BACAAJA, SEMARANG – Suasana pagi di kawasan permukiman Kota Semarang pada Sabtu (3/10/2026) agak miris. Bukannya disambut udara segar, permukiman padat penduduk justru dikepung kabut asap berbau sangit.
Pantauan di lapangan menunjukkan atap-atap rumah warga hingga perbukitan di sekitarnya samar-samar tertutup kabut asap yang pekat.
Suasana berasap paling pekat terlihat di wilayah Kelurahan Bambankerep, lokasi permukiman yang berada paling dekat dengan area TPA Jatibarang.
Bacaaja: Hari Ketiga Kebakaran TPA Jatibarang: Asap Masih Mengepul
Bacaaja: Terdampak Asap TPA Jatibarang, SDN Ngaliyan 4 Masih Belajar Daring
Tak hanya itu, sebaran kabut asap berbau sangit ini juga meluas melingkupi sejumlah wilayah sekitarnya, mulai dari Kelurahan Kalipancur, Manyaran, Kembangarum, Purwoyoso, hingga Krapyak.
Kondisi serupa terlihat di akses jalan raya sekitar permukiman. Jarak pandang yang terbatas akibat kepulan asap memikat perhatian para pengguna jalan.
Sejumlah pengendara sepeda motor hingga warga yang berolahraga lari pagi tampak harus menembus remang-remang kabut asap yang menyelimuti sepanjang jalan.

Fenomena ‘kabut’ berbau sangit ini merupakan dampak lanjutan dari kebakaran hebat yang melanda TPA Jatibarang.
Kebakaran tersebut pertama kali dilaporkan berkobar sejak Rabu (30/9/2026) petang sekitar pukul 18.04 WIB.
Meski penanganan dan proses pendinginan terus dilakukan oleh dinas terkait, material sampah yang menumpuk di zona 1, 2, dan 3 diduga masih menyisakan bara di bagian dalam.
Kondisi ini memicu asap pembakaran terus membumbung dan terbawa angin hingga mengepung kawasan permukiman warga. (bae)

