Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: BBM Langka Lagi, DPR Sentil Pertamina: Peringatan Diabaikan?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

BBM Langka Lagi, DPR Sentil Pertamina: Peringatan Diabaikan?

Nugroho P.
Last updated: Oktober 15, 2026 2:36 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
BBM LANGKA. Antrean mengular di berbagai daerah akibat langkanya BBM. (istimewa)
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang memicu antrean panjang di sejumlah daerah, terutama Bali, kembali menuai sorotan. Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim, menilai Pertamina seharusnya bisa lebih sigap mengantisipasi gangguan pasokan agar masyarakat tidak terus menjadi korban.

Contents
Kelangkaan BBM Jadi Ujian Swasembada EnergiAntrean BBM di Bali Ikut Jadi SorotanDPR Siap Evaluasi Manajemen Pertamina

Rivqy menyayangkan masalah distribusi BBM yang terus berulang, padahal Pertamina sudah berkali-kali diingatkan agar menyiapkan langkah darurat. Menurutnya, perusahaan pelat merah itu semestinya punya skenario yang jelas ketika pasokan tersendat atau kebutuhan masyarakat tiba-tiba melonjak.

“Kalau sudah berulang kali diingatkan tetapi persoalan yang sama terus muncul, lalu apa kerja Pertamina?” kata Rivqy di Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Politikus PKB tersebut menegaskan, rencana kontingensi atau contingency plan tidak boleh sekadar menjadi dokumen formalitas. Strategi itu harus benar-benar dijalankan ketika terjadi gangguan agar kelangkaan BBM tidak berkembang menjadi antrean panjang di berbagai wilayah.

Menurut Rivqy, Pertamina perlu memiliki sistem mitigasi risiko yang matang untuk menghadapi beragam kemungkinan, mulai dari pasokan yang terganggu, keterlambatan pengiriman, kendala transportasi, hingga lonjakan konsumsi BBM.

Sebagai perusahaan negara yang bertanggung jawab atas penyediaan energi, Pertamina dituntut mampu menjaga ketersediaan BBM sekaligus memastikan distribusinya berjalan lancar.

“Dalam situasi darurat, kesiapan manajemen justru sedang diuji. Jangan sampai masyarakat yang akhirnya menanggung akibat dari ketidaksiapan perusahaan,” tegasnya.

Kelangkaan BBM Jadi Ujian Swasembada Energi

Rivqy juga mengaitkan persoalan tersebut dengan cita-cita Presiden untuk mewujudkan swasembada energi nasional. Menurutnya, target besar itu harus dibarengi kemampuan Pertamina menjamin pasokan dan distribusi energi yang bisa diandalkan masyarakat.

Ia mempertanyakan bagaimana swasembada energi bisa diwujudkan jika persoalan mendasar seperti kelangkaan BBM dan antrean panjang masih terus terjadi.

Menurut Rivqy, kemandirian energi tidak cukup hanya berbicara soal produksi. Pemerintah dan perusahaan negara juga harus memastikan BBM tersedia serta mudah diakses masyarakat ketika dibutuhkan.

“Jangan sampai kita berbicara tentang kemandirian energi, tetapi persoalan mendasar dalam menjamin pasokan BBM bagi masyarakat justru tidak kunjung tuntas,” ujarnya.

Ia menilai gangguan pasokan BBM bukan sekadar masalah teknis yang bisa dianggap sepele. Ketika distribusi tersendat, dampaknya bisa merembet ke berbagai sektor, mulai dari mobilitas warga, transportasi, kegiatan ekonomi, pariwisata, hingga usaha kecil.

Karena itu, Rivqy mendesak Pertamina melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi dan kinerja manajemen. Evaluasi tersebut juga perlu mengungkap mengapa langkah antisipasi yang sudah direncanakan tidak berjalan efektif saat dibutuhkan.

Antrean BBM di Bali Ikut Jadi Sorotan

Dampak kelangkaan BBM di Bali turut menjadi perhatian Rivqy. Sebagai salah satu destinasi wisata utama Indonesia, Bali memiliki posisi penting dalam membangun citra Indonesia di mata wisatawan domestik maupun mancanegara.

Menurutnya, antrean panjang di SPBU yang sampai menyita waktu warga dan wisatawan berpotensi memengaruhi kepercayaan publik terhadap kualitas pelayanan serta kesiapan infrastruktur Indonesia.

“Bali itu etalase pariwisata Indonesia. Ketika masyarakat dan wisatawan harus mengantre BBM berjam-jam, reputasi dan kepercayaan publik ikut dipertaruhkan,” kata Rivqy.

Ia menilai kondisi tersebut ironis di tengah upaya memperkuat sektor pariwisata. Masalah ketersediaan BBM yang seharusnya bisa diantisipasi justru berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan pengalaman wisatawan selama berada di Bali.

