BACAAJA, SEMARANG– Mau masuk daftar calon penerima bantuan sosial (bansos) 2027? Warga Jateng didorong untuk mengecek dan memutakhirkan data secara mandiri lewat portal Perlinsos Kementerian Sosial. Jangan sampai merasa layak menerima bantuan, tetapi datanya justru belum tercatat atau belum sesuai.
Melalui laman perlinsos.kemensos.go.id, masyarakat dapat mengecek kelayakan data sekaligus mengajukan diri sebagai calon penerima bantuan sosial, termasuk Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH).
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jateng, Imam Maskur menjelaskan, pemutakhiran data ini menjadi salah satu langkah untuk memastikan bantuan pemerintah lebih tepat sasaran.
“Digitalisasi ini bertujuan agar pada 2027 tidak ada masyarakat yang seharusnya mendapat bantuan sosial tertinggal, atau tidak mendapat akses terhadap bansos,” ujar Imam, Selasa (13/10/2026).
Baca juga: RT/RW di Semarang Jadi Agen Perlinsos
Untuk mengakses layanan tersebut, warga memerlukan ponsel pintar dan KTP elektronik yang telah terhubung dengan aplikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Data yang diajukan nantinya tidak langsung otomatis membuat seseorang menerima bantuan. Pemerintah akan melakukan verifikasi melalui pencocokan data kependudukan dan sejumlah basis data lain, mulai dari Nomor Induk Kependudukan (NIK), Kartu Keluarga (KK), kepemilikan kendaraan pada Korlantas Polri, data pelanggan PLN, hingga data aparatur sipil negara (ASN), TNI, dan Polri.
Proses ini dilakukan untuk memeriksa kelayakan calon penerima. Imam menegaskan, pendaftaran maupun pengecekan data melalui portal tersebut tidak dipungut biaya.
Sebagian Kecil
Hingga Senin (12/10/2026) sore, sebanyak 662.529 kepala keluarga (KK) telah didaftarkan melalui portal Perlinsos. Jumlah itu masih sebagian kecil dibandingkan total 13.350.232 KK di Jateng.
Lantas, bagaimana dengan keluarga yang membutuhkan bantuan tetapi tidak memiliki ponsel pintar? Imam menyebut, masyarakat bisa meminta bantuan Agen Perlinsos. Relawan ini dapat membantu mendaftarkan warga lain, termasuk tetangga dan keluarga yang membutuhkan.
“Bisa lewat Agen Perlinsos. Siapa pun bisa menjadi Agen Perlinsos. Mereka bisa mendaftarkan tetangga kanan-kiri, saudara, atau orang lain, bahkan yang tinggal di kabupaten dan provinsi lain. Ini menunjukkan kepedulian kita terhadap perlindungan sosial,” jelasnya. Warga yang ingin menjadi relawan dapat mendaftar melalui portal Agen Perlinsos.
Baca juga: 322 Ribu KK Jateng Masuk Sistem Perlinsos Digital
Berdasarkan data Dinsos Jateng, saat ini terdapat 68.807 Agen Perlinsos di Jawa Tengah. Mereka berasal dari beragam latar belakang, seperti kader Dasawisma, perangkat desa, polisi, tentara, pegawai pemerintah daerah, lurah, hingga masyarakat umum. Imam berharap semakin banyak warga terlibat agar keluarga yang memenuhi kriteria bisa terdata dan diusulkan sebagai calon penerima bantuan pada 2027.
“Mudah-mudahan dengan kerelaan hati masyarakat menjadi Agen Perlinsos, kita bisa membantu tetangga dan masyarakat umum. Dengan begitu, seluruh masyarakat Jawa Tengah yang layak menerima bantuan sosial dapat terdata, dan diusulkan untuk memperoleh bantuan pada 2027,” pungkasnya.
Pada akhirnya, digitalisasi bansos bukan sekadar urusan klik dan isi formulir. Tantangan sesungguhnya adalah memastikan warga yang paling membutuhkan tidak tersisih hanya karena kesulitan mengakses teknologi. Sebab, bantuan sosial seharusnya menjangkau mereka yang layak, bukan cuma mereka yang paling lihai berselancar di internet. (tebe)

