Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Arsip Pemerintah Jangan Cuma Disimpan, Itu Rekam Jejak yang Harus Dijaga
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Arsip Pemerintah Jangan Cuma Disimpan, Itu Rekam Jejak yang Harus Dijaga

T. Budianto
Last updated: Oktober 6, 2026 6:12 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
TERIMA PENGHARGAAN: Para perwakilan pengawas internal dan eksternal menerima penghargaan usai Rapat Koordinasi Pengawasan Kearsipan Provinsi Jateng Tahun 2026 di Gedung Grhadika Bhakti Praja, Semarang, Selasa (6/10/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Arsip pemerintahan sering kali cuma dianggap sebagai tumpukan dokumen yang harus disimpan rapi. Padahal, di balik berkas-berkas itu ada data, cerita kebijakan, hingga rekam jejak pemerintahan yang suatu hari bisa menjadi bahan penting untuk generasi berikutnya.

Sekda Jateng, Sumarno mengatakan, pengelolaan arsip bukan sekadar urusan administratif. Arsip merupakan bagian penting dari dokumentasi perjalanan pemerintahan yang perlu dijaga dan diwariskan.

Hal itu disampaikan Sumarno mewakili Gubernur dalam Rapat Koordinasi Pengawasan Kearsipan Provinsi Jateng Tahun 2026 di Gedung Grhadika Bhakti Praja, Semarang, Selasa (6/10/2026). Kegiatan tersebut sekaligus dirangkai dengan penyerahan penghargaan hasil pengawasan kearsipan tahun 2026.

Menurut Sumarno, aparatur yang bekerja di bidang kearsipan perlu melihat tugas tersebut sebagai bagian strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan. Sebab, dokumentasi pemerintahan tidak hanya dibutuhkan ketika sebuah program atau kebijakan sedang berjalan.

Baca juga: Puluhan Ribu Arsip Kuno Jateng Alih ke Digital

Data dan arsip juga bisa menjadi bahan penelusuran bagi orang-orang yang melanjutkan pemerintahan di masa mendatang. “Apa yang kita lakukan semua di dalam pengelolaan pemerintahan ini semua terdokumentasi. Itu tidak berhenti pada saat kita mengelola pemerintahan, tetapi harus kita wariskan dan diteruskan oleh penelusur-penelusur kita,” ujarnya.

Sumarno mengatakan, arsip yang hari ini mungkin terlihat biasa saja belum tentu tidak memiliki nilai. Bisa jadi, beberapa tahun atau bahkan puluhan tahun kemudian, dokumen tersebut justru menjadi informasi penting.

Karena itu, pengelolaan arsip harus dilakukan secara tertib, sistematis, dan sesuai ketentuan. Ia menegaskan, data memiliki nilai penting dalam penyelenggaraan pemerintahan. Pengelolaan arsip yang baik pun menjadi bagian dari tanggung jawab setiap aparatur.

“Data itu penting dan mahal. Sehingga pengelolaan arsip dengan baik adalah bagian dari tanggung jawab kita, bagian dari kita menjalankan amanah di semua lini, di tempat mana pun,” katanya.

Pengawasan Kearsipan

Dalam kesempatan tersebut, Sumarno juga memberikan apresiasi kepada perangkat daerah serta pemerintah kabupaten/kota yang memperoleh penghargaan dalam pengawasan kearsipan tahun 2026.

Namun, ia berharap penghargaan tersebut tidak berhenti sebagai seremoni atau sekadar menjadi pajangan di ruang kantor. Penghargaan diharapkan menjadi pemicu untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola arsip di masing-masing instansi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Jateng, Rahmah Nur Hayati mengatakan, Rakor Pengawasan Kearsipan 2026 digelar untuk menyamakan persepsi sekaligus meningkatkan kepatuhan terhadap penerapan tata kelola kearsipan dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Forum tersebut juga menjadi ruang untuk menyampaikan arah kebijakan dan program kearsipan, mulai dari tingkat pusat melalui Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), pemerintah provinsi, hingga pemerintah kabupaten/kota.

