Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: OTT KPK di BNPB: Tangkap Sestama dan 13 Orang Lainnya
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

OTT KPK di BNPB: Tangkap Sestama dan 13 Orang Lainnya

R. Izra
Last updated: Oktober 14, 2026 8:15 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
Sekretaris Utama (Sestama) BNPB, Rustian.
Sekretaris Utama (Sestama) BNPB, Rustian.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA — Operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK) di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Selasa (13/10/2026) menangkap 14 orang. Termasuk di antaranya adalah Sekretaris Utama (Sestama) BNPB, Rustian.

OTT KPK di BNPB diduga terkait dengan pengadaan barang dan jasa di lembaga penanganan bencana. Diduga, hal ini juga berkaitan dengan penggunaan dana siap pakai untuk penanganan bencana.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan belasan orang yang ditangkap tersebut terdiri dari Sestama, pejabat pembuat komitmen (PPK), pegawai atau tenaga ahli BNPB, hingga pihak swasta.

Bacaaja: OTT KPK di BNPB, Siapa yang Disikat?
Bacaaja: Jateng Juara Korupsi 2026! Lima Bupati Terjaring OTT KPK

“Di mana dalam peristiwa ini tim KPK mengamankan sejumlah 14 orang, di antaranya merupakan Sekretaris Utama atau Sestama, kemudian PPK, dan juga pihak-pihak lain termasuk dari unsur swasta,” kata Budi.

Mereka diamankan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Selanjutnya, mereka dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan.

KPK belum menetapkan tersangka dalam perkara ini. Komisi antirasuah memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan. Hingga informasi tersebut disampaikan, status mereka belum diumumkan.

KPK Langsung Gelar Perkara

Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, membenarkan adanya operasi tangkap tangan di lingkungan BNPB.

“Kami ingin menyampaikan bahwa memang benar bahwa hari ini kami melaksanakan kegiatan tangkap tangan di BNPB. Untuk selanjutnya masih dalam proses. Mohon ditunggu, gitu ya,” kata Asep kepada wartawan di Yogyakarta, Selasa malam.

KPK juga menggelar ekspose perkara pada malam yang sama. Dalam proses tersebut, penyidik, jaksa, dan pimpinan KPK membahas hasil operasi untuk menentukan langkah hukum berikutnya.

Asep meminta masyarakat menunggu hasil resmi yang akan disampaikan melalui konferensi pers.

Diduga Berkaitan dengan Dana Penanganan Bencana

Budi menjelaskan, perkara ini diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, termasuk pengadaan yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan.

Namun, KPK belum mengungkap secara terperinci pengadaan yang sedang diselidiki maupun bencana yang berkaitan dengan penggunaan dana tersebut.

“Untuk detailnya, uang-uang ataupun pengadaan barang dan jasa tersebut untuk bencana apa, itu nanti kami akan sampaikan detailnya saat konferensi pers,” ujar Budi.

Karena proses hukum masih berjalan, dugaan penyimpangan dalam pengadaan tersebut belum dapat dianggap sebagai kesimpulan akhir mengenai kesalahan pihak tertentu. (*)

You Might Also Like

Pesan Tegas Ganjar Pranowo: Jangan Takut Bersuara, Akal Sehat Harus Tetap Terjaga!

Biar Turis Nggak Cuma Lewat, Waka DPRD Jateng Dorong Destinasi Satu Jalur Aglomerasi

Anindya Bakrie Apresiasi Iklim Investasi Jateng

Pemkot Evakuasi 86 Pohon Tumbang dalam Semalam

Ngerinya Cuaca Esktrem di Batang: Pohon Bertumbangan, Tiga Orang Tewas

TAGGED:bnpbheadlineOTT KPKsekretaris utamasestamasestama bnpb
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article 38 Sungai Dikeruk, Pemkot Semarang Siaga Hadapi Musim Hujan
Next Article SIDANG KORUPSI: Sekda Cilacap nonaktif, Sadmoko Danardono (baju batik) menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (13/10/2026). (bae) Sekda Cilacap Ngaku Salah Laksanakan Perintah Bupati Peras Bawahan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

BENTROK WARGA JEPANG - Polisi mengamankan 25 orang DC setelah terlibat bentrok dengan warga Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Selasa (13/19/2026).

Pecah! Warga Jepang Bentrok dengan 25 Debt Collector di Kudus

KPK Sita Emas Batangan hingga Uang Miliaran Rupiah dalam OTT di BNPB

TANPA ASAP - Bus listrik armada BRT Trans Semarang melaju di Jalan Pemuda Kota Semarang.

MTI Sebut Bus Listrik Trans Semarang Jadi Alternatif Transportasi Rendah Emisi

SIDANG KORUPSI: Sekda Cilacap nonaktif, Sadmoko Danardono (baju batik) menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (13/10/2026). (bae)

Sekda Cilacap Ngaku Salah Laksanakan Perintah Bupati Peras Bawahan

Sekretaris Utama (Sestama) BNPB, Rustian.

OTT KPK di BNPB: Tangkap Sestama dan 13 Orang Lainnya

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

BSU Rp900 Ribu Cair Sekaligus Kuartal IV 2026

Oktober 4, 2026
Ekonomi

Golkar Pasang Badan soal Layer Cukai: Ini Bukan Bela Rokok, Tapi Bela Rakyat

Januari 18, 2026
Info

Sempat Bersitegang, Kejati dan Polda Jateng Pamer Kekompakan

Juli 14, 2026
Chiko Radityatama Agung Putra (kemeja putih) ikut sidang pembacaan putusan di PN Semarang, Kamis (26/2/2026). (bae)
Hukum

Hakim Batal Bacain Vonis Chiko Pembuat Konten Cabul Smanse Pakai AI, Mengapa?

Februari 26, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: OTT KPK di BNPB: Tangkap Sestama dan 13 Orang Lainnya
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?