Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: 36 Ribu Guru Kemenag Jateng Belum Tersertifikasi
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

36 Ribu Guru Kemenag Jateng Belum Tersertifikasi

T. Budianto
Last updated: Oktober 14, 2026 8:11 am
By T. Budianto
2 Min Read
Share
Wakil Ketua DPRD Jateng, Sarif Abdillah. (Foto: dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Sekitar 36 ribu guru di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Jateng belum tersertifikasi. Kondisi ini menjadi sorotan DPRD Jateng karena berdampak pada kesejahteraan pendidik, terutama guru swasta yang masih mengandalkan honor lembaga.

Wakil Ketua DPRD Jateng, Sarif Abdillah mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemprov Jateng untuk mencermati data tersebut sekaligus mendorong penambahan kuota sertifikasi ke pemerintah pusat.

“Guru kita sejahterakan agar beliau-beliau itu mengajar lebih tenang dan lebih baik lagi,” kata Sarif di Gedung DPRD Jateng, Senin (12/10/2026). Menurutnya, pemerintah tidak boleh membedakan perhatian terhadap guru berdasarkan status maupun tempat mengajar.

Baca juga: 36 Ribu Guru Madrasah Jateng Menanti Sertifikasi

Guru madrasah, sekolah negeri, maupun swasta memiliki peran yang sama dalam mencerdaskan generasi bangsa. “Pada hakikatnya, mau guru madrasah, guru negeri, atau guru apa pun, beliau adalah pendidik bangsa ini. Jangan sampai terjadi diskriminasi,” tegasnya.

Sarif mengakui, keterbatasan anggaran dan regulasi masih menjadi tantangan. Pemprov dan DPRD Jateng selama ini telah memberikan bantuan melalui APBD, termasuk insentif bagi guru Madrasah Diniyah (Madin) dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), meski jumlahnya masih terbatas.

Mengandalkan Honor

Sebelumnya, Kepala Kanwil Kemenag Jateng, Saiful Mujab, menyebut sekitar 36 ribu dari lebih 100 ribu guru di lingkungan Kemenag Jateng belum tersertifikasi.

Akibatnya, guru swasta masih mengandalkan honor lembaga, sedangkan guru negeri yang belum tersertifikasi belum menerima tunjangan profesi. Saiful berharap sertifikasi dapat meningkatkan kesejahteraan guru sekaligus mendorong mutu pembelajaran.

Baca juga: Guru PAUD Jateng Belajar AI, Nawal Yasin: Jangan Cuma Jadi Penonton Teknologi

Guru memang tak sekadar bekerja demi upah. Namun, dedikasi juga tak seharusnya dijadikan alasan untuk membiarkan kesejahteraan mereka terus tertunda.

Sebab, mencerdaskan bangsa butuh guru yang kompeten, tetapi guru juga manusia yang perlu hidup layak. Jangan sampai tuntutan mencetak generasi emas justru dibebankan kepada pendidik yang masih harus menunggu giliran untuk sejahtera.  (dul)

You Might Also Like

Sekda Jateng “Sentil” Petugas Haji: Prioritaskan Pelayanan Jemaah

Beda Partai Bukan Alasan Beda Arah, Luthfi Ajak Semua Kubu Bangun Jateng

Media Asing Ramai Sorot Pencopotan Purbaya: ‘Sudah Lama Dinantikan’

Rupiah Ambles APBN Jebol? Pakar Undip Sorot Kebijakan Pemerintah Naikkan BBM

Bekas Bupati Pati Sudewo Segera Disidangkan di Semarang, Ada 2 Kasus Korupsi

TAGGED:guru kemenagheadlinehonor gurupemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article KDM: Lebih Baik jadi Akang tapi Menyenangkan daripada jadi Bapak Kerjanya Naikin Pajak
Next Article 38 Sungai Dikeruk, Pemkot Semarang Siaga Hadapi Musim Hujan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

BENTROK WARGA JEPANG - Polisi mengamankan 25 orang DC setelah terlibat bentrok dengan warga Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Selasa (13/19/2026).

Pecah! Warga Jepang Bentrok dengan 25 Debt Collector di Kudus

KPK Sita Emas Batangan hingga Uang Miliaran Rupiah dalam OTT di BNPB

TANPA ASAP - Bus listrik armada BRT Trans Semarang melaju di Jalan Pemuda Kota Semarang.

MTI Sebut Bus Listrik Trans Semarang Jadi Alternatif Transportasi Rendah Emisi

SIDANG KORUPSI: Sekda Cilacap nonaktif, Sadmoko Danardono (baju batik) menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (13/10/2026). (bae)

Sekda Cilacap Ngaku Salah Laksanakan Perintah Bupati Peras Bawahan

Sekretaris Utama (Sestama) BNPB, Rustian.

OTT KPK di BNPB: Tangkap Sestama dan 13 Orang Lainnya

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Olahraga

Bukan Kaleng-Kaleng! Ini 5 Atlet Indonesia Paling Ngebut di 2025

Januari 1, 2026
Info

DPRD Jateng Siapkan Payung Hukum Pekerja Informal

Agustus 2, 2026
Jaksa membacakan surat dakwaan kasus pembunuhan bayi kandung, terdakwa Brigadur Ade Kurniawan mengikuti sidang secara online, Rabu (16/7/2025). (bae)
Unik

Terungkap! Oknum Intel Polda Jateng Bunuh Anak Kandung karena Jengkal Diminta Nikahi Ibu Korban

Juli 16, 2025
Ilustrasi markas operator judi online (judol).
Hukum

Siapa Beking Markas Judol di Rumah Dinas TNI? Denpom Periksa 11 Orang

Oktober 9, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: 36 Ribu Guru Kemenag Jateng Belum Tersertifikasi
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?