BACAAJA, SEMARANG– Atlet boleh tancap gas mengejar medali emas Porprov Jawa Tengah XVII 2026. Soal bonus, rupanya harus sedikit bersabar. Pemkot Semarang memastikan penghargaan bagi atlet berprestasi tetap diberikan, tetapi pencairannya direncanakan melalui anggaran 2027.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menyampaikan kepastian tersebut seusai apel pelepasan kontingen Kota Semarang, Senin (19/10/2026). Meski begitu, jangan buru-buru menghitung bonus sebelum bertanding.
Besaran yang bakal diterima atlet masih menunggu ketentuan dan standar satuan harga (SSH) yang berlaku. “Kalau jumlahnya berapa, itu ada ketentuannya, ada standar satuan harga (SSH)-nya. Saya enggak tahu berapa. Nanti akan dianggarkan oleh teman-teman di tahun berikutnya, berarti tahun 2027,” kata Agustina.
Baca juga: Porprov 2026, Kota Semarang Bidik Dwi Sukses
Ia menjamin bonus tetap diberikan sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan atlet membawa nama Kota Semarang. Agustina juga merujuk pada penyelenggaraan Porprov 2023, ketika atlet peraih medali memperoleh penghargaan dari pemerintah daerah. “Nah, itu biasanya tahun 2023 bisa dilihat, nanti pasti ada bonusnya. Dan saya menjamin bonusnya pasti diberikan,” ujarnya.
Ketua KONI Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara berharap bonus atlet pada Porprov 2026 setidaknya tidak lebih rendah dari penyelenggaraan sebelumnya. Ia menyebut angka sekitar Rp 50 juta bagi peraih emas, meski mengaku belum mengingat secara pasti nominalnya. “Minimal paling tidak seperti itu,” katanya.
Namun, angka Rp 50 juta tersebut masih berupa harapan dari pihak KONI, bukan nominal resmi yang telah ditetapkan Pemkot Semarang untuk Porprov 2026.
Bonus Pelatih
Sebagai gambaran, pada Porprov 2018 Pemkot Semarang menggelontorkan tali asih dengan total Rp 16,7 miliar untuk atlet dan pelatih. Kala itu, atlet peraih emas menerima Rp 50 juta, perak Rp 25 juta, dan perunggu Rp 10 juta.
Pelatih juga mendapat penghargaan berdasarkan prestasi atlet yang dibinanya. Pelatih dengan atlet peraih emas memperoleh Rp 15 juta, perak Rp 8 juta, dan perunggu Rp 5 juta.
Skema 2018 itu menjadi catatan penghargaan pada penyelenggaraan sebelumnya, tetapi belum tentu diterapkan dengan nominal yang sama pada Porprov 2026.
Tahun ini, Kota Semarang mengirimkan 845 atlet untuk berlaga di 57 cabang olahraga. Kontingen dibebani target 190 medali emas demi mempertahankan gelar juara umum.
Baca juga: Pertina Jateng Siapkan SDM Andal Jelang Porprov 2026
Pada Porprov 2023, Semarang mengakhiri kompetisi dengan 186 emas, 138 perak, dan 137 perunggu. Target kali ini berarti ada tambahan empat emas yang harus diperjuangkan.
Bagi atlet, medali tentu menjadi kebanggaan sekaligus bukti hasil latihan panjang. Bonus juga bisa menjadi bentuk penghargaan atas kerja keras mereka. Namun, untuk sementara, ada dua hal yang perlu dipisahkan: kepastian bonus akan diberikan dan kepastian berapa nominalnya.
Jadi, atlet diminta berjuang maksimal di arena, sedangkan urusan angka masih menunggu pembahasan anggaran. Emasnya dikejar tahun ini, nominal bonusnya belum pasti, dan uangnya direncanakan cair tahun depan. Dalam olahraga, rupanya bukan cuma lawan yang perlu ditaklukkan, tetapi juga kalender anggaran. (tebe)

