Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Kapolri Suyudi Punya Banyak PR di Internal Polri
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Kapolri Suyudi Punya Banyak PR di Internal Polri

Nugroho P.
Last updated: Oktober 2, 2026 5:30 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
POLISI - Ilustrasi anggota Polri (polisi).
POLISI - Ilustrasi anggota Polri (polisi).
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto langsung menghadapi sejumlah pekerjaan rumah setelah resmi menduduki posisi tertinggi di Polri. Pergantian pucuk pimpinan ini dinilai bisa menjadi momentum untuk membenahi berbagai persoalan internal sekaligus mengubah pola pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

Contents
Perlindungan Perempuan dan AnakSuyudi Bicara Perubahan dari Pimpinan

Anggota Komisi III DPR RI Benny K Harman meminta Suyudi tak hanya fokus pada pergantian struktur, tetapi juga menyentuh kultur yang selama ini menjadi sorotan. Salah satu yang disorot adalah pola penanganan perkara yang terkadang baru bergerak cepat setelah kasus mendapat perhatian luas.

Benny mendorong agar Polri lebih mengutamakan pelayanan dan meninggalkan pola kerja yang membuat masyarakat harus membawa persoalan ke ruang publik agar mendapat penanganan. Menurutnya, perubahan kultur tersebut perlu dibuktikan lewat praktik penegakan hukum sehari-hari.

“Harus ada reformasi kultural Polri, dari arogansi ke pelayanan. Kasus Sambo, kasus Kanjuruhan, kasus penganiayaan warga masih membekas. Harapan kami, Kapolri baru harus berani menghapus kultur ‘no viral no justice’, serta tegakkan zero tolerance untuk pungli, pemerasan, dan backing,” kata Benny melalui keterangan tertulis, Jumat (2/10/2026).

Menurut Benny, pembenahan kultur juga harus berjalan beriringan dengan perubahan cara Polri menangani perkara. Ia meminta pendekatan represif tidak digunakan secara berlebihan, terutama saat berhadapan dengan kelompok masyarakat kecil.

“Untuk itu kami meminta komitmen Kapolri baru untuk berani mengungkap aktor intelektual, dan stop pendekatan represif untuk masyarakat kecil (petani, pengemudi ojol, aktivis),” ujarnya.

Benny juga menyoroti penggunaan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dalam perkara yang berkaitan dengan kritik. Ia meminta aturan tersebut tidak digunakan sebagai alat untuk membatasi kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat.

“Penggunaan UU ITE untuk pembungkaman kritik harus dihentikan. Butuh Peraturan Kapolri yang jelas untuk membatasi penggunaan pasal defamasi,” ungkapnya.

Perlindungan Perempuan dan Anak

Pekerjaan rumah lain yang disoroti Benny berkaitan dengan perlindungan kelompok rentan. Ia meminta Polri memperkuat penanganan perkara kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk kasus kekerasan dalam rumah tangga serta pelecehan seksual.

Menurutnya, korban membutuhkan layanan yang cepat sejak laporan dibuat hingga proses penyidikan berjalan. Ia juga menyoroti pentingnya Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) yang benar-benar memberikan informasi perkembangan perkara.

“Harus ada layanan korban yang cepat, dan SP2HP yang benar-benar jalan, bukan sekadar formalitas,” katanya.

Benny juga mendorong perubahan metode penyidikan agar semakin mengandalkan pendekatan ilmiah. Pembuktian perkara, menurutnya, harus dibangun dengan bukti yang kuat dan tidak semata-mata bergantung pada pengakuan seseorang.

Ia juga meminta Polri memastikan latar belakang sosial, pengaruh kekuasaan, maupun kemampuan finansial seseorang tidak membuat perlakuan hukum menjadi berbeda. Prinsip tersebut dinilai penting agar proses penegakan hukum berjalan secara profesional.

