TAWA anak-anak terdengar di sepanjang bibir Pantai Tirang, Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, saat matahari mulai turun, Sabtu (17/10/2026).
Sebagian sibuk mengisi cetakan plastik dengan pasir hitam, sementara yang lain berlarian kecil menyambut air laut yang menyentuh kaki mereka. Di antara anak-anak itu, beberapa orang tua duduk tak jauh dari bibir pantai. Mereka mengawasi buah hatinya bermain, sesekali mengingatkan agar tidak terlalu dekat dengan ombak.
Maratus Sholihah, salah satu pengunjung, sengaja datang ke pantai tersebut agar anaknya bisa bermain pasir sekaligus mengenal suasana pantai. Menurutnya, Pantai Tirang menjadi pilihan untuk mengajak anak keluar rumah tanpa harus mengeluarkan banyak uang.
Baca juga: Jelang Nataru, Pantai Tirang Perkuat Keamanan dan Penataan Area
“Anak suka kalau ke sini karena bisa main pasir sambil main air laut. Di pinggir-pinggir saja biar enggak bahaya,” kata Maratus. Menurutnya, anak bisa menikmati waktu bermain dengan cara sederhana. Tak perlu wahana permainan khusus, hamparan pasir dan air laut di tepian pantai saja sudah cukup membuat mereka senang.
Tarif Terjangkau
Selama anak bermain, orang tua tetap perlu mendampingi dan memastikan mereka tidak terlalu dekat dengan ombak. Hal senada diucap Diana, warga Ngaliyan, Semarang yang mengaku kerap berkunjung ke Pantai Tirang saat akhir pekan.
“Sudah sering ke sini, lagian dekat dan tiket masuknya juga terjangkau,” tuturnya. Pada hari biasa, Senin hingga Kamis, tiket masuk dipatok Rp5.000 per orang. Sementara pada akhir pekan dan hari libur, tarifnya Rp10.000 per orang. Anak-anak berusia di bawah lima tahun tidak dikenai biaya masuk.
Pengunjung yang membawa kendaraan juga perlu menyiapkan uang parkir sekitar Rp2.000-Rp3.000 untuk sepeda motor dan Rp5.000 untuk mobil. Jika ingin duduk lebih nyaman sambil menikmati bekal, tersedia gazebo yang bisa disewa seharga Rp10.000.
Baca juga: isKampung Semarang Punya Cerita, Pemuda Diajak Bikin Jadi Wisata
Dengan biaya yang relatif terjangkau, Pantai Tirang menawarkan alternatif rekreasi keluarga di Semarang. Anak bisa bermain pasir, orang tua menikmati suasana pantai, dan dompet tak perlu ikut menjerit.
Sebab, di tengah tren hiburan yang kadang membuat rekening ikut olahraga jantung, kebahagiaan anak ternyata masih bisa dibangun dari pasir, air laut, dan waktu bersama keluarga. Tinggal satu catatan: jangan sampai orang tua sibuk mengejar foto estetik, sementara anak justru lebih dulu mengejar ombak. (bae)

