diproyeksikan berlanjut pada 2027. Agustina berharap Semarang bisa belajar dari kota-kota yang lebih dahulu membangun ekosistem perfilman, seperti Jakarta, Yogyakarta, dan Bali.

Sebab, menjadi kota sinema bukan perkara punya kamera, karpet merah, lalu foto bareng pemenang. Yang lebih penting adalah memastikan sineas punya ruang berkarya, kru lokal mendapat pekerjaan, UMKM ikut kebagian rezeki, dan film terus diproduksi setelah festival usai. Jangan sampai cerita Semarang sudah siap mendunia, tetapi ekosistemnya masih sebatas trailer. (tebe)

You Might Also Like

Susu Diduga Bermasalah, Kasus MBG Blora Diusut

Petani Tembakau Jateng Kirim Sinyal Bahaya ke Istana, Presiden Jangan Abai!

Wamenkum: “Dosen dan Aparat Hukum Juga Mulai dari Bab Satu”

Endro Pimpin PDIP Kota Semarang: Saat “Banteng” Diminta Lebih Turun ke Gang

Tas dari Tutup Botol hingga Kaos Sablon, Karya Buatan Napi Dipamerin di Kota Lama

TAGGED:agustina wilujengheadlineloffpemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Notaris Go Digital, Integritas Harga Mati
Next Article Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, Ahmad Luthfi Raih Penghargaan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Kirab Obor Porprov Jateng XVII Lintasi Lima Daerah, Kendal Jadi Tempat Singgah

Api Abadi Mrapen Nyalakan Semangat Porprov Jateng XVII

Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, Ahmad Luthfi Raih Penghargaan

Dari Lawang Sewu ke Layar Dunia, Agustina Bidik Semarang Jadi Kota Sinema

Notaris Go Digital, Integritas Harga Mati

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

PEMELIHARAAN JARINGAN - PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah melaksanakan kegiatan Improvement All-Dielectric Self-Supporting (ADSS) pada jalur Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) Medari–Sanggrahan Tower 39 hingga Tower 42 Line A yang berlokasi di Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Info

PLN Icon Plus Jaga Keandalan Layanan melalui Improvement Infrastruktur Jaringan di Magelang

Agustus 3, 2026
Dua perempuan terdakwa perdagangan orang jalani sidang tuntutan di PN Semarang. (ist)
Hukum

Terdakwa Perdagangan Orang Dituntut Hukuman 7 Tahun Penjara, Begini Respons Korban

Februari 27, 2026
Penyerang Liverpool Mohamed Salah merayakan golnya ke gawang Burnley. Gol yang mengantarkan The Reds memuncaki Klasemen Liga Inggris muism 2025-2026 di pekan ke-4.
Sepak Bola

Dramatis Banget! Gol Penalti Salah di Injury Time Antar Liverpool Menang Tipis atas Burnley

September 15, 2025
Pendidikan

Apocil Ajak Siswa Melek Obat

September 15, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Dari Lawang Sewu ke Layar Dunia, Agustina Bidik Semarang Jadi Kota Sinema
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?