Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Karhutla Bikin Anak Terjebak di Rumah, Psikolog Ingatkan Dampaknya
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Tips

Karhutla Bikin Anak Terjebak di Rumah, Psikolog Ingatkan Dampaknya

Nugroho P.
Last updated: Oktober 18, 2026 7:57 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Anak-anak yang tinggal di wilayah terdampak juga harus menghadapi perubahan rutinitas karena aktivitas di luar rumah, mulai dari bermain hingga bersekolah, bisa ikut terganggu saat kualitas udara memburuk.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tak cuma mengancam kesehatan fisik lewat paparan asap. Anak-anak yang tinggal di wilayah terdampak juga harus menghadapi perubahan rutinitas karena aktivitas di luar rumah, mulai dari bermain hingga bersekolah, bisa ikut terganggu saat kualitas udara memburuk.

Contents
Anak Bisa Gampang Marah hingga Susah TidurBukan Cuma Bosan, Hak Anak untuk Bermain Ikut TerancamSiapkan Aktivitas Seru di Dalam Rumah

Kondisi ini membuat orang tua berada dalam posisi serba salah. Di satu sisi, anak perlu dijauhkan dari asap berbahaya, tetapi di sisi lain mereka tetap membutuhkan ruang untuk bergerak, bermain, dan bertemu teman sebaya.

Psikolog klinis anak, remaja, dan keluarga, Roslina Verauli, M.Psi., Psikolog, mengingatkan bahwa pembatasan aktivitas akibat kabut asap bisa berdampak pada kondisi psikologis anak. Ketika lingkungan yang biasa menjadi tempat mereka beraktivitas tak lagi bisa digunakan, kebutuhan emosional dan sosial anak berpotensi ikut terganggu.

Anak Bisa Gampang Marah hingga Susah Tidur

Anak yang biasanya aktif bermain di luar mungkin harus menghabiskan sebagian besar waktunya di rumah selama karhutla berlangsung. Perubahan ini bisa membuat hari-hari mereka terasa monoton, apalagi jika kesempatan untuk bertemu teman dan melakukan kegiatan favorit semakin terbatas.

Roslina menjelaskan, terganggunya lingkungan yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan anak, seperti sekolah dan tempat bermain, dapat memunculkan beragam respons emosional.

“Tentu saja ‘isolasi’ seperti dapat ini memicu peningkatan irritability (mudah marah), kecemasan, insomnia, dan kejenuhan digital pada anak,” jelas Roslina saat dihubungi kumparanMOM beberapa waktu lalu.

Dampaknya bisa terlihat dari kebiasaan sehari-hari. Anak mungkin menjadi lebih gampang kesal, sering mengeluh bosan, mengalami kesulitan tidur, atau semakin sering meminta bermain gawai untuk mengusir kejenuhan.

Meski begitu, orang tua tak perlu buru-buru menganggap perubahan tersebut sebagai tanda gangguan psikologis. Kondisi setiap anak berbeda, sehingga perlu dilihat juga berapa lama perubahan itu berlangsung dan apakah sudah mengganggu kegiatan sehari-hari mereka.

Bukan Cuma Bosan, Hak Anak untuk Bermain Ikut Terancam

Karhutla juga bisa membatasi kesempatan anak untuk mengenal lingkungan dan belajar melalui aktivitas bermain. Padahal, bermain bukan sekadar kegiatan untuk mengisi waktu luang, tetapi bagian penting dari proses tumbuh kembang mereka.

“Anak-anak terpaksa kehilangan dunia bermainnya, yang dalam jangka panjang dapat menghambat perkembangan motorik dan keterampilan sosio-emosional mereka,” tambah Roslina.

Meski demikian, dampak pembatasan aktivitas tidak selalu sama pada setiap anak. Lamanya anak harus berada di rumah, pengalaman yang mereka alami selama karhutla, serta kesempatan mendapatkan kegiatan pengganti dapat memengaruhi kondisi masing-masing.

Karena itu, orang tua perlu tetap memberi anak kesempatan bergerak dan bereksplorasi dengan cara yang aman. Ketika kualitas udara belum memungkinkan mereka bermain di luar, kegiatan sederhana di dalam rumah bisa menjadi alternatif.

Siapkan Aktivitas Seru di Dalam Rumah

Orang tua bisa mengajak anak menyusun balok, menggambar, membaca buku cerita, atau bermain peran. Gerakan fisik sederhana juga dapat dilakukan selama kondisi ruangan memungkinkan dan aktivitas tersebut aman bagi anak.

Selain menyediakan kegiatan pengganti, orang tua sebaiknya memberi kesempatan kepada anak untuk menceritakan perasaannya. Jika mereka sedih, kesal, atau bosan karena tak bisa bermain di luar, dengarkan keluhannya tanpa langsung memarahi atau menganggapnya berlebihan.

Anak juga perlu memahami alasan mereka harus membatasi aktivitas di luar rumah. Penjelasan dengan bahasa sederhana dapat membantu mereka mengerti bahwa keputusan tersebut bertujuan melindungi kesehatan, bukan sekadar melarang mereka bersenang-senang.

Pada saat yang sama, orang tua perlu terus memantau kualitas udara dan mengikuti anjuran kesehatan setempat. Jangan memaksakan anak bermain di luar ketika paparan asap masih berisiko bagi kesehatan.

Kebutuhan anak untuk bermain, bergerak, dan bersosialisasi tetap perlu diperhatikan selama karhutla. Namun, perlindungan dari asap harus menjadi prioritas, sembari orang tua mencari cara agar anak tetap aktif dan nyaman meski lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. (*)

You Might Also Like

Ajari Anak Ngatur Uang dari Hal Kecil

Telinga Berlubang Lebih dari Satu, Emang Boleh? Ini Obrolan Fikihnya

Seharian Berhijab atau Helm, Kok Ketombe Muncul?

Enam Ide Nasi Lima Ribu yang Tetep Nendang

Bullying Bukan Candaan, Islam Tegas Melarangnya

TAGGED:anakdampak karhutlakarhutlapsikolog
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Anak Mendadak Takut Pipis? Jangan-Jangan Trauma Dibentak
Next Article Anak Susah Bangun? Trik Umpan Makanan Favorit Ada Syaratnya

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

2.500 Pelari Ikuti Susurun 2026

Warga Binaan Lapas Purwodadi Panen Ratusan Kilogram Lele Mutiara

Anak Susah Bangun? Trik Umpan Makanan Favorit Ada Syaratnya

Karhutla Bikin Anak Terjebak di Rumah, Psikolog Ingatkan Dampaknya

Anak Mendadak Takut Pipis? Jangan-Jangan Trauma Dibentak

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Tips

Rahasia Kulit Glowing ala Davina Karamoy, Simpel, Cepat, Tapi Tetap Kece!

Oktober 9, 2025
Ilustrasi wajah berjerawat.
Tips

Catet Nih! 3 Kebiasaan Sepele Bikin Jerawat Betah Nangkring di Wajah Lo

September 27, 2025
Tips

Buya Yahya Ungkap Siapa yang Salah Saat Tak Bisa Sholat

September 4, 2026
Tips

Mau Liburan ke Luar Negeri? Paspor Anak Wajib Siap, Begini Buatnya

Oktober 1, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Karhutla Bikin Anak Terjebak di Rumah, Psikolog Ingatkan Dampaknya
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?