Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Giant Sea Wall Dikhawatirkan Ganggu Nelayan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Giant Sea Wall Dikhawatirkan Ganggu Nelayan

Rencana pembangunan Giant Sea Wall (GSW) di pesisir Kendal-Semarang-Demak menuai kekhawatiran. Koalisi Maleh Dadi Segoro menilai desain tanggul perlu mempertimbangkan penghidupan warga yang sehari-hari bergantung pada laut.

T. Budianto
Last updated: September 30, 2026 6:31 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
TANGGUL LAUT: Konstruksi Tol Semarang-Demak yang akan terintegrasi dengan mega proyek Giant Sea Wall. (Foto: Kementerian PU)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Rencana pembangunan Giant Sea Wall (GSW) di pesisir Kendal, Semarang, dan Demak mendapat sorotan dari Koalisi Maleh Dadi Segoro (MDS). Kali ini, kekhawatiran muncul terhadap rencana pembangunan tanggul laut yang dinilai bisa berdampak pada penghidupan nelayan.

Perwakilan MDS, Adib Saifin Nu’man menyoroti rencana penggunaan struktur proteksi keras berupa tanggul laut di Segmen 12. Berdasarkan presentasi Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ), tanggul laut disebut menjadi pendekatan yang dominan dan direncanakan berada sekitar dua kilometer dari pesisir.

Baca juga: Warga Pantura Minta Giant Sea Wall Jangan Cuma Untungkan Pemodal

MDS menilai pemilihan jenis perlindungan tersebut belum mempertimbangkan kondisi warga yang sehari-hari bergantung pada laut. “BOPPJ sama sekali tidak mempertimbangkan penghidupan warga yang bergantung pada laut ketika menentukan pendekatan apa yang paling cocok di suatu wilayah.” Ucapnya dalam rilis, Rabu (30/9/2026).

Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. MDS menyebut banyak nelayan di kawasan Teluk Semarang masih beraktivitas tidak jauh dari garis pantai. Di Dusun Bedono, Demak, misalnya, warga mencari ikan, membudidayakan kerang hijau, hingga melaut menggunakan perahu bermesin kecil.

Perubahan Ekosistem

MDS juga mengingatkan potensi perubahan kondisi ekosistem akibat pembangunan tanggul. Menurut mereka, persoalannya bukan hanya soal akses nelayan menuju laut.

“Akses tidak semata-mata soal ‘jalan nelayan’, tetapi juga soal memastikan warga pesisir yang memiliki penghidupan lain tetap dapat menerima manfaat dari sungai yang tidak ditutup dan laut yang tidak diuruk.”

MDS kemudian membandingkan kekhawatiran tersebut dengan proyek Tol Tanggul Laut Semarang-Demak (TTLSD). Mereka menyebut nelayan dan perempuan nelayan di Desa Purworejo, Demak, kini harus melaut lebih jauh dan mengalami penurunan hasil tangkapan sejak proyek tersebut berjalan.

Baca juga: Proyek Giant Sea Wall Pantura Dimulai

Selain dampak terhadap nelayan, MDS mempertanyakan keterbukaan informasi mengenai desain GSW. Mereka menyebut dokumen KLHS dan desain masterplan Segmen 12 masih sulit diakses publik. Menurut MDS, informasi tersebut penting karena desain tanggul akan menentukan dampak proyek terhadap kehidupan masyarakat pesisir ke depan.

Pembangunan tanggul memang bisa dihitung dari panjang beton, tinggi struktur, dan luas kawasan yang terlindungi. Tetapi bagi warga pesisir, ada hitungan lain yang tak kalah penting: masih bisakah mereka mencari makan setelah tanggul berdiri? Jangan sampai laut berhasil “diamankan”, tetapi orang-orang yang selama ini hidup dari laut justru harus mencari jalan keluar sendiri. (dul)

You Might Also Like

Ansor Semarang Tawarkan Solusi Ketahanan Pangan

Satu OPD Satu Desa: 30 Rumah Langsung Kinclong

Video Viral Bikin Warga Geruduk Majelis Dzikir di Bekasi

60 UMKM Siap Buka Lapak Takjil di Wisma Perdamaian

Prabowo Lantik Presiden Buruh Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Bidang Ketenagakerjaan

TAGGED:giant sea wallnelayan panturapemkot semarangpemprov jatengpsn
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article KORBAN KERACUNAN MBG - Polisi menjenguk korban keracunan MBG di Batang yang dirawat pada sebuah fasilitas kesehatan (faskes) setempat. Korban Dugaan Keracunan MBG di Jateng Tembus 13 Ribu Orang
Next Article Kepulan asap membumbung tinggi di area TPA Jatibarang Semarang, Rabu (30/9/2026). (bae) BREAKING NEWS: TPA Jatibarang Semarang Terbakar Malam Ini

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PEMERIKSAAN AUTOGATE: Penumpang pesawat di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang menggunakan autogate saat melewati pemeriksaan imigrasi, Rabu (30/9/2026). (bae)

Pemeriksaan Imigrasi di Bandara Ahmad Yani Lebih Praktis, Sekarang Pakai Autogate

Kepulan asap membumbung tinggi di area TPA Jatibarang Semarang, Rabu (30/9/2026). (bae)

BREAKING NEWS: TPA Jatibarang Semarang Terbakar Malam Ini

Giant Sea Wall Dikhawatirkan Ganggu Nelayan

KORBAN KERACUNAN MBG - Polisi menjenguk korban keracunan MBG di Batang yang dirawat pada sebuah fasilitas kesehatan (faskes) setempat.

Korban Dugaan Keracunan MBG di Jateng Tembus 13 Ribu Orang

TRANSFORMASI LAYANAN PELANGGAN - PLN Icon Plus turut mengembangkan transformasi layanan pelanggan melalui implementasi New Aplikasi Pelayanan Pelanggan Terpusat (AP2T) Wave 4 di Jawa Tengah dan Yogyakarta. KUNJUNGAN INDUSTRI - Siswa Jurusan Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT) SMK Muhammadiyah Imogiri kunjungi PLN Icon Plus di Semarang, untuk mengenal lebih jauh industri teknologi digital.

PLN Icon Plus Perkuat Pembelajaran Siswa TJKT Muhammadiyah Imogiri melalui Pengalaman Industri

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi mobil penumpang tertemper kereta. (wahyu/grafis)
Info

KA Argo Bromo Anggrek Temper Mobil Rombongan Pengantar Jemaah Haji, 4 Orang Tewas

Mei 1, 2026
Ekonomi

Pemprov Siapkan Pekerja Migran Jateng Jadi Profesional

Maret 6, 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah (Wagub Jateng), Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), saat memberi keterangan kepada awak media, Jumat (16/1/2026). (ist)
Info

756 Buruh SGS Kena PHK, Gus Yasin Spil Langkah Pemprov Jateng

September 4, 2026
Sirkular

Agustina Ajak Investor Bangun PSEL Jatibarang, Target Rampung 2027

Juli 29, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Giant Sea Wall Dikhawatirkan Ganggu Nelayan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?