Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Cihuy.. BPJS Kesehatan Dapat Suntikan Rp20 Triliun
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Cihuy.. BPJS Kesehatan Dapat Suntikan Rp20 Triliun

Nugroho P.
Last updated: September 29, 2026 5:15 am
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Ilustrasi BPJS Kesehatan.
Ilustrasi BPJS Kesehatan.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Pemerintah menyiapkan tambahan dana Rp20 triliun untuk memperkuat kondisi keuangan BPJS Kesehatan. Tambahan anggaran itu dibahas dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah menteri di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (28/9/2026).

Contents
Tambahan Dana Masuk APBN 2026Peserta JKN Tembus 285 Juta OrangIuran Rp118 Triliun, Pembayaran Klaim Rp132 TriliunPeserta Diminta Tetap Aktif

Dana tersebut disiapkan untuk menjaga pembayaran klaim kepada rumah sakit dan fasilitas kesehatan tetap berjalan. Dari total Rp20 triliun, pencairan Rp10 triliun dilakukan pada Oktober, sedangkan Rp10 triliun lainnya dijadwalkan cair pada November 2026.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan keputusan penambahan dana tersebut sudah disepakati pemerintah sekitar dua pekan sebelumnya. Menurut dia, tambahan anggaran itu menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Tambahan Dana Masuk APBN 2026

Budi menjelaskan, pemerintah bersama Menteri Keuangan dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan telah menyepakati pencairan tambahan dana untuk BPJS Kesehatan.

“Dua minggu lalu sudah menyetujui pencairan dana Rp10 triliun plus Rp10 triliun. Jadi, totalnya Rp20 triliun tahun ini ke BPJS Kesehatan,” kata Budi seusai rapat.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebut tambahan dana tersebut sudah tersedia dalam APBN 2026. Pemerintah tinggal melakukan pencairan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Menurut Suahasil, suntikan dana ini dibutuhkan supaya BPJS Kesehatan tetap punya ruang keuangan untuk membayar klaim rumah sakit secara teratur.

“Tambahannya itu sekarang Rp20 triliun dan akan segera dicairkan untuk mendukung keuangan BPJS pada bulan Oktober ini dan juga bulan November,” ujarnya.

Peserta JKN Tembus 285 Juta Orang

Dalam rapat tersebut, pemerintah juga mendapat laporan terbaru mengenai kepesertaan JKN. Jumlah peserta tercatat mencapai sekitar 285 juta orang.

Dari jumlah tersebut, tingkat kepesertaan aktif berada di angka 80,6 persen. Pemerintah masih mendorong agar semakin banyak peserta menjaga status kepesertaannya tetap aktif.

Suahasil mengatakan pengumpulan iuran juga perlu terus diperbaiki. Selain itu, pemerintah ingin memastikan bantuan iuran diberikan kepada masyarakat yang memang masuk kategori penerima.

Penentuan penerima bantuan iuran akan terus disesuaikan dengan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Langkah tersebut ditujukan agar bantuan lebih tepat sasaran.

“Kami mendorong supaya pengumpulan iuran BPJS menjadi lebih baik, tingkat ketepatan sasaran dari penerima bantuan iuran juga menjadi lebih baik sesuai dengan data DTSEN,” jelas Suahasil.

Iuran Rp118 Triliun, Pembayaran Klaim Rp132 Triliun

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito memaparkan kondisi arus kas program JKN dalam rapat tersebut. Sampai saat ini, iuran yang berhasil dihimpun mencapai sekitar Rp118 triliun.

Di sisi lain, manfaat pelayanan kesehatan yang sudah dibayarkan mencapai Rp132 triliun. Artinya, terdapat selisih antara dana iuran yang masuk dengan pembayaran manfaat pelayanan kesehatan.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan perlunya dukungan pemerintah untuk menjaga arus pembayaran kepada fasilitas kesehatan. Tambahan Rp20 triliun diharapkan bisa membantu menjaga pembayaran klaim tetap berjalan.

Prihati menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah melalui tambahan dana tersebut. Ia menyebut Rp10 triliun akan dicairkan pada bulan ini, sementara Rp10 triliun berikutnya masuk pada November sebelum tahun berakhir.

Peserta Diminta Tetap Aktif

Selain suntikan anggaran, keberlanjutan JKN juga tetap bergantung pada kepesertaan dan pembayaran iuran. BPJS Kesehatan mendorong peserta yang memiliki kewajiban iuran agar tetap aktif membayar sesuai ketentuan.

Prihati menekankan pentingnya semangat gotong royong dalam sistem JKN. Iuran peserta menjadi salah satu sumber pembiayaan yang kemudian digunakan untuk membayar layanan kesehatan peserta yang membutuhkan.

Pemerintah juga akan terus mengevaluasi kepesertaan dan penerima bantuan iuran. Dengan dukungan anggaran serta pengelolaan kepesertaan yang lebih tepat, pembiayaan layanan kesehatan diharapkan tetap terjaga.

Rapat yang dipimpin Prabowo ini pada akhirnya menempatkan penguatan keuangan BPJS Kesehatan sebagai salah satu fokus pemerintah. Tambahan Rp20 triliun disiapkan agar pembayaran klaim fasilitas kesehatan tetap aman sekaligus menjaga layanan JKN bagi ratusan juta peserta. (*)

You Might Also Like

Saat Penyandang Disabilitas Naik Panggung: Semarang Kasih Bukti, Bukan Janji

Pengamat Dorong Reaktivasi ‘Neraka Mini’ Buat Sopir ODOL di Jateng, Biar Jalan Gak Cepet Rusak

Nyepi Ketemu Lebaran, Takbiran Gimana Dong Nanti?

Awas! Beras Yang Anda Konsumsi, Premium ‘Oplosan’

Truk Beras Nyungsep di Kaligawe, Sopir Tewas di Tempat

TAGGED:bpjsbpjs kesehatanPrabowo
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Jangan Asal Klik, Modus Penipuan Lewat DANA Makin Beragam

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi BPJS Kesehatan.

Cihuy.. BPJS Kesehatan Dapat Suntikan Rp20 Triliun

Jangan Asal Klik, Modus Penipuan Lewat DANA Makin Beragam

Muktamar NU Disorot, Dugaan Politik Uang Mencuat

Ilustrasi BPJS Kesehatan.

Prabowo Kumpulkan Menteri, Keuangan BPJS Jadi Sorotan

PIDATO - Presiden Prabowo Subianto berpidato tentang kerangka ekonomi makro Indonesia di sidang paripurna DPR RI, Rabu (20/5/2026).

Prabowo Soroti Antrean BPJS, Minta Layanan Setara

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ketua Umum PARFI’56, Marcella Zalianty.
Info

Hari Film Indonesia 2026, PARFI’56: Film Lokal Makin Keren, tapi Masih Banyak PR

Maret 30, 2026
Pendidikan

Dua Ton Harapan dari Semarang: FK Unnes Kirim Bantuan ke Aceh

Desember 20, 2025
Eks bos Sritex, Iwan Setiawan (kemeja putih) berjalan keluar ruang sidang usai menjalani tuntutan di pengadilan, Senin (20/4/2026). (bae)
Hukum

Kredit Sritex Dikorupsi, Dipakai Buat Beli Apartemen dan Mobil Mewah

April 20, 2026
Nasional

Tunjangan Profesi Guru Enggak Dirapel Lagi, Mau Turun Bulanan, Asik Nih…

Desember 5, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Cihuy.. BPJS Kesehatan Dapat Suntikan Rp20 Triliun
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?