BACAAJA, SEMARANG – BMKG memprediksi awal musim hujan 2026/2027 di sebagian besar wilayah Jateng baru datang pada November hingga Desember 2026.
Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, Goeroeh Tjiptanto, mengatakan awal musim hujan di tiap daerah tidak akan bersamaan.
Ada wilayah yang secara perkiraan mulai hujan pada awal November, tetapi ada juga yang baru memasuki musim hujan pada pertengahan Desember.
Wilayah yang kira-kira lebih dulu memasuki musim hujan antara lain sebagian besar Kabupaten Wonosobo dan sebagian wilayah Banjarnegara bagian timur.
Sejumlah daerah lain, seperti Temanggung, Kebumen, Banyumas, Brebes, Pemalang, Purbalingga, dan Tegal, juga prediksinya mulai memasuki musim hujan pada awal November.
Baca Juga: BMKG Wanti-wanti Hujan Lebat Akhir September
Sementara itu, warga di kawasan pantura timur perlu menunggu lebih lama. Kepulauan Karimunjawa dan sebagian besar wilayah Jepara rata-rata baru memasuki musim hujan pada pertengahan Desember.
Kondisi serupa berpotensi terjadi di sebagian Kabupaten Pati dan Rembang serta sebagian kecil Demak.
Perbedaan waktu tersebut menunjukkan musim hujan tidak langsung datang serentak di seluruh wilayah Jateng. Jadi, meski beberapa daerah sudah mulai hujan pada November, daerah lainnya masih berpotensi mengalami kondisi kering hingga Desember.
BMKG juga memperkirakan puncak musim hujan 2026/2027 baru terjadi pada awal tahun depan. Januari dan Februari 2027 prediksinya menjadi periode dengan curah hujan tertinggi selama musim hujan nanti.
“Awal Musim Hujan 2026/2027 prediksi mundur dari normalnya,” ujar Goeroeh.
Meski begitu, BMKG memprediksi sifat hujan selama musim hujan mendatang secara umum berada pada kategori normal. Artinya, kondisi curah hujan tidak jauh berbeda dari rata-rata klimatologisnya. (bae)