Rivqy mengakui percepatan pasokan BBM dan pengoperasian sejumlah SPBU selama 24 jam merupakan langkah yang diperlukan untuk mengurai antrean. Namun, ia mempertanyakan mengapa langkah darurat tersebut baru terlihat setelah kelangkaan terjadi dan menjadi sorotan publik.

“Kenapa harus menunggu antrean mengular dan ramai di media baru bergerak? Kenapa tidak sejak awal menjalankan skenario darurat yang seharusnya sudah disiapkan?” ujarnya.

Bagi Rivqy, persoalan ini bukan hanya tentang seberapa cepat Pertamina merespons keadaan setelah masalah muncul. Hal yang lebih penting adalah kemampuan perusahaan mendeteksi risiko dan mengambil tindakan sebelum situasi semakin parah.

DPR Siap Evaluasi Manajemen Pertamina

Komisi VI DPR RI, lanjut Rivqy, akan mengevaluasi manajemen Pertamina secara menyeluruh. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah efektivitas penerapan contingency plan dalam menghadapi gangguan pasokan dan distribusi BBM.

Evaluasi juga diperlukan untuk memastikan adanya pertanggungjawaban atas kelemahan yang ditemukan. Pertamina diminta tidak hanya menyelesaikan antrean yang sedang terjadi, tetapi juga memperbaiki sistem agar persoalan serupa tidak kembali terulang.

Rivqy turut mengingatkan agar gangguan distribusi tidak meluas ke daerah lain. Menurutnya, perbaikan harus dilakukan secara serius sehingga masyarakat tidak terus menghadapi masalah yang sama setiap kali terjadi kendala pasokan.

Ia berharap peringatan DPR tidak berhenti sebagai bahan pembicaraan, tetapi benar-benar dijadikan dasar untuk membenahi kinerja perusahaan.

“Jangan sampai peringatan DPR hanya didengar, tetapi tidak dijadikan dasar perbaikan. Kalau persoalan yang sama terus berulang, maka yang harus dievaluasi bukan hanya distribusinya, tetapi juga keseriusan dan kinerja manajemennya,” pungkas Rivqy. (*)

You Might Also Like

Unwahas Buka Prodi Teknik Pertambangan Pertama di Jateng, Siap Cetak Bos Tambang!

Apakah Keputihan Membatalkan Wudhu? Ini Jawaban Ulama

Puluhan Santri Diduga Keracunan MBG saat Prabowo Kunjungi Cilacap, 22 Orang Rawat Inap

Lapas Purwodadi Razia Blok Hunian, 20 Orang Jalani Tes Urine

Gagal Bersinar di Australia, Rafael Struick Tinggalkan Brisbane Roar dan Tambah Daftar Pemain Timnas Indonesia Tanpa Klub

TAGGED:antrean panjangBBMBBM langka
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Suami atau Istri Selingkuh? Begini Cara Lapor Polisi
Next Article OTT KPK di BNPB, DPR Soroti Pengawasan yang Jebol

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

LANTIK PEJABAT: Kapolda Jateng Irjen Pol Roy Hardi Siahaan menyalami Wakapolda baru, Brigjen Pol Andi Herindra Rahmawan dalam acara sertijab di Gedung Borobudur Mapolda Jateng, Kamis (15/10/2026). (ist)

Kapolda Baru Rombak Pejabat Polda Jateng dan Sejumlah Kapolres, Simak Daftarnya

SIDANG KORUPSI: Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq (kemeja biru) menjalani sidang kasus korupsi di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (15/10/2026). (bae)

Pencabutan Hak Politik Fadia Arafiq Harga Mati, KPK Tak Mau Negosiasi

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Roy Hardi Siahaan, saat ditemui di Gedung DPRD Jateng, Kamis (15/10/2026). (dul)

Kapolda Jateng Respons Kabar OTT KPK Tangkap Bupati Klaten

Jateng Borong Tiga Gelar Terbaik Anugerah Legislasi Daerah

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo.

Kronologi Bupati Klaten Hamenang Terjaring OTT KPK: Dijemput di Rumah Dinas, Dibawa ke Mapolresta Klaten

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

NGOBROL - Presiden Prabowo Subianto tampak ngobrol dengan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di sela peringatan HUT ke-81 TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10/2026).
Info

Gestur Prabowo usai Foto Bersama HUT TNI: Ramah dan Salami SBY, Dingin-Cuekin Jokowi

Oktober 5, 2026
Info

Pilkades Purbalingga Siapkan Anggaran Pengamanan Rp1,3 Miliar

September 27, 2026
Ilustrasi Makan Bergizi Gratis (MBG).
Info

Nah Lhoo! Ombudsman RI Temukan Penyimpangan Pengadaan Bahan Baku MBG

Oktober 1, 2025
Kepala Seksi Intelijen Kejari Kota Semarang, Lilik Haryadi. (bae)
Info

Kejari Bilang Serius Awasi Penggunaan Anggaran MTQ Nasional di Semarang

September 4, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: BBM Langka Lagi, DPR Sentil Pertamina: Peringatan Diabaikan?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?