Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Healing Biar Tenang, Bukan Biar Buang Uang
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Opini

Healing Biar Tenang, Bukan Biar Buang Uang

Redaktur Opini
Last updated: Oktober 13, 2026 5:09 pm
By Redaktur Opini
4 Min Read
Share
SHARE

Yuli Retno Indah Peratiwi, mahasiswa Universitas PGRI Semarang, Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Domisili Gayamsari, Semarang.

Istirahat bukan hadiah setelah kita cukup produktif, apalagi barang mewah yang harus dipamerkan.

Pernahkah setelah seharian Anda kuliah, bekerja, atau berkegiatan, kita pulang dalam kondisi lelah lalu membuka media sosial dengan harapan kepala sedikit lebih ringan? Bukannya tenang, kita malah melihat unggahan teman sedang ngopi di kafe, belanja di mal, atau liburan ke vila. Ada kopi di tangan, croissant di meja, foto estetik, lalu caption: “healing”.

Di titik itu muncul pertanyaan: kok mereka punya waktu dan uang untuk semua itu? Namun, persoalannya bukan soal iri. Yang lebih menarik adalah bagaimana “healing” perlahan bergeser dari pemulihan menjadi gaya hidup yang harus dibeli dan dipamerkan. Istirahat seolah belum sah jika belum ditemani kopi mahal, tempat estetik, atau foto yang layak masuk Instagram. Akhirnya, lelah boleh gratis, tetapi sembuh punya harga.

Masalahnya, standar healing semacam ini mudah mendorong FOMO dan konsumsi berlebihan. Ketika stres datang, solusi yang ditawarkan bukan sekadar tidur cukup, berjalan kaki, membaca, atau diam sejenak, melainkan membeli sesuatu.

Media sosial ikut memperkuat standar itu: kita terus melihat potongan hidup orang lain yang tampak menyenangkan, lalu tanpa sadar menjadikannya ukuran hidup sendiri. Jika dilakukan sesekali dan sesuai kemampuan, tentu tidak masalah.

Kopi enak atau liburan juga bukan dosa. Namun, ketika healing menjadi alasan untuk belanja yang sebenarnya tidak perlu, obat stres justru bisa berubah menjadi sumber stres baru. Terutama ketika dibayar dengan paylater.

Ambil contoh sederhana. Kopi seharga Rp15.000 diminum tiga kali sehari berarti Rp45.000 per hari. Dalam 30 hari, pengeluaran itu mencapai Rp1.350.000. Angka tersebut mungkin terlihat kecil jika dihitung per cangkir, tetapi menjadi cukup besar ketika dikumpulkan sebulan. Belum termasuk biaya nongkrong, transportasi, makanan, atau liburan. Jadi, persoalannya bukan “jangan ngopi”, melainkan jangan sampai secangkir kopi berubah menjadi tiket wajib menuju validasi bahwa hidup kita baik-baik saja.

Di sinilah gagasan Tricia Hersey tentang rest menjadi relevan. Dalam wawancara NPR, pendiri The Nap Ministry itu menolak anggapan bahwa manusia harus produktif agar dianggap berharga. Ia memandang istirahat sebagai bentuk perlawanan terhadap budaya yang memperlakukan tubuh seperti mesin produksi. Rest, dengan demikian, tidak harus menjadi proyek konsumsi baru.

Kita boleh pergi ke kafe, membeli kopi, atau berlibur. Tetapi kita juga berhak rebahan di kamar tanpa merasa kalah dari unggahan orang lain. Istirahat bukan hadiah setelah kita cukup produktif, apalagi barang mewah yang harus dipamerkan. Ia tidak membutuhkan bukti visual agar valid.

Kadang, healing terbaik memang sesederhana tidur, mematikan notifikasi, berbicara dengan orang terdekat, dan berani tidak melakukan apa-apa: tanpa foto, tanpa caption, tanpa tagihan tambahan. Karena kalau untuk beristirahat saja kita harus membeli paketnya, kapan terakhir kali kita benar-benar beristirahat?

*Tulisan dari penulis esai dan artikel tidak mewakili pandangan dari redaksi. Hal-hal yang mengandung konsekuensi hukum di luar tanggung jawab redaksi.

You Might Also Like

Bagaimana Mengumpat Menyelamatkan Kita dari Kegilaan

Mau Menang atau Kalah, MU Tetap Lucu Bahkan Bagi Saya yang Tidak Terlalu Suka Sepak Bola

Musyawarah di Media Sosial Hanya Ilusi Belaka?

Mengapa Kita Bicara Semakin Cepat dan Nyaring?

Ketika Gen Z Keliru Memahami Spiritualitas Jawa

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article PROSESI WISUDA: Wisudawan UPGRIS mengikuti pemindahan toga dalam prosesi Wisuda ke-84 di gedung Balairung kampus tersebut, Selasa (13/10/2026). (bae) Daftar Wisudawan Terbaik Wisuda ke-84 UPGRIS, Ada yang Raih IPK 4,00
Next Article SIDANG KORUPSI: Bupati Cilacap nonaktif Syamsul Auliya Rachman (baju batik) didampingi tim penasihat hukumnya (sisi kanan) menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (13/10/2026). (bae) Ngaku Gak Salah, Bupati Cilacap Syamsul Aulia Merengek Minta Dibebaskan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Indonesia Bidik 10 Besar di Nagoya

PSIS Datangkan Felipe Cadenazzi, Bomber Argentina dengan Rekam Jejak 27 Gol

KUNJUNGAN INDUSTRI - Kenalkan industri telekomunikasi, PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah terima kunjungan dari SMK Muhammadiyah 1 Prambanan Klaten, di Semarang.

PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah Terima Kunjungan Industri SMK Muhammadiyah 1 Prambanan Klaten

SIDANG KORUPSI: Bupati Cilacap nonaktif Syamsul Auliya Rachman (baju batik) didampingi tim penasihat hukumnya (sisi kanan) menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (13/10/2026). (bae)

Ngaku Gak Salah, Bupati Cilacap Syamsul Aulia Merengek Minta Dibebaskan

Healing Biar Tenang, Bukan Biar Buang Uang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

OpiniPolitik

Resah Menjelang Agustus

Juli 24, 2026
Opini

Pukul Rata Tuduhan KIP Kuliah Salah Sasaran Justru Problematis

Juli 16, 2026
Presiden Prabowo merombak kabinet dengan mencopot lima menteri, termasuk Sri Mulyani dan Budi Arie. Langkah ini dinilai sebagai konsolidasi politik, sekaligus melepaskan bayang Jokowi. Publik menanti, apakah reshuffle ini akan bawa perubahan nyata atau sekadar ganti nama. Foto: dok.
Opini

Dari Reshuffle, Prabowo Mulai Lepas Bayang Jokowi, Siapa Masuk Siapa Tersingkir?

September 15, 2025
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung pemerintah sebenarnya punya niat baik: anak sekolah kenyang, cerdas, dan sehat. Tapi realitanya, justru banyak siswa keracunan massal di berbagai daerah. Programnya keren di pidato, tapi di lapangan? Bisa bikin perut mules berjamaah.
Opini

Makan Bergizi Gratis, Tapi Rakyatnya Masuk IGD

September 21, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Healing Biar Tenang, Bukan Biar Buang Uang
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?