Suyudi Bicara Perubahan dari Pimpinan

Sementara itu, Suyudi sudah menyampaikan komitmennya untuk melakukan pembenahan sejak awal menjabat sebagai Kapolri. Ia menegaskan perubahan di tubuh Polri tidak bisa hanya menjadi tuntutan kepada anggota yang bertugas di lapangan.

Menurut Suyudi, jajaran pimpinan harus lebih dulu menunjukkan perubahan melalui tindakan nyata. Dengan begitu, arahan yang diberikan kepada anggota tidak berhenti sebagai instruksi semata.

“Perubahan Polri tidak mungkin terjadi apabila pimpinan hanya meminta anggota berubah. Perubahan harus dimulai dari pimpinan dan dibuktikan di lapangan,” ucap Suyudi.

Ia juga menegaskan tidak boleh ada alasan yang membenarkan anggota Polri melanggar hukum saat menjalankan tugas. Sikap tersebut menjadi bagian dari komitmen yang ia sampaikan setelah resmi dipercaya memimpin Korps Bhayangkara.

“Semangat yang ingin saya hidupkan sederhana. Tidak arogan, tidak berbohong, tidak menyalahgunakan kewenangan, dan tidak menyakiti masyarakat secara sewenang-wenang,” pungkasnya.(*)

You Might Also Like

Momentum Hari Anak Nasional, PLN Icon Plus Apresiasi Peran Ibu Bangun Keluarga Digital Indonesia

Beda Nasib Ormawa Fakultas UIN Semarang dan UIN Jogja

‘Gak Ada Titip-titip, No Jastip!’ Kesbangpol Ngaku Tegas soal Seleksi Paskibraka

Revisi UU Hak Cipta Dimulai! DPR dan Musisi Siap Gaspol Lindungi Hak Kreator

Cegah Inflasi Imbas Kenaikan BBM, Saleh Minta Pemda Gercep Lakukan Intervensi

TAGGED:kapolriKapolri SuyudipolisiPR Polisi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article JADI DOKTOR: Moh. Miftahul Arief punya foto dengan buket bunga usai dinyatakan lulus dalam ujian terbuka promosi doktor di UIN Walisomgo Semarang. (ist) Dari Jualan Koran di Lampu Merah hingga Raih Gelar Doktor, Kisah Perjuangan Arif Raih Impian
Next Article Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid. Nusron Siap-siap, KPK Telusuri Setoran ATR/BPN sampai ke Pusat

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

KONSULTASI PUBLIK: Wakil Wali Kota Semarang dan sejumlah pihak foto bersama usai acara Konsultasi Publik AMDAL Pembangunan Tanggul Laut Teluk Semarang Tahap 1, di Aula Balai Kota Semarang, Jumat (2/10/2026). (ist)

Pemkot Harap Tanggul Laut di Teluk Semarang Jadi Solusi Masalah Pesisir

PELANTIKAN WANTIMPRES - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik 24 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (2/10/2026). (Sekretariat Presiden)

Rocky Gerung Satu ‘Kolam’ dengan Pratikno, Kini Masuk Wantimpres Prabowo

Sudah Tobat, Jangan Bongkar Lagi Masa Lalunya

Dukun di Banyumas Ditahan, Diduga Setubuhi Anak

DPR Minta Pembenahan Lapas Cibinong Jangan Mandek

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Sembilan Daerah di Jateng Belum Punya LBH Terakreditasi

Juli 23, 2026
ILUSTRASI - SPPG atau dapur MBG.
Info

Dapur MBG Masuk Kampus Malah Bikin Banyak Rektor Geleng Kepala

Mei 23, 2026
Info

Mahasiswa UB Jatuh dari Lantai 6, Polisi Selidiki Motif

September 10, 2026
Menteri Agama, Nasaruddin Umar. (ist)
Nasional

Sempat Bikin Gaduh, Menag Luruskan Soal Zakat

Maret 1, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kapolri Suyudi Punya Banyak PR di Internal Polri
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?