Baca juga: Arsip Bukan Sekadar Tumpukan Map, Tapi Senjata Pemerintahan Modern

Peserta rakor terdiri atas para bupati dan wali kota, kepala perangkat daerah provinsi, kepala lembaga kearsipan daerah kabupaten/kota, serta pimpinan BUMD Provinsi Jateng.

Salah satu agenda rakor adalah pengumuman dan penyerahan penghargaan hasil pengawasan kearsipan internal dan eksternal tahun 2026. Sebanyak 17 penghargaan diberikan untuk hasil pengawasan internal dan tujuh penghargaan untuk pengawasan eksternal.

Pada akhirnya, arsip memang tidak selalu terlihat keren. Tidak viral, tidak ramai dibicarakan, bahkan sering baru dicari ketika seseorang sudah lupa di mana dokumennya disimpan.

Tapi justru di situlah pentingnya. Pemerintahan boleh berganti, pejabat boleh bergeser, kebijakan bisa berubah. Arsiplah yang tetap menyimpan jejaknya. Jangan sampai ketika sejarah membutuhkan data, yang ditemukan cuma folder kosong dan kalimat klasik: “Kayaknya dulu pernah ada.” (tebe)

You Might Also Like

Golkar Sentil, PDIP Balas: Kami Nggak Kecanduan Kursi Kekuasaan

Respati Bidik Predikat Kota Layak Anak Solo Naik Level hingga Paripurna

Lantik 209 Pejabat Baru Pemkot Solo, Respati Kasih Waring: Jabatan Bukan Hadiah!

Nyala Lilin, Doa Bersama dan Salat Gaib untuk Mahasiswa UIN Walisongo Semarang

LBH Semarang Sorot Intoleransi di Jateng: Negara Harus Tegas Lindungi Hak Warga

TAGGED:badan arsip daerah jatengpemprov jatengsekda jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Kasus Bullying Muncul Lagi, Sekolah Diminta Introspeksi
Next Article Presiden Prabowo Subianto. (ist) Prabowo: Rp52 Triliun Berhasil Diselamatkan Negara

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

SERU - Ilustrasi nonton bareng (nobar) partai final FIFA ASEAN Cup 2026 antara Indonesia melawan Thailand di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (5/10/2026) malam

Gila! Parkir Motor Nobar di Gubernuran Digetok Rp10.000, Pemprov Jateng Angkat Bicara

MBG Prasmanan Diuji, Siswa Bisa Nambah Sesuai Selera

DIGIRING PETUGAS: Seorang dosen, Mei Sulistyoningsih (kerudung putih), digirimg petugas dari ruang tahanan PN Semarang ke mobil tahanan, Selasa (6/10/2026). (bae)

Dosen Semarang Diadili dalam Kasus Penipuan Lomba Tari Piala Gubernur

BIDIK KASUS - Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

KPK Bidik Dugaan Pungli di Lapas Cibinong

BIDIK KASUS - Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

KPK Bongkar Joki Skripsi di Banyak Kampus

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Kemarau Baru Mulai, BPBD Jateng Sudah Kucurkan 654 Ribu Liter Air Bersih

Juni 25, 2026
Info

Tarawih di Balik Jeruji, Agustina: “Selalu Ada Kesempatan Perbaiki Diri”

Maret 10, 2026
Dirreskrimsus Polda Jateng Kombes Pol Djoko Julianto diwawancara di Kota Semarang, Jumat (23/1/2026). Foto: Eka Setiawan
HukumInfo

Warga Kalbar Tersangka Penyelundupan Ratusan Ton Bawang Bombai di Semarang

Januari 23, 2026
Fokus

41 Perlintasan Liar di Jateng Resmi “Game Over”

Mei 5, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Arsip Pemerintah Jangan Cuma Disimpan, Itu Rekam Jejak yang Harus Dijaga
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?